Merahputih.com - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,9 mengguncang wilayah timur Jepang, termasuk kawasan Tokyo, pada Minggu (23/8) dini hari.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mencatat gempa terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat. Episentrum berada di bagian selatan Prefektur Ibaraki dengan kedalaman sekitar 70 kilometer.
Baca juga:
34 Nyawa Melayang, Jepang Masih Selidik Keterkaitan 9 Kasus dengan Gempa Kumamoto
Tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan setelah gempa tersebut.
Guncangan mencapai intensitas maksimum 5 lemah pada skala seismik Jepang di sejumlah wilayah Ibaraki, Saitama, Chiba, dan Tokyo.
Lebih dari 20 Orang Terluka
Lebih dari 20 orang mengalami luka-luka di sejumlah prefektur sekitar Tokyo. Sebagian besar korban terjatuh atau terbentur benda saat tidur.
Hingga laporan awal disampaikan, belum ada laporan mengenai korban jiwa akibat gempa tersebut.
Baca juga:
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Pulau Puah Sulawesi Tengah, Getaran Terasa hingga Gorontalo
Kereta Terganggu, Ratusan Rumah Sempat Padam
Gempa juga berdampak pada sejumlah fasilitas dan layanan transportasi. Beberapa kereta ekspres yang menghubungkan Tokyo dengan Bandara Narita mengalami keterlambatan. Sejumlah layanan kereta menuju kawasan timur laut Jepang juga terdampak.
Sementara itu, layanan kereta cepat Shinkansen tetap beroperasi.
Pembangkit Listrik Tanaga Nuklir Aman
Otoritas Regulasi Nuklir Jepang menyatakan tidak menerima laporan mengenai gangguan di sekitar fasilitas nuklir maupun fasilitas lain yang menangani material nuklir.
Pemerintah Jepang langsung membentuk satuan tugas untuk menilai kemungkinan kerusakan dan dampak gempa.
Gempa ini terjadi sekitar sebulan setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Kumamoto di Pulau Kyushu. Gempa tersebut menyebabkan 38 orang meninggal dunia, 364 orang terluka, serta merusak ribuan bangunan.