Cara Tepat Mengonsumsi Oatmeal untuk Diet

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 02 Januari 2023
Cara Tepat Mengonsumsi Oatmeal untuk Diet

Oatmeal dikenal sebagai salah satu menu makanan sehat yang dapat membantu menurunkan berat badan. (Unsplash/Margarita Zueva)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SUDAH rutin makan oatmeal tapi berat badan tidak turun? Kalau kamu punya keluhan seperti ini, bisa jadi cara kamu mengonsumsi oatmeal untuk diet masih kurang tepat. Lalu, bagaimana caranya?

Oatmeal dikenal sebagai salah satu menu makanan sehat yang dapat membantu menurunkan berat badan. Kandungan beta-glucan atau serat larut pada oatmeal dapat meningkatkan produksi hormon kenyang di dalam tubuh, sehingga asupan kalori dapat lebih terkontrol.

Manfaat oatmeal bagi kesehatan pun tak perlu diragukan lagi. Dengan menyantap semangkuk oatmeal di pagi hari, kamu akan siap menjalankan segala aktivitas dengan semangat dan penuh energi. Mengutip laman Alodokter, berikut tips mengonsumsi oatmeal.

Baca Juga:

Manfaat Sehat Serat Oatmeal

Cara Tepat Mengonsumsi Oatmeal untuk Diet
Pilih topping yang tepat. (Unsplash/Melissa Di Rocco)

Pilihan oat

Ada beberapa jenis oat yang dijual di pasaran, yaitu steel-cut oats, rolled oats, dan instant oats. Steel-cut oats mengandung lebih banyak serat dan rendah indeks glikemik karena melalui proses pengolahan yang paling sedikit dibandingkan dengan jenis oat lainnya. Jenis oat ini merupakan pilihan yang baik untuk diet. Namun, kamu tetap boleh kok memilih rolled oats atau instant oats. Pilihlah oat yang tawar dan tanpa penambahan gula, ya.

Susu rendah lemak

Oatmeal biasanya disajikan dengan campuran air atau susu. Mungkin saja dietmu tidak berhasil karena kamu menggunakan susu tinggi lemak. Lebih baik, gunakanlah susu skim atau susu nabati, seperti susu kacang atau susu gandum, yang mengandung rendah lemak.

Baca juga:

Deretan Manfaat Mandi Oatmeal yang Jarang Diketahui

Cara Tepat Mengonsumsi Oatmeal untuk Diet
Terdapat beberapa jenis oatmeal. (Unsplash/Lukasz Rawa)

Topping

Agar lebih nikmat disantap, oatmeal dapat disajikan bersama berbagai macam topping. Pilihlah topping yang menyehatkan, seperti kayu manis, yoghurt, potongan buah, biji chia, granola, kacang mete, atau kacang almond.

Ngemil

Jika diolah dengan cara yang tepat, oatmeal bisa membuatmu kenyang lebih lama. Namun, jika salah dalam pengolahannya, rasa hambar dari oatmeal bisa membuatmu tergoda untuk mengonsumsi atau ngemil makanan lain yang lebih “berasa”.

Nah, supaya manfaat oatmeal untuk diet lebih terasa maksimal, sebisa mungkin tahan keinganmu untuk ngemil makanan lain. Terutama junk food atau jenis makanan tinggi kalori yang umumnya lebih “berasa”, setelah makan oatmeal, ya.

Sebagai alternatif, olahlah oatmeal menjadi jenis makanan yang bercita rasa, misalnya dengan menambahkan topping yang tepat. Misal potongan buah atau kacang, menggunakan susu rendah lemak sebagai campurannya, atau menambahkan sedikit gula dan garam supaya tidak berasa hambar. (and)

Baca juga:

Ini yang Akan Terjadi Pada Tubuhmu Jika Makan 'Oatmeal' Setiap Hari

#Kesehatan #Makanan #Makanan Sehat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan