Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Kolombia Rencanakan Relokasi 'Kuda Nil Narkoba'

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 07 Maret 2023
Kolombia Rencanakan Relokasi 'Kuda Nil Narkoba'

Selain narkoba, Pablo Escobar juga selundupkan kuda nil (Foto: Pexels/Kirandeep Singh Walia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INI bukan kisah kudanil yang teler karena memakan narkoba, melainkan tentang penyelamatan binatang peliharaan raja narkoba Pablo Escobar. Kisah Pablo Escobar tak dimungkiri masih menarik perhatian masyarakat baik di dalam Kolombia hingga luar negeri. Ketua Kartel Medellin itu diketahui sebagai pelaku kriminal terkaya di sejarah. Ia bahkan berhasil memonopoli perdagangan kokain di Amerika Serikat.

Walau dia sudah meninggal, kisah bandar narkoba itu masih menarik banyak turis datang ke Meddelin untuk melihat bangunan Hacienda Napoles yang merupakan tempat tinggal Pablo Escobar. Di dalam properti milik Escobar itu, terdapat beberapa binatang eksotis yang ia pelihara. Di dalamnya termasuk kuda nil. Seperti dilansir CNN, dari hanya empat ekor--tiga betina, satu jantan--kuda nil milik Escobar ini berkembang biak menjadi ratusan. Karena jumlahnya nan membludak itulah, mamalia besar ini yang dianggap sebagai masalah dan menjadi ancaman publik di Kolombia.

BACA JUGA:

Ketika Beruang Mengonsumsi Kokain di Film 'Cocaine Bear'

Kuda nil ini sebenarnya bagian dari upaya penyelundupan Escobar. Selain narkoba, ia rupanya juga membawa masuk sejumlah hewan yang bukan endemik Kolombia. Ada gajah, jerapah, antelop, hingga kuda nil, semua jadi hewan peliharaan Escobar.

kuda nil
Kuda nil Escobar jadi spesies invasif di Kolombia. (Foto: Pexels/Pixabay)

Setelah Kartel Medellin runtuh, pemerintah menyita Hacienda Napoles dan membiarkan beberapa hewan berkeliaran bebas di area tersebut. Kuda nil ini menjadi sesuatu yang fatal. Mengapa ini fatal? Karena hewan yang berasal dari Afrika itu bak menemukan ‘surga baru’ di Sungai Magdalena. Mereka berkembang biak tanpa kontrol sehingga mengganggu ekologi setempat.

Bayangkan saja dari tiga ekor betina dan satu jantan yang awalnya dipelihara Pablo Escobar, jumlahnya baru-baru ini dihitung sudah ada lebih dari 130 ekor. Hewan bertubuh tambun itu melahap berbagai tanaman hidup di sana, menyerang hewan endemik, mencemari air serta tanah, dan mengancam publik.

Pemerintah Kolombia sudah memberi label ratusan kuda nil itu sebagai spesies invasif dan harus segera ditangani. Jika tidak, terdapat potensi bencana ekologis di 2040 dengan angka mamalia itu yang bisa mencapai 600 ekor.

Sebagaimana dilansir Washington Post (3/3), awalnya dalam mengatasi spesies invasif ini, pemerintah di negara tersebut sempat memberikan izin perburuan terhadap hewan tersebut. Namun, ketika muncul foto pemburu yang berpose di atas bangkai kuda nil bersama para anggota militer setempat, kebijakan itu langsung memicu kemarahan publik. Solusi itu kemudian dibatalkan.

BACA JUGA:

Berapa Kekayaan Bandar Narkoba El Chapo?

Pemerintah kemudian mencoba program sterilisasi yang sukses mengebiri 13 kuda nil. Lima di antaranya dibawa ke kebun binatang setempat. Sayangnya, karena membutuhkan proses yang kompleks dan berbahaya, program itu juga ditangguhkan.

Sekitar satu setengah tahun yang lalu, seorang pengusaha yang juga aktivis peduli kesejahteraan hewan Sara Jaramillo mencanangkan program relokasi kuda nil peninggalan Escobar itu keluar dari Kolombia.

Awalnya, Jaramillo meminta bantuan Ostok Sanctuary di Meksiko untuk menjadi rumah bagi kuda nil tersebut. Mereka akhirnya setuju memelihara 10 ekor dengan kandang khusus agar mamalia besar itu tak bisa berkeliaran layaknya di Medellin. Relokasi berikutnya akan dilakukan terhadap 70 ekor kuda nil untuk dibawa ke Green Zoological Rescue dan Pusat Rehabilitasi Hewan di Gujarat, India. Rencana relokasi akan berlanjut ke Ekuador, Filipina, dan Botswana.

kuda nil
Pemerintah Kolombia menjadikan relokasi ke negara lain sebagai solusi mengatasi ledakan populasi kuda nil di wilayah mereka. (Foto: Pexels/Pixabay)

Proses relokasi tidaklah murah. Berdasarkan informasi dari otoritas di Meksiko, untuk merelokasi 20 hingga 30 kuda nil dari dari Kolombia ke Meksiko, dana yang dibutuhkan mencapai USD 400 ribu (Rp 6,12 miliar) dan USD 900 ribu (Rp13 miliar) ke India menggunakan pesawat milik maskapai Rada Airlines.

Selain itu, setiap kuda nil juga harus disimpan di kotak kayu khusus untuk memastikan mereka tetap aman saat proses pemindahan dan satu kotak itu harganya mencapai USD 10.000 atau sekitar Rp 153 juta.(aru)

BACA JUGA:

Zedd Jual Mansion Rp 281 Miliar ke Sutradara Kenya Barris

#Narkoba #Kuda Nil
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Polisi Gerebek Home Industry Vape Narkoba di PIK, Ribuan Cartridge Diamankan
Polres Bandara Soekarno-Hatta menggerebek home industry narkoba di PIK, Jakarta Utara. Ribuan cartridge diamankan.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
Polisi Gerebek Home Industry Vape Narkoba di PIK, Ribuan Cartridge Diamankan
Indonesia
Terbongkar Pabrik Rumahan Narkoba di Komplek Elit PIK, 'Kokinya' Orang Singapura
Polisi dan Bea Cukai gerebek pabrik narkoba rumahan di PIK, Jakarta Utara. Ribuan cartridge pods disita, seorang WNA Singapura diamankan sebagai tersangka.
Wisnu Cipto - Jumat, 17 Juli 2026
Terbongkar Pabrik Rumahan Narkoba di Komplek Elit PIK, 'Kokinya' Orang Singapura
Indonesia
Penyelundupan Ekstasi Saat Jam Kunjungan ke Rutan Salemba Terbongkar, Bermula dari Gerak-gerik Pelaku yang Mencurigakan
Pil tersebut diduga akan diberikan kepada warga binaan berinisial UK yang sedang menjalani hukuman dalam perkara narkotika.
Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
Penyelundupan Ekstasi Saat Jam Kunjungan ke Rutan Salemba Terbongkar, Bermula dari Gerak-gerik Pelaku yang Mencurigakan
Indonesia
Polres Jakbar Bongkar Laboratorium Narkoba di Semarang, Produksi 1,1 Juta Pil Karisoprodol
Polisi menggerebek laboratorium narkoba di Semarang, Jawa Tengah. Dalam penggerebakan, disita barang bukti tablet karisoprodol.
Soffi Amira - Selasa, 14 Juli 2026
Polres Jakbar Bongkar Laboratorium Narkoba di Semarang, Produksi 1,1 Juta Pil Karisoprodol
Indonesia
Belasan Kasus Narkoba Terbongkar dalam Sebulan di Jakarta Pusat, 35 Ribu Orang Terselamatkan
Selama Juni 2026 itu, Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat menangani 12 perkara narkotika dengan total 15 tersangka.
Dwi Astarini - Rabu, 08 Juli 2026
Belasan Kasus Narkoba Terbongkar dalam Sebulan di Jakarta Pusat, 35 Ribu Orang Terselamatkan
Indonesia
Modus Baru Bandar Sabu, Paket Dibungkus dalam Pakan Burung Beredar di Bekasi
Polisi menggagalkan peredaran sabu 38,25 gram di Bekasi dengan modus penyamaran dalam pakan burung. Tersangka DS ditangkap bersama barang bukti.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Modus Baru Bandar Sabu, Paket Dibungkus dalam Pakan Burung Beredar di Bekasi
Indonesia
DPR Serukan Hukuman Berat bagi Bandar Narkoba Pembunuh Polisi, tak Ada Toleransi
Tak boleh ada kompromi dalam penegakan hukum para pelaku.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
DPR Serukan Hukuman Berat bagi Bandar Narkoba Pembunuh Polisi, tak Ada Toleransi
Indonesia
Polri Gencarkan Perburuan Bandar Narkoba di Kalteng Usai 3 Anggota Gugur saat Penggerebekan
Polri menggencarkan perburuan bandar narkoba di Katingan, Kalimantan Tengah, setelah tiga anggota gugur saat operasi penggerebekan. Bareskrim meminta dukungan masyarakat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
Polri Gencarkan Perburuan Bandar Narkoba di Kalteng Usai 3 Anggota Gugur saat Penggerebekan
Indonesia
Polisi Diserang Senjata Tajam Saat Operasi Penangkapan Bandar Narkoba, Jenazah Ditemukan di Sungai Katingan
Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat dan tim tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 05 Juli 2026
Polisi Diserang Senjata Tajam Saat Operasi Penangkapan Bandar Narkoba, Jenazah Ditemukan di Sungai Katingan
Indonesia
2 Polisi Hilang Saat Bentrok Penggerebekan Narkoba Kalteng, Diduga Hanyut di Sungai Katingan
Dua anggota Polres Katingan hilang saat operasi penggerebekan narkoba di Desa Tumbang Kalemei. Diduga hanyut di Sungai Katingan, tim gabungan Ditpolairud, Brimob, dan Basarnas masih melakukan pencarian intensif.
Wisnu Cipto - Jumat, 03 Juli 2026
2 Polisi Hilang Saat Bentrok Penggerebekan Narkoba Kalteng, Diduga Hanyut di Sungai Katingan
Bagikan