Komentar Golkar Soal Pidato Grace Natalie yang Tuai Polemik
Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily. (Ist)
MerahPutih.com - Partai Golkar tidak terganggu dengan pidato Ketua Umum DP Partai Solidaritas Indonesia, Grace Natalie, yang menyebut PDI Perjuangan dan Golkar terlibat aktif dalam merancang, mengesahkan, dan menerapkan 58 Perda Syariah di Indonesia.
"Kami tidak merasa terganggu dengan pidato Grace Natalie. Partai Golkar sudah memiliki pemilih ideologis dan mengakar. Mereka tidak akan terganggu dengan isu yang terlalu normatif," kata Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily seoerti dilansir Antara, Selasa (13/3).
Ia menekankan, Partai Golkar sudah banyak berbuat yang terbaik untuk rakyat. Di sisi lain rakyat sudah sangat merasakan kinerja Partai Golkar terutama berkaitan hal-hal yang memang menyentuh kehidupan yang paling mendasar.
Menurut Ace, PSI sedang mencoba mencuri perhatian masyarakat dengan mengkampanyekan isu-isu perda syariah dan intoleransi.
"Ini bagian dari upaya elektoral PSI agar mendapatkan dukungan publik dalam Pilpres 2019 untuk meraih parliamentary treshold sebesar empat persen," nilai dia.
Ace menegaskan isu-isu itu penting tapi tak cukup hanya mengecam melalui sosial media. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah langkah-langkah konkret untuk memecahkan persoalan yang dihadapi rakyat pada umumnya.
"Kami Partai Golkar, bukan hanya bicara, tapi sudah berbuat untuk rakyat dengan program-program yang lebih konkret untuk memenuhi kebutuhan mendasar masyarakat seperti keterjangkuan kebutuhan dasar, mengatasi pengangguran, pengembangan sumber daya manusia dan lain-lain," katanya.
Ia mengimbau PSI agar mencontoh Presiden Jokowi yang mengambil isu-isu yang lebih membumi dan dirasakan mayoritas rakyat Indonesia.
"Soal pluralisme, Partai Golkar telah mencontohkan tentang partai yang majemuk," katanya. (*)
Baca Juga: Bantah Berkhianat, PSI: Pidato Grace Natalie Kritik Sekaligus Pendidikan Politik
Bagikan
Berita Terkait
PDIP Dorong Anggaran MBG Diefisiensikan untuk Dana Darurat Bencana di Daerah
Kaesang Yakin PSI Bisa Rebut Jateng dan Bali dari PDIP, Pengamat Sentil Terlalu Berkhayal dan Bermimpi
Santer Isu Reshuffle Kabinet Usai Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Demokrat dan Golkar Serahkan ke Prabowo
Bahlil: Adies Kadir Sudah Mundur dari Golkar Sebelum Ditetapkan Hakim MK
Eks Golkar Adies Kadir Jadi Hakim MK, Bahlil: Kami Wakafkan ke Negara
Dipilih Jadi Hakim MK, Golkar Umumkan Adies Kadir Bukan Lagi Kader
PDIP: Penolakan Pilkada oleh DPRD Merupakan Sikap Ideologis, Konstitusional, dan Historis
Megawati Tegaskan PDIP Tidak Akan Biarkan Stabilitas Dibangun Dengan Korbankan Demokrasi
Hasil Rakernas, PDIP Dorong E-Voting Solusi Hemat Biaya Pilkada Langsung
Dapat Bintang Jasa Kehormatan PDIP, FX Rudyatmo Ngaku Tidak Dapat Penugasan Partai