Konjen RI untuk Kuching: WNI di Malaysia Jangan Sebarkan Hoax

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 25 Mei 2017
Konjen RI untuk Kuching:  WNI di Malaysia Jangan Sebarkan Hoax

Ilustrasi TKI di Malaysia (ANTARA FOTO/M.Rusman)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Konsul General RI untuk Kuching, Jahar Gultom mengharapkan agar masyarakat Indonesia untuk tidak dengan mudah menyebarkan berita Hoax berbau suku, ras, agama dan antargolongan (SARA), mengingat hal tersebut juga akan menjadi perhatian negara lain.

"Maraknya pemberitaan Hoax terkait konflik antarsuku pada pelaksanaan Pekan Gawai Dayak dan Pawai Bela Ulama yang dilaksanakan pada 20 Mei kemarin di Pontianak, juga menjadi viral baik di media sosial maupun media konvensional yang ada di Sarawak, Malaysia," kata Jahar Gultom di Sarawak, Kamis (25/5).

Jahar Gultom sebagaimana dilansir Antara Kamis (25/5) mengatakan, sampai saat ini, banyak pihak yang mempertanyakan kebenaran berita itu kepada Konjen RI di Kuching. Terkait hal itu, Jahar mengatakan, pihaknya cukup kewalahan untuk menjawab pertanyaan dan meluruskan informasi yang simpang siur tersebut.

Pasalnya, banyak TKI dan warga Sarawak yang dari salah satu suku yang khawatir atas kondisi keluarga mereka di Pontianak. Terlebih, cukup banyak warga Sarawak yang rencananya akan mendatangi kegiatan PDG tersebut, namun urung karena adanya informasi Hoax tersebut.

"Informasi itu jelas merugikan kita, karena seharusnya banyak wisatawan dari Malaysia yang akan mengikuti PDG tersebut, namun mereka menjadi urung karena khawatir. Setidaknya ini bisa menjadi pelajaran bagi kita bersama agar kedepan, informasi Hoax ini tidak merugikan kita," tuturnya.

Dia menjelaskan, informasi Hoax berupa pesan teks dan foto atau video yang disebarkan memang tersebut cukup menyeramkan sehingga terus menjadi viral yang disebarkan oleh beberapa pihak melalui Whatsapp, BBM dan Facebook.

"Namun, kita sudah berusaha untuk mencari informasi jelas dan memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat Sarawak dan TKI kita agar mereka tidak khawatir. Dan memang benar bahwa saat itu dan sampai saat ini Pontianak dalam kondisi aman, dan tidak ada konflik," katanya.

Dikatakannya, seperti pada pelaksanaan press conference kepada media, tentang kegiatan IMWA 2017, sejumlah media Sarawak yang datang, kembali menanyakan informasi tersebut.

"Ya, kita tentu kembali meluruskan, sesuai dengan kenyataan yang ada di lapangan. Kita juga terus mengimbau kepada para TKI dan warga kita yang ada disini, agar tidak khawatir, karena kondisi Pontianak sangat aman dimana aparat keamanan juga masih 'stand by' di lapangan," kata Jahar Gultom.

Sumber: ANTARA

#Berita Hoax #Malaysia #TKI #BBM #Facebook
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai Malaysia, Puan Minta Kemlu Segera Berkoordinasi
Puan Maharani meminta Kemlu berkoordinasi dengan Malaysia terkait dampak asap karhutla di Kalimantan yang dapat dirasakan hingga negara tetangga.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
Asap Karhutla Kalimantan Bisa Sampai Malaysia, Puan Minta Kemlu Segera Berkoordinasi
Indonesia
RI Buka Ruang Udara Kalimantan, Malaysia Susun Strategi Serangan Gabungan Modifikasi Cuaca Karhutla
Indonesia resmi membuka ruang udara Kalimantan untuk pesawat Malaysia dalam operasi modifikasi cuaca.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
RI Buka Ruang Udara Kalimantan, Malaysia Susun Strategi Serangan Gabungan Modifikasi Cuaca Karhutla
Indonesia
2 Pesawat Maritim Malaysia Bantu Pemadaman Karhutla Sumatra, Isi Ulang 6.000 Liter Air Hanya 12 Detik
Dua pesawat Bombardier CL-415MP milik APMM Malaysia membantu pemadaman karhutla di Sumatra. Kapasitas angkut 6.000 liter air, isi ulang hanya 12 detik, siklus penerbangan 7 menit.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
2 Pesawat Maritim Malaysia Bantu Pemadaman Karhutla Sumatra, Isi Ulang 6.000 Liter Air Hanya 12 Detik
Indonesia
Brunei Darussalam dan Malaysia Kompak Gunakan Mekanisme ASEAN Tanggapi Kabut Asap Karhutla Indonesia
Malaysia melalui Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan (NRES) juga akan mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN dalam waktu dekat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
Brunei Darussalam dan Malaysia Kompak Gunakan Mekanisme ASEAN Tanggapi Kabut Asap Karhutla Indonesia
Indonesia
Apa Itu D100 Sawit? Ini Pengertian, Sejarah, Bedanya dengan Biodiesel
Kehadiran D100 membuktikan potensi besar minyak sawit dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Apa Itu D100 Sawit? Ini Pengertian, Sejarah, Bedanya dengan Biodiesel
Indonesia
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Meluas, 108 Sekolah di Sarawak Malaysia Ditutup
Penutupan dilakukan untuk melindungi siswa dari paparan kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan di Indonesia.
Dwi Astarini - Kamis, 20 Agustus 2026
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Meluas, 108 Sekolah di Sarawak Malaysia Ditutup
Indonesia
Warga Tercatat Desil 10 Bakal Segera Rasakan Pembatasan BBM Subsidi
Pemerintah menganggarkan subsidi energi sebesar Rp 210,1 triliun, atau sekitar 65,87 persen dari total anggaran subsidi dalam APBN 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 318,9 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 20 Agustus 2026
Warga Tercatat Desil 10 Bakal Segera Rasakan Pembatasan BBM Subsidi
Indonesia
Pertamina Jaga Pasokan BBM di Wilayah Terdampak Gempa Flores, Siapkan Rute Alternatif
Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM untuk pembangkit dan layanan vital di wilayah terdampak gempa Flores tetap tersedia serta menyiapkan rute alternatif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Pertamina Jaga Pasokan BBM di Wilayah Terdampak Gempa Flores, Siapkan Rute Alternatif
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Prabowo dan Gibran Ambil Alih Pengesahan RUU Perampasan Aset?
Presiden RI, Prabowo Subianto dan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka, dikabarkan mengambil alih pengesahan RUU Perampasan Aset.
Soffi Amira - Selasa, 11 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah Prabowo dan Gibran Ambil Alih Pengesahan RUU Perampasan Aset?
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah WNI yang Tidak Bayar Pajak Bakal Dicabut Status Kewarganegaraannya?
WNI yang tidak membayar pajak akan dicabut status kewarganegaraannya. Lalu, apakah informasi ini benar?
Soffi Amira - Jumat, 07 Agustus 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Benarkah WNI yang Tidak Bayar Pajak Bakal Dicabut Status Kewarganegaraannya?
Bagikan