Kolesterol Tinggi, Segera Lakukan 4 Hal ini

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Kamis, 26 September 2024
Kolesterol Tinggi, Segera Lakukan 4 Hal ini

Waspada saat kolesterol tinggi. (Foto: Unsplash/Hush Naidoo Jade Photography)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tidak perlu putus asa saat dokter mendiagnosa kamu memiliki kadar kolesterol tinggi. Kabar baiknya ada beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk menurunkan kolesterol kata Pankaj Lal, MD, FACC, seorang ahli jantung di Capital Cardiac Care di Maryland.

Kolesterol diproduksi di hati dan berperan penting dalam tubuh, termasuk membantu pencernaan, pembentukan sel, serta produksi vitamin dan hormon.

Meskipun tubuh secara teknis memproduksi semua kolesterol yang dibutuhkannya, kolesterol juga berasal dari beberapa makanan yang kita konsumsi. Kadar kolesterol juga harus tetap dijaga.

“Kolesterol tinggi dapat memengaruhi arteri mana pun di seluruh tubuh, yang dapat menyebabkan kejadian buruk seperti serangan jantung dan stroke,” kata Lal.

Baca juga:

Ubah Gaya Hidup untuk Turunkan Kolesterol

Nah seperti dikutip dari Eatingwell, lakukan empat hal ini apabila kolesterol kamu tinggi, antara lain:

1. Mulailah berolahraga

Aktivitas fisik dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL yang bermanfaat dan menurunkan kolesterol LDL yang menyumbat arteri serta lemak dalam darah, yang dikenal sebagai trigliserida.

“Latihan terbaik adalah yang meningkatkan kesehatan jantung, seperti berjalan, berlari, atau aktivitas aerobik lainnya di luar ruangan seperti bersepeda,” kata Lal.

2. Batasi lemak jenuh

“Mengonsumsi makanan yang mengandung banyak lemak jenuh dapat meningkatkan risiko Anda terkena kolesterol tinggi,” kata Lal.

Baca juga:

Wajah dan Mata Bisa Jadi Penanda Kolesterol Tinggi

Lemak jenuh ditemukan dalam makanan hewani seperti potongan daging berlemak, unggas, dan produk susu berlemak penuh.

Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan untuk membatasi lemak jenuh hingga 6 persen dari total kalori harian (sekitar 13 gram lemak jenuh untuk seseorang yang mengonsumsi 2.000 kalori setiap hari).

3. Makan lebih banyak buah dan sayuran

Lal merekomendasikan untuk makan lebih banyak produk yang kaya serat larut. Jeruk, apel, pir, kubis brussel, wortel, dan ubi jalar semuanya merupakan sumber serat larut yang bagus.

Untuk meningkatkan asupan serat larut, cobalah membuat Kubis Brussel Panggang Sederhana atau Sayuran Akar Panggang di Panci. Bisa juga buat salad pir & arugula dengan kacang kenari manisan.

Baca juga:

Ahli Gizi Bantah Mitos Durian Tinggi Kolesterol

4. Pertimbangkan obat

Jika sudah melakukan tiga langkah tadi tetapi kadar kolesterol tetap tinggi, tindakan tambahan mungkin diperlukan. Kamu harus mengonsumsi obat yang direkomendasikan dokter untuk mengatasi kolesterol.

“Kemudian pengobatan mungkin diperlukan dan harus diminum setiap hari untuk mencapai hasil yang optimal,” jelasnya. (ikh)

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan