MerahPutih.com - RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) mengungkap kabar terkini Wakil Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Saat ini, Andrie tengah menjalani perawatan usai menderita luka parah akibat disiram air keras orang orang tak dikenal.
Menurut Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara, Andrie mengalami luka bakar pada sejumlah anggota tubuh.
"Dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan," kata Yoga dalam keterangan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/3).
Baca juga:
Setibanya di IGD, Yoga menyebut tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi.
"Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka," ujar Yoga.
Sebagai penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk menurunkan efek zat kimia serta menormalkan kondisi jaringan.
Yoga mengatakan saat masuk IGD, diagnosa awalnya, yaitu terdapat luka bakar sekitar 24 persen akibat reaksi inflamasi dari cairan keras yang mengenai kulit.
Baca juga:
"Luka tersebut terutama terdapat pada area wajah, khususnya di sisi kanan, termasuk pada mata kanan, kedua tangan, serta bagian dada," ungkap Yoga.
Kemudian, sesuai penilaian medis Dokter Penanggungjawab Pelayanan (DPJP), terdapat koreksi penilaian medis yang menyatakan Andrie mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh, serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut.
"Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea," jelas Yoga.
Sementara untuk menangani kondisi tersebut, dia menyebutkan pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan, serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan.
Baca juga:
KontraS Bantah Andrie Yunus Operasi Cangkok Mata Usai Disiram Air Keras
Selanjutnya, pasien dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan pemantauan dan perawatan lebih lanjut secara komprehensif oleh tim medis multidisiplin yang terdiri atas dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan.
"Terapi yang diberikan meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol," tutur Yoga.
Saat ini, kata dia, kondisi umum pasien sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa. Penanganan medis terus dilakukan secara bertahap, sesuai dengan perkembangan kondisi pasien.
"Termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan," ungkap Yoga.
Terapi yang diberikan, katanya, meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol.
"RSCM berkomitmen memberikan pelayanan medis yang komprehensif dan profesional bagi setiap pasien yang membutuhkan penanganan kasus trauma kompleks serupa," ujarnya.
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tengah menyelidiki 86 kamera pengawas (CCTV) di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengusut kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. (knu)