Apa Itu D100 Sawit? Ini Pengertian, Sejarah, Bedanya dengan Biodiesel

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Apa Itu D100 Sawit? Ini Pengertian, Sejarah, Bedanya dengan Biodiesel

D100 Sawit (Gapki)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Indonesia berhasil memproduksi bahan bakar diesel 100 persen berbasis sawit murni bernama D100 Sawit atau Green Diesel D100.

Bahan bakar ramah lingkungan ini diproduksi sepenuhnya dari minyak kelapa sawit tanpa sedikit pun campuran minyak bumi.

Baca juga:

Warga Tercatat Desil 10 Bakal Segera Rasakan Pembatasan BBM Subsidi

Kehadiran D100 membuktikan potensi besar minyak sawit dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil.

Pemanfaatan minyak sawit murni (Refined Bleached Deodorized Palm Oil/RBDPO) sebagai bahan baku utama memberikan nilai tambah tinggi bagi industri hilir sawit dalam negeri.

Apa Itu D100 Sawit?

Petani

Secara sederhana, D100 Sawit adalah racikan bahan bakar diesel murni berbasis tanaman (vegetable oil) yang diproses sedemikian rupa hingga karakter kimianya persis seperti solar fosil murni.

Kode huruf "D" menandakan Diesel, sementara angka "100" menegaskan kalau kandungannya murni 100% dari olahan nabati tanpa campuran minyak bumi.

Masyarakat sering kali keliru menyamakan D100 dengan program biodiesel seperti B35 atau B40. Padahal, mekanismenya sangat berbeda jauh:

Jenis Bahan Bakar Komposisi Minyak Sawit Komposisi Solar Fosil
B35 35% Biodiesel (FAME) 65% Solar Fosil
B40 40% Biodiesel (FAME) 60% Solar Fosil
B50 50% Biodiesel (FAME) 50% Solar Fosil
D100 Green Diesel 100% Olahan Sawit 0% (Bebas Fosil)

Rekam Jejak Lahirnya D100 di Tanah Air

Kilang

Lahirnya D100 menjadi tonggak sejarah baru dalam peta energi terbarukan Indonesia. Teknologi ini diracik oleh anak bangsa melalui kolaborasi ketat antara PT Kilang Pertamina Internasional dan Institut Teknologi Bandung (ITB) memanfaatkan racikan Katalis Merah Putih.

Uji produksi perdana sukses mengepul dari Kilang Dumai, Riau, pada tahun 2020. Momen ini menegaskan bahwa Indonesia bukan cuma penyedia bahan baku, melainkan penguasa teknologi olahan energi tingkat tinggi.

Proses Pengolahan: Dari Minyak Goreng Jadi Solar Super

Bahan baku utamanya memakai Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO)—yaitu minyak sawit yang sudah dibersihkan dan dimurnikan.

Olahan ini kemudian melewati metode hydrotreating, sebuah reaksi kimia menggunakan hidrogen dan katalis khusus untuk membuang seluruh atom oksigen dari molekul minyak sawit.

Alur ringkas pembuatannya:

  1. Pemurnian ekstra pada minyak sawit mentah.

  2. Injeksi hidrogen dibantu Katalis Merah Putih.

  3. Pelepasan kandungan oksigen secara total.

  4. Pembentukan rantai hidrokarbon murni setara solar kelas atas.

  5. Finishing akhir hingga siap dituang ke tangki mesin diesel modern.

Perbedaan D100 vs Biodiesel FAME

Banyak yang mengira D100 itu sama saja dengan biodiesel biasa. Ini kekeliruan besar. D100 adalah lompatan generasi yang jauh lebih superior.

+-----------------------------------------------------------------------+
|                         BIODIESEL (FAME)                              |
|  - Diproses via Transesterifikasi (Metanol)                           |
|  - Masih mengandung Oksigen                                           |
|  - Sifat kimia beda dengan Solar (Harus dicampur)                     |
+-----------------------------------------------------------------------+
                                   vs
+-----------------------------------------------------------------------+
|                        D100 (GREEN DIESEL)                            |
|  - Diproses via Hydrotreating (Hidrogen + Katalis)                    |
|  - Bebas Oksigen                                                      |
|  - Struktur kimia identik dengan Solar Murni (Bisa langsung pakai)    |
+-----------------------------------------------------------------------+

Hasil Uji Jalan: Performa Mengagumkan!

Saat diuji coba langsung pada kendaraan diesel dalam rute nyata sejauh 200 kilometer, D100 menunjukkan performa yang bikin berdecak kagum.

Beberapa keunggulan langsung yang dirasakan mesin meliputi:

  • Suara Mesin Jauh Lebih Halus: Pembakaran yang presisi meminimalkan getaran dan kebisingan mesin.

  • Sistem Pembakaran Sangat Efisien: Tarikan terasa lebih responsif dan penggunaan bahan bakar lebih optimal.

  • Angka Setana (Cetane Number) Luar Biasa Tinggi: Ini adalah kartu AS dari D100.

Jenis Bahan Bakar Angka Setana (Cetane Number)
Solar Biasa (Subsidi) 48 – 51
Pertamina Dex ~53
D100 Sawit ~79

Catatan: Semakin tinggi angka setana, makin cepat dan sempurna BBM terbakar di dalam ruang mesin.

Dampak Strategis bagi Ekonomi Indonesia

Ilustrasi

Keberhasilan proyek D100 membawa efek dominasi yang sangat menguntungkan negara:

  • Stop Ketergantungan Impor Solar: Anggaran puluhan triliun rupiah yang biasanya melayang ke luar negeri untuk beli solar fosil bisa dihemat.

  • Kemandirian Energi Total: Indonesia punya kendali penuh atas pasokan bahan bakarnya sendiri dari kebun-kebun lokal.

  • Nilai Tambah Hilirisasi: Sawit tidak lagi dijual murah dalam bentuk mentah (CPO), melainkan diolah jadi produk berteknologi tinggi.

  • Emisi Gas Buang Ekstrem Rendah: Karena bebas dari senyawa sulfur dan oksigen kotor, asap buangannya jauh lebih ramah lingkungan.

Menatap Ekosistem G100 dan J100

Pengembangan BBM berbasis sawit di Indonesia tidak berhenti di D100 saja. Para peneliti tanah air kini tengah mematangkan dua varian pendampingnya:

  • D100 (Green Diesel): Pengganti solar mesin diesel.

  • G100 (Green Gasoline): Bahan bakar berbasis sawit sebagai pengganti bensin (Pertalite/Pertamax).

  • J100 (Green Jet Fuel): Bioavtur dari minyak inti sawit (Palm Kernel Oil) khusus mesin pesawat terbang.

Jika ketiga ekosistem ini berhasil diproduksi massal secara komersial, Indonesia otomatis sah menjadi negara pertama di dunia yang berhasil menjalankan transportasi darat dan udara murni dari hasil kebun sendiri.

Tantangan yang Harus Ditaklukkan

Tentu saja perjalanan D100 menuju SPBU umum tidak tanpa hambatan. Ada beberapa tantangan nyata yang perlu dibereskan pemerintah dan pelaku industri:

  1. Investasi Kilang: Membutuhkan modal besar untuk membangun fasilitas hydrotreating skala raksasa.

  2. Pasokan Hidrogen: Memerlukan suplai gas hidrogen yang stabil dan efisien selama proses produksi.

  3. Harga Jual Kompetitif: Biaya produksi harus bisa bersaing ketat dengan harga solar fosil pasaran.

  4. Pasokan Bahan Baku: Kepastian rantai pasok sawit berkelanjutan agar tidak mengganggu stok pangan nasional.

Meskipun tantangannya tidak kecil, kombinasi teknologi Katalis Merah Putih dan komitmen penuh hilirisasi menjadikan D100 Sawit sebagai simbol kedaulatan energi Indonesia yang siap menguncang peta energi dunia di masa depan.

#Industri Sawit #Perkebunan Sawit #BBM #Bahan Bakar Alternatif
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pertamina Kirim 20 Juta Liter Pertalite Amankan Ketersediaan BBM di Bali
Penguraian antrean BBM tersebut juga didukung oleh penguatan pasokan melalui jalur laut yang tiba pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Pertamina Kirim 20 Juta Liter Pertalite Amankan Ketersediaan BBM di Bali
Indonesia
11 Provinsi Alami Gangguan Pasokan BBM, Bahlih Perintahkan Pertamina Gandakan Kapal
Bahlil yang juga merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyampaikan telah menerima laporan dari Pertamina ihwal kendala distribusi
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
11 Provinsi Alami Gangguan Pasokan BBM, Bahlih Perintahkan Pertamina Gandakan Kapal
Indonesia
Stok Pertalite Turun Jadi 16-18 Hari, Bahlil Targetkan Pulih dalam Sepekan
Stok Pertalite kini menurun jadi 16 hingga 18 hari. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan penyebabnya.
Soffi Amira - Jumat, 16 Oktober 2026
Stok Pertalite Turun Jadi 16-18 Hari, Bahlil Targetkan Pulih dalam Sepekan
Indonesia
Penimbunan BBM Subsidi di Bali, Bahlil Minta Pelaku Diproses Hukum
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meminta polisi menindak tegas penimbun BBM di Bali. Hal itu menyusul langkanya BBM di daerah tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 16 Oktober 2026
Penimbunan BBM Subsidi di Bali, Bahlil Minta Pelaku Diproses Hukum
Indonesia
Warga Bali Antre Beli BBM, Gubernur Koster Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Kuota
Keterlambatan distribusi sehari mempengaruhi pasokan BBM yang ada di setiap SPBU.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Warga Bali Antre Beli BBM, Gubernur Koster Tegaskan Tidak Ada Pengurangan Kuota
Indonesia
Warga Tak Lagi Beli Pertamax, Stok Pertalite Menurun
Waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan stok Pertalite kembali di kisaran 20 hari seperti sebelumnya diperkirakan memakan waktu kurang lebih sepekan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 16 Oktober 2026
Warga Tak Lagi Beli Pertamax, Stok Pertalite Menurun
Indonesia
Atasi Kelangkaan di Bali, Pertamina Kirim Kapal Tangker Isi 57,9 Juta Liter BBM
Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan kedatangan kapal tanker secara bertahap pada 14–17 Oktober 2026 melalui Terminal Manggis dan Terminal Sanggaran.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Atasi Kelangkaan di Bali, Pertamina Kirim Kapal Tangker Isi 57,9 Juta Liter BBM
Indonesia
Antrean BBM Makin Parah, Bali Tetapkan Kerja dan Belajar dari Rumah 3 Hari Mulai Besok
Pemprov Bali berlakukan WFH dan sekolah daring 15-17 Oktober 2026 imbas antrean BBM. Simak aturan selengkapnya di sini!
Wisnu Cipto - Rabu, 14 Oktober 2026
Antrean BBM Makin Parah, Bali Tetapkan Kerja dan Belajar dari Rumah 3 Hari Mulai Besok
Indonesia
Antrean Beli BBM di Bali Rugikan Warga dan Pariwisata Pulau Dewata
Kondisi tersebut, merugikan aktivitas ekonomi masyarakat dan tidak sejalan dengan posisi sebagai destinasi pariwisata internasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Antrean Beli BBM di Bali Rugikan Warga dan Pariwisata Pulau Dewata
Indonesia
Antrean Panjang Beli BBM Terjadi di Pontianak, Pertamina Didesak Segera Bertindak
Ketersediaan stok perlu dijaga agar keterlambatan pengiriman di satu wilayah tidak memicu persoalan pasokan di wilayah lain.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 14 Oktober 2026
Antrean Panjang Beli BBM Terjadi di Pontianak, Pertamina Didesak Segera Bertindak
Bagikan