Kesehatan

Tubuh Tetap Butuh Lemak saat Diet

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 26 Januari 2023
Tubuh Tetap Butuh Lemak saat Diet

Lemak baik bisa didapatkan dari kacang dan ikan-ikanan. (Foto: Unsplash/Brooke Lark)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MESKIPUN kamu sedang menjalani diet atau pengaturan pola makan yang lebih sehat, kamu tetap membutuhkan lemak. Hal ini diungkapkan oleh Pakar gizi klinik dr Juwalita Surapsari, Sp.GK.

"Kalau kita diet, kita tidak pakai lemak sama sekali itu salah. Tetap konsumsi lemak, tetapi pilihlah lemak-lemak yang baik supaya semua kebutuhan nutrisi bisa terpenuhi," ujar dia dalam acara tentang tren makanan kekinian yang sehat di Jakarta seperti dikutip Antara, Selasa (24/1).

Baca juga:

Dada Ayam Vs Tahu, Pilih Protein tanpa Lemak yang Lebih Sehat

Tubuh Tetap Butuh Lemak saat Diet
Beberapa jenis biji-bijian juga mengandung lemak baik. (Foto: Unsplash/Anna Pelzer)

Menurut WebMD lemak baik bisa didapatkan dari berbagai ikan seperti salmon, mackerel, sarden, dan tuna. Atau melalui alpukat, biji-bijian dan telur.

Juwalita mengatakan bahwa, lemak merupakan salah satu komponen dalam pemenuhan gizi seimbang dan jumlahnya perlu tercukupi dalam setiap menu makan. Demi mendapatkan gizi yang seimbang, selain lemak, seseorang juga perlu mengonsumsi sayur dan buah, kemudian sumber karbohidrat dan protein.

Bagi yang sedang menerapkan diet sehat, Juwalita menyarankan untuk mengutamakan sumber pangan lokal yang ada di sekitar. Pangan sumber karbohidrat misalnya tidak selalu dari nasi, tetapi juga bisa didapatkan singkong dan bahan pangan lokal lainnya yang memiliki nilai nutrisi yang lebih banyak.

"Kalau berbicara tentang karbohidrat saja, sebenarnya variasinya macam-macam. Kita sangat terkenal dengan umbi-umbian, salah satunya singkong," kata Juwalita.

Baca juga:

Cara Tepat Mengonsumsi Oatmeal untuk Diet

Tubuh Tetap Butuh Lemak saat Diet
Kebutuhan protein juga harus terpenuhi saat berdiet. (Foto: Unsplash/Louis Hansel)

Kemudian untuk protein, selain bisa didapatkan dari produk hewani, protein juga bisa dapatkan melalui produk nabati untuk memenuhi kebutuhan protein sehari-hari.

"Kita tentu membutuhkan protein di dalam setiap makanan kita. Setiap kali makan wajib ada protein. Protein nabatinya macam-macam, ada kacang kedelai, kacang hijau, kacang polong," ujarnya.

Bertepatan dengan peringatan Hari Gizi Nasional setiap 25 Januari, Juwalita mengatakan bahwa HGN mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya gizi di dalam setiap aspek kesehatan.

"Gizi itu tidak hanya main di pencegahan penyakit tetapi juga ketika seseorang sudah punya penyakit tertentu, biasanya ada kaitannya dengan apa yang dia makan," kata Juwalita.

Selain pemenuhan gizi seimbang, Juwalita mengatakan bahwa masyarakat juga perlu menjaga berat badan serta membatasi konsumsi gula, garam, dan lemak. (kna)

Baca juga:

5 Pilihan Menu Sarapan untuk Diet

#Kesehatan #Diet
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Krisna Bagus

work smart, play hard.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan