Kemenkominfo Siap Dukung Pemulihan Parekraf
ada dua taktik yang akan dilakukan Kominfo untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Foto: pixabay/kkinika)
USMAN Kansong selaku Direktur Jendral Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatikan (Kominfo), menjelaskan, bahwa ada dua taktik untuk mempercepat pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di tengah masa pandemi COVID-19.
Usman menjelaskan pihaknya sangat mendukung pemulihan pariwasata dan ekonomi kreatif melalui dua cara.
Baca Juga:
"Pertama ialah menyiapkan infrastruktur jaringan internet. Kedua dengan mendukung komunikasi publik," tutur Usman Kansong, seperti dikutip ANTARA.
Mengenai cara pertama, yakni penguatan infrastruktur, jaringan internet akan disiapkan untuk seluruh wilayah administratif pemerintah serta permukiman penduduk, khususnya di daerah 3T (terdepan, terpencil dan tertinggal).
Setelah menyediakan sinyal yang lebih merata, Kemenkominfo akan mendorong sejumlah operator seluler untuk menyelesaikan pembangunan menara BTS dengan lebih masif. Tujuannya, agar sinyal yang ada dapat semakin merata serta bisa dirasakan masyarakat luas.
Dengan persiapan infrastuktur internet yang mumpuni, tentu para wisatawan dan pelaku ekonomi kreatif di wilayah yang sebelumnya kesulitan sinyal dapat lebih cepat mengakses informasi dari gadget mereka.
Kesiapan infrastuktur untuk sinyal internet 4G difokuskan untuk di kawasan wisata sehingga bisa menyokong smart traveller serta menjadikan kawasan wisata tersebut sebagai smart destination sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Selain infrastuktur, talenta digital dari kalangan pelaku usaha ekonomi kreatif pun sangat penting untuk diasah. Seperti halnya dengan pelatihan yang dilakukan oleh Kementerian Kominfo.
Baca Juga:
Kemudian, cara yang kedua ialah menjadi sebuah koridor besar dalam pemulihan ekonomi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang dilakukan oleh Kemkominfo. Yakni menyiapkan komunikasi publik yang menarik dan efektif.
"Strategi komunikasi publik yang kami lakukan nomor satu adalah fokus pada kelompok masyarakat yang masih ragu terkait kesiapan protokol kesehatan di tempat wisata," ujar Usman.
Pada kurun waktu satu bulan terakhir, kasus COVID-19 menuru secara signifikan, sehingga penanganan pandemi serta rencana pemulihan ekonomi khususnya dari sektor parekraf sudah semakin matang.
Tapi, tak sedikit masyarakat yang tidak begitu percaya pada penanganan serta rencana pemerintah. Karena itu, dibutuhkan komunikasi publik yang positif serta berkelanjutan. Hal itu agar sektor parekraf dapat kembali mendapat perhatian dari masyarakat.
Adanya berita baik terkait program, kebijakan pemerintah, kesiapan pariwisata di Indonesia yang berbasis Clean, Health, Safety dan Environment (CHSE), serta protokol kesehatan ke sejumlah media, merupakan salah satu cara Kominfo untuk memperoleh kepercayaan masyarakat.
Selain itu, Komifo pun terus menyuguhkan informasi pada masyarakat, untuk terus menjaga penerapan protokol kesehatan ketika bekerja di bidang kreatif atau berlibur. Sehingga penangan pandemi serta pemulihan ekonomi dapat berjalan dengan lancar.
Tak hanya itu, Kemkominfo juga turut memberantas sejumlah berita misinformasi dan hoaks, terkait penanganan pandemi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, agar kepercayaan masyarakat bisa meningkat. (Ryn)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel