Kondisi Semeru Terkini, Didominasi Aktivitas Vulkanik Gempa Letusan

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 04 Maret 2026
Kondisi Semeru Terkini, Didominasi Aktivitas Vulkanik Gempa Letusan

Gunung Semeru yang terpantau dari Pos Pengamatan Gunung Semeru di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Rabu (4/3/2026). ANTARA/HO-PVMBG

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Aktivitas Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, pada status aktivitas vulkanik Level III (Siaga),

Gunung tertinggi di Jawa ini, masih didominasi aktivitas vulkanik berupa gempa letusan/erupsi selama enam jam terakhir pada Rabu (4/3).

"Pada pengamatan Rabu pukul 00.00-06.00 WIB terpantau Gunung Semeru mengalami 12 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 10-19 mm, dan lama gempa 58-99 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang.

Selain gempa letusan, juga tercatat satu kali gempa guguran dengan amplitudo 2 mm dan lama gempa 40 detik, kemudian 13 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 3-7 mm dan lama gempa 46-61 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 16 mm, S-P 14 detik dan lama gempa 39 detik.

Baca juga:

Siswi Tewas Terseret Lahar Dingin Semeru di Sungai Regoyo, Warga dan Motor Masih Nekat Terobos

"Untuk pengamatan secara visual, Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-II. Asap kawah tidak teramati. Cuaca berawan hingga mendung, angin lemah ke arah timur laut," tuturnya.

Berdasarkan data, jumlah letusan Gunung Semeru sejak 1 Januari hingga 3 Februari 2026 yang pernah tercatat sebanyak 419 kali dan jumlah tersebut tertinggi dibandingkan gunung lain yang statusnya siaga seperti Gunung Merapi yang belum terekam mengalami erupsi dan Gunung Ibu yang berstatus waspada tercatat jumlah letusannya sebanyak 358 kali dalam periode yang sama.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Rabu, 4 Maret 2026, pukul 08.40 WIB dengan visual letusan tidak teramati. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 147 detik," katanya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi, yakni masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," katanya.

#Erupsi Semeru #Gempa #Gunung Berapi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Jepang, Layanan Kereta Terganggu, Tidak Ada Peringatan Tsunami
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah timur Jepang.
Yusuf Abdillah - Minggu, 23 Agustus 2026
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Jepang, Layanan Kereta Terganggu, Tidak Ada Peringatan Tsunami
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Pulau Puah Sulawesi Tengah, Getaran Terasa hingga Gorontalo
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah perairan sekitar Sulawesi Tengah, Minggu (23/8) dini hari.
Yusuf Abdillah - Minggu, 23 Agustus 2026
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Pulau Puah Sulawesi Tengah, Getaran Terasa hingga Gorontalo
Merah Putih Kasih
JHL Foundation Bantu Warga Rukuramba Ende yang Tinggal di Tenda Darurat
Sebanyak 30 paket bantuan disalurkan JHL Foundation berisi beras 5 kilogram, telur, dan mi instan
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
JHL Foundation Bantu Warga Rukuramba Ende yang Tinggal di Tenda Darurat
Indonesia
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Ruteng Manggarai Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada
Gempa bumi magnitudo 5,2 guncang Ruteng, Manggarai, NTT hari ini. BMKG imbau warga waspada gempa susulan setelah catat ribuan getaran
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Ruteng Manggarai Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada
Indonesia
Masih Trauma Gempa Susulan, Warga Flores NTT Pilih Tidur di Bedeng Darurat
Warga Flores NTT masih dibayangi trauma gempa susulan hingga memilih tidur di bedeng darurat. Simak kisah warga Sikka dan aksi tanggap JHL Foundation di sini
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Masih Trauma Gempa Susulan, Warga Flores NTT Pilih Tidur di Bedeng Darurat
Indonesia
Bio Farma Kirim 3.000 Dosis Vaksin Tetanus Difteri Buat Lindungi Kesehatan Relawan Bencana NTT
Penyaluran vaksin tersebut dilakukan sesuai kebutuhan serta ketentuan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
Bio Farma Kirim 3.000 Dosis Vaksin Tetanus Difteri Buat Lindungi Kesehatan Relawan Bencana NTT
Indonesia
PDIP Kirim Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa NTT
RS Apung Laksamana Malahayati memiliki berat GT (Gross Tonage) 262 ton, berukuran panjang 30 meter dengan lebar 9 meter dan ketinggian dtaft 2 meter. Kapal itu memiliki kecepatan maksimal 7 knot.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
PDIP Kirim Kapal RS Laksamana Malahayati Bantu Korban Gempa NTT
Indonesia
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Angka itu berasal dari kajian Damage and Loss Assessment (DALA) Direktorat Riset, Kajian, dan Pengembangan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berdasarkan data hingga 18 Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
BAZNAS Proyeksikan Kerugian Akibat Gempa Bumi di NTT Rp 2,2 Triliun
Indonesia
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) merilis sejumlah terobosan khusus terkait dengan kesiapan bencana dalam bentuk pembangunan rumah.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
3 Teknologi untuk Rumah Tahan Gempa, dari Seismic Rubber Bearing hingga Papan Komposit Polimer
Indonesia
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
BMKG mencatat hingga Jumat (21/8) pukul 05.00 WIB telah terjadi 4.256 gempa susulan setelah gempa utama pada Sabtu (15/8).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
Bagikan