KKB Sandera 4 Pekerja Pembangunan BTS di Okbibab
Danrem 172/PWY Brigjen TNI JO Sembiring. ANTARA/Evarukdijati
MerahPutih.com - Teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua terhadap masyarakat tak pernah berhenti.
KKB menyandera empat pekerja pembangunan base transceiver station (BTS) milik Bakti Kominfo di Okbibab, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Danrem 172/PWY Brigjen TNI J.O. Sembiring mengatakan pada Sabtu (13/5), insiden tersebut juga menyebabkan dua orang mengalami luka-luka akibat dianiaya para pelaku.
Baca Juga:
Kepala Distrik Kenyam Ditangkap, Diduga Jadi Pemasok Senjata dan Amunisi KKB Papua
Insiden terjadi pada hari Jumat (12/5). Sebanyak lima orang diduga KKB mendatangi petugas dari Bakti Kominfo didampingi Kadis Kominfo Pegubin saat meninjau lokasi pembangunan BTS di Okbibab.
Lima orang tersebut datang dan tiba-tiba menyerang mereka serta menyandera empat orang lainnya.
Disebutkan bahwa yang terluka bersama Kadis Infokom Pegunungan Bintang kembali ke Oksibil. Keduanya dibebaskan KKB.
Baca Juga:
TNI Bantah Klaim KKB Terkait Penyerangan di Distrik Mugi-Mam
Ia menambahkan, saat ini Kadistrik Okbibab sedang menuju TKP. Korban akan dievakuasi ke Jayapura.
"Dua korban yang alami luka-luka saat ini dalam perjalanan ke Jayapura untuk mendapat perawatan," kata Danrem Brigjen TNI J.O. Sembiring, seperti dikutip Antara. (*)
Baca Juga:
Wapres Minta TNI/Polri Bertindak Tegas terhadap KKB
Bagikan
Berita Terkait
Gempa M 5,5 Maluku Tengah Getarannya Terasa Hingga Papua
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Anggaran Makan Begizi Gratis di Papua Rp 25 Triliun, Lebih Mahal Dibandingkan Jawa
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua tak Gunakan Dana Otsus untuk Jalan-Jalan
Belajar dari Bencana, Prabowo Dorong Pembangunan Lumbung Pangan di Papua
Prabowo Targetkan 2.500 SPPG di Papua Beroperasi Penuh pada 17 Agustus 2026
Ibu Hamil Meninggal Setelah Ditolak Berbagai RS di Papua, Ini Respon Prabowo dan Menkes