'Koboy Jalanan' Polres Lampung Dilaporkan ke Propam Polri

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 04 Mei 2017
'Koboy Jalanan' Polres Lampung Dilaporkan ke Propam Polri

Ilustrasi. (Gettyimages)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Aksi penembakan Tim Ranger Tekab 308 Polresta Bandar Lampung terhadap lima remaja yang dikira begal berbuntut panjang. Pihak keluarga korban tidak terima dengan aksi penembakan yang menyebabkan lima bocah itu meninggal dunia.

"Kami melaporkan secara resmi Tim Tekap 308, kemudian Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, dan Kapolres Bandar Lampung, termasuk Kapolda Lampung secara resmi kepada Propam Mabes Polri," kata kuasa hukum keluarga korban, Muhammad Isnur di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/5).

Dalam pelaporan itu, total ada 16 orang yang dilaporkan oleh pihak keluarga ke Div Propam.

"Kami sudah terima resmi dan mendapatkan juga tanda terima resmi mereka, dan mereka berjanji tindak lanjuti," kata Isnur.

Isnur menegaskan, para remaja yang ditembak hingga meninggal dunia bukanlah begal. Ia menduga, tuduhan begal terhadap lima orang remaja tersebut hanyalah untuk mengaburkan fakta sesungguhnya dari tragedi penembakan.

"Yang orang tua korban tahu, mereka berangkat dari rumah hendak jalan-jalan ke Lampung kemudian mereka malam hari naik motor di daerah Srengsem, kemudian ada razia kepolisian. Dari saksi kami tanya, mereka ini lari karena takut ada razia, di situlah terjadi penembakan," kata Isnur.

"Selebihnya, kami tidak dapat keterangan yang lain melainkan dari kepolisisan saja. Kami minta Propam agar dibereskan peristiwa sebenarnya. Kami khawatir ada pengaburan informasi sebenarnya," jelasnya.

Laporan ini sendiri sudah diterima Div Propam Mabes Polri dengan nomor SPSP2/1514/V/2017/BAGYANDUAN.

Sebelumnya, lima orang remaja asal Jabung, Bandar Lampung, diberondong tembakan oleh anggota diduga dari Polresta Lampung pada Sabtu (1/4) sekitar pukul 02.15 WIB. Mereka ditembak karena diduga terlibat dalam aksi pembegalan.

Kelimanya yaitu Safar (20), Junaidi Ibrahim alias Yogi (20), Indra Saputra (17), Riko (17) dan Herman Efendi (17).

Akibat dugaan salah tembak, penembakan tersebut sempat menjadi viral di media sosial. Yang lebih heboh, usai menembak Tim Ranger Tekab 308 Polresta Bandar Lampung mengunggah foto bersama kelima mayat remaja yang ditembaknya. (Ayp)

Baca berita terkait aksi penembakan lainnya di: Rumah Politisi PKS Ditembaki

#Kasus Penembakan #Provinsi Lampung #Kapolda Lampung
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
PVMBG Perkirakan Suara Dentuman di Jawa Barat Berkaitan dengan Erupsi Anak Krakatau
Energi akustik yang dilepaskan saat erupsi dapat merambat hingga ratusan kilometer.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
PVMBG Perkirakan Suara Dentuman di Jawa Barat Berkaitan dengan Erupsi Anak Krakatau
Indonesia
Tentara AS, Jepang, Korsel, dan TNI Latihan Bertahan Hidup di Hutan Lampung
Latgabma Super Garuda Shield 2026 di Lampung melibatkan TNI, tentara AS, Jepang, dan Korsel. Mereka berlatih Jungle Survival dan sniper bersama 21 negara dengan total 4.743 personel.
Wisnu Cipto - Jumat, 04 September 2026
 Tentara AS, Jepang, Korsel, dan TNI Latihan Bertahan Hidup di Hutan Lampung
Indonesia
200 Orang Berjibaku, Kebakaran Taman Nasional Way Kambas Akhirnya Padam
Kebakaran hutan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, berhasil dipadamkan Sabtu malam. Sekitar 200 personel gabungan dikerahkan.
Wisnu Cipto - Minggu, 23 Agustus 2026
200 Orang Berjibaku, Kebakaran Taman Nasional Way Kambas Akhirnya Padam
Indonesia
TN Way Kambas Diamuk Api, 673,4 Hektare Lahan Terbakar
Api bahkan merembet ke sejumlah area di dalam kawasan konservasi tersebut.
Dwi Astarini - Sabtu, 22 Agustus 2026
TN Way Kambas Diamuk Api, 673,4 Hektare Lahan Terbakar
Indonesia
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Mantan Wali Kota Solo ini meminta agar penghargaan ini tidak ditarik ke ranah politik. Karena jika ditarik ke ranah politik, itu bisa disalahartikan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 Juli 2026
Pinjak Kepala Kerbau di Lampung Disalahartikan Injak Banteng, Jokowi: jangan Ditarik ke Ranah Politik
Indonesia
Peran dan Motif Pelaku yang Ditangkap karena Bunuh Tapir di Mesuji
Para pelaku memiliki peran mulai dari mengejar hingga menombak hewan tersebut.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
Peran dan Motif Pelaku yang Ditangkap karena Bunuh Tapir di Mesuji
Indonesia
Pelaku Pembunuhan Tapir di Lampung Harus Dihukum Berat, Beri Efek Jera
Tapir merupakan satwa yang dilindungi. Segala tindakan memburu hingga membunuh merupakan pelanggaran pidana.
Dwi Astarini - Sabtu, 04 Juli 2026
Pelaku Pembunuhan Tapir di Lampung Harus Dihukum Berat, Beri Efek Jera
Indonesia
Jokowi Berangkat ke Lampung, Perdana Pakai Atribut PSI demi Wujudkan Mesin Politik Besar
Jokowi mengatakan kedatangannya ke Lampung ada beberapa agenda pada Jumat-Minggu (26-28/6).
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Jokowi Berangkat ke Lampung, Perdana Pakai Atribut PSI demi Wujudkan Mesin Politik Besar
Indonesia
Kereta Api Rajabasa Lampung-Palembang Dimodif Jadi Premium, Tarif Bakal Naik?
KA Rajabasa Lampung–Palembang kini hadir dengan kereta ekonomi premium modifikasi.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Kereta Api Rajabasa Lampung-Palembang Dimodif Jadi Premium, Tarif Bakal Naik?
Indonesia
Menteri HAM Natalius Pigai: Begal Tak Boleh Ditembak Mati Tanpa Proses Hukum
Menteri HAM Natalius Pigai menolak instruksi Kapolda Lampung soal tembak di tempat pelaku begal. Tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip HAM dan hukum.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 21 Mei 2026
Menteri HAM Natalius Pigai: Begal Tak Boleh Ditembak Mati Tanpa Proses Hukum
Bagikan