MERAHPUTIH.COM - BRUNEI Darussalam dan Malaysia sepakat menggunakan mekanisme ASEAN untuk menangani persoalan kabut asap lintas batas yang kembali melanda sejumlah wilayah di kawasan Asia Tenggara. Kesepakatan tersebut dibahas Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim bersama Sultan Brunei Sultan Hassanal Bolkiah dalam Konsultasi Pemimpin Tahunan ke-27 atau Annual Leaders Consultation (ALC-27) di Brunei Darussalam.
Anwar mengatakan kedua negara menilai mekanisme ASEAN menjadi jalur terbaik untuk mencari solusi atas persoalan kabut asap yang berdampak lintas negara.
"Kami berdua sepakat untuk menggunakan mekanisme ASEAN sebagai pilihan terbaik. Kami telah meminta Menteri Luar Negeri Datuk Seri Mohamad Hasan untuk menangani masalah ini," kata Anwar dalam konferensi pers penutup kunjungan kerja dua harinya ke Brunei dikutip Bernama.com, Senin (24/8).
Pertemuan tersebut berlangsung di Istana Nurul Iman. Anwar bersama delegasi Malaysia tiba sekitar pukul 11.00 waktu setempat untuk menghadiri ALC-27 bersama Sultan Hassanal Bolkiah.
Baca juga:
Setelah Tinjau Kalimantan, Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla Sumatera
Daftar Isi
Malaysia Siapkan Jalur Diplomatik ASEAN
Daftar Isi
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menyampaikan negaranya akan menggunakan jalur diplomatik melalui ASEAN untuk mencari penyelesaian terhadap kabut asap lintas batas yang berdampak pada sejumlah wilayah. Malaysia melalui Kementerian Sumber Daya Alam dan Keberlanjutan Lingkungan (NRES) juga akan mengirimkan surat resmi kepada Sekretariat ASEAN dalam waktu dekat.
Langkah tersebut dilakukan ketika kualitas udara di sejumlah wilayah Malaysia kembali memburuk akibat kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Berdasarkan data portal Sistem Manajemen Indeks Polusi Udara Malaysia (APIMS), belasan kota di Malaysia mengalami polusi udara parah akibat kabut asap. Kota yang kualitas udaranya memburuk signifikan yakni di Serian, Sarawak, mencatat indeks polusi udara (API) sebesar 190 pada pukul 09.00 waktu setempat.
Kota lain yang juga terpolusi yakni Kuching berada di angka 182, Samarahan 177, sedangkan Sarikei dan Sri Aman masing-masing 173.
Sementara itu, Sibu mencatat 161, Bintulu 157, serta Samalaju dan Mukah masing-masing 156. Miri dan Bukit Rambai, Melaka, juga tercatat berada di angka 151.(Tka)
Baca juga:
Enam Pesawat TNI AU Angkut 31 Ton Logistik dan 500 Pompa Air ke NTT-Kalimantan
Sumber Foto: website/mongabay
Foto warga yang dievakuasi akibat kebakaran dan kabut asap Karhutla