Kondisi ini Bisa Terjadi Jika Memakai Tabir Surya Kedaluwarsa

Febrian AdiFebrian Adi - Selasa, 16 Mei 2023
Kondisi ini Bisa Terjadi Jika Memakai Tabir Surya Kedaluwarsa

Tabir surya mengandung sejumlah senyawa anorganik. (Foto: Pexels/Moose Photos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

TABIR surya memang menjadi salah satu solusi untuk melidungi kulit dari sengatan matahari. Namun, bagaimana bila kamu kurang jeli dalam memakainya, ketika mengoleskan tabir surya ternyata tanggalnya bertuliskan sudah lewat masanya atau kedaluwarsa.

Biasanya, masalah utama yang akan muncul ketika seseorang menggunakan tabir surya kedaluwarsa adalah sunburn atau kondisi iritasi pada kulit akibat paparan sinar ultraviolet (UV) dari matahari yang berlebihan. Namun, kondisi ini justru bisa semakin berbahaya. Termasuk meningkatkan risiko kanker kulit dan menyebabkan kulit menua sebelum waktunya.

“Setelah tabir surya kedaluwarsa, maka benda ini kehilangan kemanjurannya dan tidak akan memberi perlindungan,” ucap pakar dermatologi di Westlake Dermatology Texas Neil Farnsworth MD seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (13/5).

Baca juga:

Tabir Surya Bisa Menimbulkan Alergi

Perhatikan label tanggal untuk pastikan tabir surya tak kedaluwarsa. (Foto: Unsplash/Batch)

Lebih lanjut, menurut Cleveland Clinic dampak ini kemungkinan besar bisa muncul untuk tabir surya yang mengandung bahan-bahan seperti avobenzone atau octinoxate yang bisa terurai dengan cepat.

Adapun tabir surya kedaluwarsa juga bisa mengoksidasi atau menampung bakteri yang berpotensi memicu reaksi alergi, ruam, hingga jerawat pada tubuh.

Cara termudah mengetahui masa pakai produk ini yakni melihat tanggal kedaluwarsanya. Namun apabila tak menemukannya, maka seseorang bisa mengamati sejumlah tanda produk sudah melewati masa pakai yaitu tampak berair, kering atau berpasir, warnanya dan baunya berubah.

Tabir surya mengandung sejumlah senyawa anorganik, seperti seng oksida atau titanium dioksida. Beberapa zat ini yang berperan penting dalam melindungi kulit dari sinar matahari dengan menyerap atau memantulkan sinar ultraviolet (UV).

Baca juga:

Aturan Wajib Memakai Tabir Surya

Perhatikan juga tempat penyimpanannya. (Foto: Unsplash/Dushwan)

Sayangnya, penyimpanan yang terlalu lama hingga tabir surya mencapai masa kedaluwarsa atau berada di tempat yang salah bisa mengubah zat tersebut.

Tanggal kedaluwarsa biasanya tiga tahun setelah tabir surya diproduksi dan ini tercantum pada botol atau tabung tabir surya. Namun bila tidak, sebaiknya tuliskan tanggal pada produk saat kamu membelinya.

Sementara itu, pakar kesehatan di Mayo Clinic mengingatkan orang-orang menjauhkan tabir surya dari sinar matahari langsung. Saat mereka berada di luar, sebaiknya simpan tabir surya di tempat teduh atau bungkus dengan handuk. (far)

Baca juga:

Mencegah Tabir Surya Menggumpal

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan