Klaster Usai Lebaran Bermunculan, Pemda Diminta Terapkan Micro Lockdown
Test COVID-19. (Foto: Antara).
MerahPutih.com - Satgas COVID -19 mengingatkan seluruh pemerintah daerah untuk mewaspadai klaster keluarga usai libur lebaran Idul fitri 1442 H tahun 2021.
Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aiysiah, mengatakan, ada beberapa potensi sumber penularan COVID-19 usai lebaran. Antara lain para pemudik atau pelaku perjalanan, salat terawih saat bulan ramadhan, kegiatan halal bi halal, kerumunan di pusat perbelanjaan, dan kerumunan di lokasi wisata.
Baca Juga:
[Hoaks atau Fakta]: Vaksinasi COVID-19 Ubah Siklus Menstruasi
"Kewaspadaan perlu dilakukan, karena beberapa kasus sudah terjadi dengan munculnya klaster-klaster baru." ujarnya di Jakarta, Senin (24/5).
Ia mencontohkan, terjadi klaster halal bi halal di Cilangkap Jakarta Timur dengan 51 orang positif di 16 rumah, klaster tarawih di Malang Jawa Timur dengan 21 warga terkonfirmasi positif. Dan klaster pelaku perjalanan di Griya Melati, Bogor dengan 25 warga positif.
Dewi yang juga seorang ahli epidemologi mengingatkan, mengoptimalkan 3 T, meningkatkan jumlah testing, perkuat kegiatan tracing, pelaksanaan karantina terpusat, dan memantau angka positivity rate dan varian-variannya.
Selain itu, lanjut ia, perlu dilakukan pengendalian terkecil, yakni mengimplementasikan micro lockdown, memaksimalkan peran posko kelurahan/desa. Serta menjalankan sekenario pengendalian hingga level RT.
Satgas COVID-19 juga merekomendaskan untuk melakukan kolaborasi lintas lembaga dan melibatkan masyarakat. Antara lain dengan menumbuhkan kesadaran dan gotong royog masyarakat untuk saling menjaga, pengetatan pelaksanaan 3M dan penegakan disiplin serta kolaborasi lintas institusi sektoral, dari level pusat hingga daerah. (Knu)
Baca Juga:
Penyebaran COVID-19 Sangat Cepat, Bima Arya Minta Bantuan Menkes
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
DKI Jakarta Masih Aman dari Super Flu, Vaksinasi Influenza Disiapkan
Melihat Penyuntikan Vaksinasi Influenza Flubio untuk Cegah Super flu bagi Warga di Jakarta
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
PDPI Beberkan Dosa-Dosa Gaya Hidup Pemicu ISPA dan Cara Menghindarinya Tanpa Ribet
Penanganan Penyakit Tuberculosis Bakal Contoh Pola Pandemi COVID-19
Kasus ISPA di Jakarta Naik Gara-Gara Cuaca, Warga Diminta Langsung ke Faskes Jika Ada Gejala
Pemerintah Jemput Bola Vaksinasi Ribuan Hewan Peliharaan, Jakarta Targetkan Bebas Rabies
Ciri-Ciri dan Risiko Warga Yang Alami Long COVID
[HOAKS atau FAKTA]: Suhu Dingin dan Kabut di Jabodetabek Hasil Rekayasa agar Angka Penyakit TBC Meningkat
Klaim Vaksin HPV Sebabkan Kemandulan, Ini Penjelasan Ahli yang Bikin Plong