Komisi IX DPR Dukung Pembahasan RUU Pekerja Gig

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Komisi IX DPR Dukung Pembahasan RUU Pekerja Gig

Gedung DPR RI. (Foto: MerahPutih.com/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - KOMISI IX DPR RI secara tegas menyatakan dukungan mereka agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Pekerja Gig atau RUU Gig dapat disahkan menjadi undang-undang yang berdiri sendiri. Langkah ini dinilai mendesak untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan hak-hak dasar bagi pekerja gig di tengah tren fleksibilitas kerja yang kian masif.

Dukungan tersebut disuarakan Kapoksi Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKB Zainul Munasichin dalam focus group discussion (FGD) bertema Bebas Tapi Cemas, Mengapa Gen Z dan Gen Alpha Butuh UU Khusus Pekerja Gig? di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (8/9).

Zainul memandang fleksibilitas yang menjadi ciri khas gig economy tidak boleh dijadikan alasan untuk melunturkan perlindungan terhadap tenaga kerja. Negara perlu menghadirkan regulasi khusus yang mampu beradaptasi dengan dinamika zaman, tanpa mematikan karakter fleksibel yang diandalkan oleh para pekerja, khususnya generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha.

"Pekerja gig perlu mendapatkan payung hukum yang memastikan ketika seseorang bekerja dalam situasi yang fleksibel dan dinamis, dia tidak kehilangan hak-haknya. Hak tersebut melekat baik sebagai pekerja maupun sebagai warga negara. Kami di Komisi IX mendukung upaya Wakil Ketua Komisi V Syaiful Huda yang saat itu sedang mendorong usul inisiatif RUU Pekerja Gig," ujar Zainul.

Baca juga:

Fraksi PKB DPR Tegaskan Pekerja Gig Harus Dapat Perlindungan



Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya jaminan perlindungan secara komprehensif, terutama ketika hubungan kerja atau masa kontrak telah berakhir. Perlindungan ini mencakup pemenuhan hak finansial akhir, penyediaan jaminan sosial sebagai bantalan pengaman saat kehilangan pekerjaan, hingga akses pembukaan peluang untuk kembali terserap ke pasar kerja.

Selain menyoroti perlindungan di tingkat hilir, Zainul juga menyoroti pentingnya pembenahan di sektor hulu, yakni iklim usaha dan investasi. Tingginya incremental capital output ratio (ICOR) di Indonesia dinilai membuat biaya penciptaan lapangan kerja masih relatif mahal, dengan investasi senilai kurang lebih Rp 689 juta baru mampu menyerap satu tenaga kerja, dari idealnya sekitar Rp 500 juta.

"Di tengah maraknya hubungan kerja non-permanen—baik melalui kontrak pendek maupun lewat platform digital—negara memiliki kewajiban untuk memastikan keberlanjutan akses kerja bagi masyarakat," ujarnya.

Zainul membedakan bahwa pekerja gig berbasis platform digital masuk dalam kategori pekerja digital, sementara yang bekerja secara fleksibel di luar platform dikategorikan sebagai tenaga kerja informal. Melalui RUU Gig yang mandiri, seluruh variasi model kerja baru ini diharapkan memiliki kepastian payung hukum yang adil dan berkelanjutan.(Pon)

Baca juga:

DPR Tekankan Pentingnya Transparansi Algoritma dalam RUU Pekerja Gig



#Pekerja GIG #DPR RI #Komisi IX
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Komisi IX DPR Dukung Pembahasan RUU Pekerja Gig
Negara perlu menghadirkan regulasi khusus yang mampu beradaptasi dengan dinamika zaman, tanpa mematikan karakter fleksibel.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Komisi IX DPR Dukung Pembahasan RUU Pekerja Gig
Indonesia
Bandung Barat Bersatu Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Tata Kelola Pemerintahan hingga Anggaran
Bandung Barat Bersatu menyampaikan aspirasi di DPR RI. Mereka menyoroti tata kelola pemerintahan.
Soffi Amira - Rabu, 09 September 2026
Bandung Barat Bersatu Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Tata Kelola Pemerintahan hingga Anggaran
Indonesia
Legislator Gerindra Dorong Transparansi dan Optimalisasi Badan Pemulihan Aset
Badan Pemulihan Aset (BPA) diminta meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan optimalisasi pemulihan aset bagi negara.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Legislator Gerindra Dorong Transparansi dan Optimalisasi Badan Pemulihan Aset
Indonesia
Kader Nasdem Anggota DPR RI Eva Stevany Masuk Desil 4, Disebut Kekeliruan dan Langsung Diperbaiki
Menurut pencatatan jumlah harta kekayaan (LHKPN) 2026, sosok politisi dari Nasdem tersebut sudah memiliki total harta sebanyak Rp 3,5 miliar lebih.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Kader Nasdem Anggota DPR RI Eva Stevany Masuk Desil 4, Disebut Kekeliruan dan Langsung Diperbaiki
Indonesia
Fraksi PKB DPR Tegaskan Pekerja Gig Harus Dapat Perlindungan
Perkembangan pekerjaan gig menunjukkan dunia kerja Indonesia mengalami perubahan yang signifikan.
Dwi Astarini - Selasa, 08 September 2026
Fraksi PKB DPR Tegaskan Pekerja Gig Harus Dapat Perlindungan
Indonesia
RUU Perampasan Aset Bukan untuk Tekan Lawan Politik, DPR: Sasar Kejahatan Terorganisasi
DPR RI menegaskan bahwa RUU Perampasan Aset bukan untuk menekan lawan politik. Masyarakat diminta untuk tak khawatir.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
RUU Perampasan Aset Bukan untuk Tekan Lawan Politik, DPR: Sasar Kejahatan Terorganisasi
Indonesia
DPR Setujui Revisi UU Pemerintahan Aceh Jadi RUU Usul Inisiatif, 27 Ketentuan Diubah
DPR RI menyetujui revisi UU Pemerintahan Aceh. Ada 27 ketentuan yang bakal diubah dalam UU tersebut.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
DPR Setujui Revisi UU Pemerintahan Aceh Jadi RUU Usul Inisiatif, 27 Ketentuan Diubah
Indonesia
Anak Krakatau Erupsi, DPR Minta Pemerintah Perkuat Peringatan Dini
Kesiapsiagaan dini dinilai akan mengurangi risiko negatif baik dari jumlah korban maupun kerusakan material. 

Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Anak Krakatau Erupsi, DPR Minta Pemerintah Perkuat Peringatan Dini
Indonesia
DPR Dorong Kemendag Kendalikan Harga Beras
Kenaikan harga beras perlu segera diantisipasi karena merupakan salah satu kebutuhan pangan pokok masyarakat Indonesia yang dikonsumsi hampir setiap hari. 

Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
DPR Dorong Kemendag Kendalikan Harga Beras
Indonesia
Tiga Warga Meninggal, DPR Desak Larangan Total Sound Horeg
Desakan tersebut muncul setelah tiga warga di Jawa Timur yang dilaporkan meninggal dunia selama Agustus.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
Tiga Warga Meninggal, DPR Desak Larangan Total Sound Horeg
Bagikan