MerahPutih.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data korban gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga Jumat (21/8) sebanyak 78 orang dilaporkan meninggal dunia.
Data tersebut bertambah tiga korban dibandingkan laporan sebelumnya. Selain korban meninggal, BNPB mencatat 953 orang mengalami luka-luka dan 95.871 warga masih mengungsi.
PT Bio Farma (Persero) menyalurkan sebanyak 3.000 dosis vaksin tetanus difteri untuk mendukung perlindungan kesehatan relawan dan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Direktur Utama PT Bio Farma, Shadiq Akasya mengatakan penyaluran vaksin tersebut dilakukan sesuai kebutuhan serta ketentuan pelayanan kesehatan di wilayah terdampak bencana.
Baca juga:
Indonesia Tolak Bantuan Asing untuk Korban Gempa NTT, Fokus Maksimalkan Sumber Daya Nasional
Kami memastikan sumber daya kesehatan yang kami miliki dimanfaatkan secara tepat, relevan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak,
ujar Shadiq dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jumat (21/8).
Ia mengatakan pihaknya juga menyalurkan sejumlah kebutuhan dasar dan kesehatan berupa hygiene kit, selimut, makanan dan minuman, susu, serta kebutuhan bayi dan balita, termasuk popok.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan kesehatan dan kebutuhan dasar relawan maupun masyarakat terdampak selama masa tanggap darurat.
Shadiq mengatakan penyerahan bantuan dilakukan secara bertahap sejak 17 Agustus 2026 dan hingga kini masih terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Dalam situasi bencana, kebutuhan masyarakat menjadi fokus respons kami. Kami memastikan sumber daya kesehatan yang kami miliki dimanfaatkan secara tepat, relevan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak,
katanya.
Ia menjelaskan kekuatan Bio Farma Group terletak pada kapabilitas yang saling melengkapi, mulai dari produk vaksin, produk farmasi dan layanan kesehatan, hingga distribusi serta berbagai sumber daya pendukung kesehatan.
Dalam konteks kebencanaan, kapabilitas tersebut kami gerakkan secara terkoordinasi. Bukan sebagai respons yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan sebagai satu kekuatan Bio Farma Group untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung penanganan dan pemulihan yang lebih terpadu,
ujarnya.