Bandung Barat Bersatu Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Tata Kelola Pemerintahan hingga Anggaran

Soffi AmiraSoffi Amira - Rabu, 09 September 2026
Bandung Barat Bersatu Gelar Aksi di Jakarta, Soroti Tata Kelola Pemerintahan hingga Anggaran

Bandung Barat Bersatu gelar aksi di Gedung DPR, Rabu (9/9). Foto: Dok. Bandung Barat Bersatu

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Bandung Barat Bersatu menyampaikan aspirasi di Gedung DPR RI dan kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, Rabu (9/9) siang.

Pada aksi tersebut, massa menyuarakan sejumlah perhatian terkait penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Bandung Barat.

Aksi tersebut dikoordinatori oleh M. Ridho selaku Koordinator Lapangan (Korlap). Massa menyampaikan sejumlah aspirasi, antara lain terkait percepatan pembangunan, tata kelola pemerintahan, pengelolaan aset daerah, realisasi anggaran, serta pelayanan publik.

Baca juga:

Kader Nasdem Anggota DPR RI Eva Stevany Masuk Desil 4, Disebut Kekeliruan dan Langsung Diperbaiki

Bandung Barat Bersatu Sampaikan Aspirasi di DPR

Melalui orasinya, Ridho mengatakan, kedatangan mereka ke Jakarta merupakan bagian dari upaya menyampaikan aspirasi masyarakat Bandung Barat kepada pemerintah dan lembaga negara.

Kami datang ke Jakarta bukan untuk mencari panggung. Kami datang membawa suara masyarakat Bandung Barat. Kami ingin pemerintah pusat dan DPR RI mendengar, melihat, dan menindaklanjuti apa yang selama ini menjadi keresahan masyarakat.

kata Ridho

Selain persoalan kinerja pemerintahan, massa turut meminta perhatian terhadap pengelolaan aset milik pemerintah daerah.

Mereka mendorong agar data dan pengelolaan aset daerah dilakukan secara tertib dan transparan sesuai ketentuan.

Baca juga:

DPR Setujui Permintaan Presiden Prabowo Tambah Anggaran Mitigasi Bencana, asal Bermanfaat

“Aset daerah adalah aset rakyat. Kami meminta pengelolaannya dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.”

Massa juga menyampaikan aspirasi terkait pelaksanaan anggaran dan pembangunan daerah.

Mereka berharap, program pembangunan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat yang nyata.

“Rakyat membutuhkan pembangunan dan pelayanan publik yang dapat dirasakan manfaatnya. Karena itu, kami berharap anggaran daerah dapat digunakan secara efektif, transparan, dan tepat sasaran.”

Pada aksi tersebut, Bandung Barat Bersatu turut menyoroti sejumlah jabatan aparatur yang dinilai perlu mendapat perhatian, termasuk posisi strategis yang masih kosong atau dijalankan oleh pelaksana tugas.

Massa berharap pengisian jabatan di lingkungan pemerintah daerah dilakukan berdasarkan kompetensi, kebutuhan organisasi, serta mekanisme yang berlaku.

Baca juga:

PJJ Diterapkan akibat Abu Vulkanik, DPR Minta Sekolah Pastikan Siswa Tetap Belajar Efektif

Sedangkan di bidang pendidikan, massa juga meminta pemerintah memberikan perhatian terhadap kondisi sejumlah fasilitas sekolah yang membutuhkan perbaikan.

Mereka mendorong agar anggaran pendidikan dapat diarahkan secara optimal untuk mendukung proses belajar mengajar dan peningkatan kualitas fasilitas pendidikan.

Dana BOS hingga Pengelolaan Keuangan Daerah Harus Diawasi

Selain itu, massa meminta adanya perhatian dan evaluasi terhadap penggunaan anggaran, termasuk dana BOS, hibah, belanja pembangunan, serta pengelolaan keuangan daerah.

Mereka menekankan, bahwa setiap persoalan yang ditemukan perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme pemeriksaan dan pengawasan sesuai kewenangan lembaga terkait.

Ridho berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti pada aksi demonstrasi, tetapi dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah maupun lembaga terkait.

Massa menyampaikan sejumlah seruan, di antaranya mengenai evaluasi kinerja pemerintahan, transparansi aset daerah, pengawasan anggaran, percepatan pembangunan, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Bandung Barat Bersatu menegaskan, bahwa aspirasi yang mereka sampaikan ditujukan untuk mendorong evaluasi dan perbaikan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bandung Barat.

Seluruh persoalan yang disampaikan dalam aksi tersebut selanjutnya menjadi kewenangan pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk memberikan penjelasan, melakukan klarifikasi, maupun mengambil langkah sesuai aturan yang berlaku. (knu)

#Aksi Massa #Bandung Barat #DPR RI
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ada Aksi Demo di Monas dan Balai Kota, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
Aksi di kawasan Monas dan Balai Kota membuat sejumlah rute Transjakarta mengalami perpendekan dan pengalihan perjalanan. Simak rute dan halte yang terdampak.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 20 Oktober 2026
Ada Aksi Demo di Monas dan Balai Kota, Sejumlah Rute Transjakarta Dialihkan
Indonesia
Demo Jakarta 20 Oktober 2026, ini Daftar Jalan Alternatif dan Titik Aksi
Demo Jakarta 20 Oktober 2026 akan dimulai pukul 10.00 WIB. Ada sejumlah jalan alternatif yang bisa dilalui.
Soffi Amira - Selasa, 20 Oktober 2026
Demo Jakarta 20 Oktober 2026, ini Daftar Jalan Alternatif dan Titik Aksi
Indonesia
Karhutla Berbulan-bulan, DPR Desak Pemerintah Pertimbangkan Bantuan Singapura
Penerimaan bantuan luar negeri bukan berarti Indonesia tidak memiliki kemampuan.
Yusuf Abdillah - Sabtu, 17 Oktober 2026
Karhutla Berbulan-bulan, DPR Desak Pemerintah Pertimbangkan Bantuan Singapura
Indonesia
Warga Dikepung Asap Karhutla, DPR Ingatkan Pejabat jangan Asal Bicara
Penanganan bencana tidak cukup hanya mengandalkan koordinasi dan pernyataan resmi.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
Warga Dikepung Asap Karhutla, DPR Ingatkan Pejabat jangan Asal Bicara
Indonesia
Baleg DPR dan Pemerintah Targetkan RUU Hak Cipta Rampung Sebelum Akhir Desember 2026
Baleg DPR RI dan pemerintah tetap mengejar target penyelesaian RUU Hak Cipta pada 17 Desember 2026 meski pembahasan DIM disesuaikan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 08 Oktober 2026
Baleg DPR dan Pemerintah Targetkan RUU Hak Cipta Rampung Sebelum Akhir Desember 2026
Indonesia
Cuti Melahirkan hingga Aturan Magang Berubah, Ini Isi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
UU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan. Regulasi ini mengatur larangan menahan ijazah, pesangon, JKP, cuti pekerja perempuan, magang, disabilitas, dan sanksi.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Cuti Melahirkan hingga Aturan Magang Berubah, Ini Isi UU Pelindungan Ketenagakerjaan
Indonesia
DPR Resmi Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam Rapat Paripurna, Terdiri dari 23 Bab dan 313 Pasal
DPR RI mengesahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi undang-undang dalam rapat paripurna, Selasa (6/10). UU ini terdiri dari 23 bab dan 313 pasal.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
DPR Resmi Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan dalam Rapat Paripurna, Terdiri dari 23 Bab dan 313 Pasal
Indonesia
Ada Demo 6-8 Oktober 2026 di Gedung MPR/DPR, Pengendara Diminta Hindari Jalan Gatot Subroto
Demo di Gedung MPR/DPR akan berlangsung 6-8 Oktober 2026. Polisi pun menyiapkan sejumlah jalan alternatif.
Soffi Amira - Selasa, 06 Oktober 2026
Ada Demo 6-8 Oktober 2026 di Gedung MPR/DPR, Pengendara Diminta Hindari Jalan Gatot Subroto
Indonesia
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Usul tersebut bukan untuk menambah jumlah anggota DPRD dari 106 menjadi 180–220 kursi, melainkan untuk memastikan 106 saat ini tetap dapat dipertahankan.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
DPRD DKI Lobi DPR soal UU DKJ, Minta 106 Kursi Dipertahankan
Indonesia
DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB
Pengalaman panjang Tata, termasuk kiprahnya di PBB, menjadi modal penting untuk memimpin Kemenlu di tengah dinamika internasional yang semakin kompleks.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Oktober 2026
DPR Harap Diplomasi RI makin Kuat, Soroti Rekam Jejak Menlu Arrmanatha Nasir sebagai Diplomat di PBB
Bagikan