Komisi III DPR Bentuk Panja RUU Polri, Habiburokhman Jadi Ketua

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Senin, 25 Mei 2026
Komisi III DPR Bentuk Panja RUU Polri, Habiburokhman Jadi Ketua

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Foto: MerahPutih/Didik Setiawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Komisi III DPR RI resmi membentuk panitia kerja (Panja) untuk membahas revisi Undang-Undang Polri. Panja tersebut dipimpin langsung Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.

Keputusan itu diambil dalam rapat kerja Komisi III DPR bersama Menteri Hukum Supratman Andi Agtas dan sejumlah perwakilan pemerintah di ruang rapat Komisi III DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/5).

“Langsung teman-teman hari ini dalam rapat ini kita sepakati Panja. Teman-teman sepakati kita bentuk Panja?” tanya Habiburokhman dalam rapat.

Usulan tersebut langsung disetujui anggota Komisi III DPR yang hadir.

Baca juga:

Raker Menteri Hukum dengan Baleg DPR Sepakati Bentuk Panja RUU Polri

Habiburokhman Ditunjuk Jadi Ketua Panja

Setelah panitia kerja disepakati, Habiburokhman juga ditunjuk sebagai Ketua Panja RUU Polri.

“Dan ini kita mohon berkenan untuk Ketua Panja Habiburokhman disetujui?” tanya dia.

“Setuju,” jawab anggota rapat.

Pembentukan panja menjadi tahap lanjutan pembahasan revisi UU Polri yang sebelumnya telah masuk agenda legislasi DPR.

Baca juga:

Pemerintah Usulkan Batas Usia Pensiun Polisi Diubah dalam Revisi UU Polri

Lima Poin Penting Revisi UU Polri

Dalam rapat tersebut, pemerintah melalui Menteri Hukum Supratman Andi Agtas juga memaparkan sejumlah poin yang menjadi perhatian dalam revisi UU Polri.

Berikut lima poin utama yang akan dibahas:

  • Penguatan Prinsip Transparansi dan Humanis

Revisi diarahkan untuk memperkuat prinsip transparansi, profesionalisme, akuntabilitas, dan pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas serta wewenang Polri.

  • Penataan Jabatan Anggota Polri Aktif

Pemerintah juga menyoroti penempatan anggota Polri aktif pada jabatan di luar struktur kepolisian.

  • Penyesuaian Batas Usia Pensiun

Ketentuan mengenai batas usia pensiun anggota Polri akan disesuaikan sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia yang profesional dan berorientasi pada kepentingan organisasi serta negara.

  • Penguatan Kurikulum Pendidikan Kepolisian

Materi perlindungan HAM, demokrasi, dan prinsip humanis akan diperkuat dalam kurikulum pendidikan kepolisian.

  • Penguatan Kompolnas

Pemerintah mengusulkan penguatan kelembagaan Komisi Kepolisian Nasional melalui penambahan tugas dan kewenangan serta penataan keanggotaan yang lebih terbuka, transparan, dan berbasis kompetensi.

(Pon)

#RUU Polri #Komisi III DPR #Habiburokhman #Supratman Andi Agtas
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DPR Desak Polri Bongkar Bandar Besar Narkoba Kampung Bahari hingga Aliran Dana
Penangkapan harus menjadi pintu masuk untuk membongkar bandar, pemasok, pengendali, hingga pihak yang diduga memberikan perlindungan terhadap jaringan narkoba.
Dwi Astarini - Selasa, 03 November 2026
DPR Desak Polri Bongkar Bandar Besar Narkoba Kampung Bahari hingga Aliran Dana
Indonesia
Buntut Pesta Narkoba di Hotel Surabaya, Gerindra Resmi Pecat 3 Anggota DPRD Jatim!
Tiga anggota DPRD Jatim resmi dipecat Partai Gerindra usai terciduk pesta narkoba di sebuah hotel di Surabaya. Cek kronologi dan fakta lengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 03 November 2026
Buntut Pesta Narkoba di Hotel Surabaya, Gerindra Resmi Pecat 3 Anggota DPRD Jatim!
Indonesia
RUU Perampasan Aset Disiapkan untuk Kembalikan Uang Korban Investasi Bodong
Aset hasil tindak pidana investasi bodong diharapkan dapat dirampas dan dikembalikan kepada korban, bukan justru masuk ke kas negara.
Dwi Astarini - Jumat, 30 Oktober 2026
RUU Perampasan Aset Disiapkan untuk Kembalikan Uang Korban Investasi Bodong
Indonesia
Investor Asing dan Lokal Dijadikan Tersangka Karhutla, DPR Tegas Minta Usut Tuntas
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni memuji penegakan hukum yang dilakukan Polri.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Investor Asing dan Lokal Dijadikan Tersangka Karhutla, DPR Tegas Minta Usut Tuntas
Indonesia
DPR Khawatir Nilai Aset Rampasan Turun, Minta Pengelolaannya Dimaksimalkan
Pengelolaannya juga perlu diperhatikan agar nilai ekonominya tidak menyusut dan potensi penerimaan negara dapat dimaksimalkan.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
DPR Khawatir Nilai Aset Rampasan Turun, Minta Pengelolaannya Dimaksimalkan
Indonesia
DPR Wanti-Wanti Kepentingan Asing Menyusup dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Pembahasan regulasi tersebut harus tetap berorientasi pada kepentingan nasional, terutama dalam memperbaiki penegakan hukum di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
DPR Wanti-Wanti Kepentingan Asing Menyusup dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Indonesia
Komisi III DPR Sebut RUU Perampasan Aset Berpotensi Disahkan sebelum 15 Desember
Salah satu langkah yang ditempuh yakni memajukan jadwal rapat dengar pendapat umum (RDPU) untuk menyerap masukan dari masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Komisi III DPR Sebut RUU Perampasan Aset Berpotensi Disahkan sebelum 15 Desember
Indonesia
Tak Cukup Tangkap Pengedar, Pemberantasan Narkoba Harus Putus Jaringan Produksi
Keterlibatan langsung pemimpin Polri menjadi bentuk komitmen dalam melindungi masyarakat, terutama generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.
Dwi Astarini - Senin, 26 Oktober 2026
Tak Cukup Tangkap Pengedar, Pemberantasan Narkoba Harus Putus Jaringan Produksi
Indonesia
Wacana Larangan Total Vape di Indonesia, DPR Soroti Bahaya Narkoba Cair
Komisi III DPR mendukung usulan Kapolri untuk melarang total vape di Indonesia. Hal itu terkait temuan narkoba dalam liquid vape.
Soffi Amira - Sabtu, 24 Oktober 2026
Wacana Larangan Total Vape di Indonesia, DPR Soroti Bahaya Narkoba Cair
Indonesia
Karya Jurnalistik Diakui sebagai Hak Cipta, Wartawan Berpeluang Terima Royalti
Namun, mekanisme pemberian royalti tersebut masih menunggu pengaturan lebih lanjut melalui peraturan turunan.
Dwi Astarini - Senin, 12 Oktober 2026
Karya Jurnalistik Diakui sebagai Hak Cipta, Wartawan Berpeluang Terima Royalti
Bagikan