KJRI Minta WNI Berobat di Penang Bayar Dengan Mata Uang Rupiah

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 September 2023
KJRI Minta WNI Berobat di Penang Bayar Dengan Mata Uang Rupiah

Ilustrasi rupiah. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Penang menjadi salah satu kota yang sering disambangi Warga Negara Indonesia (WNI), untuk berobat. Terdapat sekitar 178.132 pasien asing yang mencari jasa pengobatan di rumah sakit yang ada di Penang, dan 90 persen dari jumlah tersebut adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang bersama Kantor Bank Indonesia di Singapura mendorong kebijakan sosialisasi penggunaan mata uang rupiah untuk transaksi di Malaysia kepada berbagai pemangku kepentingan di Penang.

Baca Juga:

Bareskrim Tangkap Puluhan Bandar Narkoba, Aset Disita Tembus Ratusan Miliar Rupiah

Acting Konsul Jenderal RI Penang Kiki Tjahjo Kusprabowo, Perwakilan Republik Indonesia Penang menyambut baik kerangka kerja sama Local Currency Settlement (LCS) Indonesia dan Malaysia yang diyakini akan sangat membantu upaya kedua negara untuk peningkatan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan melalui penggunaan mata uang setempat.

Direktur Eksekutif Penang Centre of Medical Tourism (PMED) Mary Ann mengatakan, pada periode Januari-Juli 2023, terdapat 53.841 pasien asal Indonesia yang berobat di Penang.

Mary Ann menyambut baik inisiatif penggunaan rupiah untuk memfasilitasi pembayaran jasa kesehatan di Penang karena pasien yang sakit tentu tidak mau repot mencari tempat penukaran uang (money changer) saat kebutuhan uang ringgit sedikit.

Analis Eksekutif Kantor Bank Indonesia di Singapura Bayu Dwi Atmanto mengatakan, Bank Indonesia bersama dengan Gugus Tugas Nasional LCS terus menggencarkan sosialisasi kepada pemangku kepentingan yang dapat memanfaatkan kerangka LCS khususnya dengan Malaysia.

Sektor rumah sakit di Penang salah satunya dapat menjadi pengguna potensial LCS untuk transaksi perdagangan jasa mengingat tingginya jumlah WNI yang menggunakan jasa kesehatan di berbagai rumah sakit di Penang. Untuk itu, dirinya meminta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan di Malaysia terhadap aplikasi “LCS Rupiah dan Ringgit” dalam penerapan bisnis mereka.

Asisten Direktur Departemen Pengembangan Pasar Keuangan Bank Indonesia Puput Kurniati mengatakan, kerja sama LCS Indonesia dan Malaysia sudah dimulai sejak awal 2018, dengan ditandatanganinya Nota Kesepahaman (MoU) antara Bank Sentral Indonesia, Malaysia dan Thailand.

Ia mengatakan, Malaysia dan Jepang merupakan kontributor utama peningkatan transaksi LCS dengan Indonesia, dengan nilai transaksi mencapai USD 200 juta (sekitar Rp 3,067 triliu, dengan kurs 1 dolar AS setara Rp 15.337) sehingga jumlah pemanfaatan LCS hingga Juli 2023 telah mencapai USD 3,8 miliar (sekitar Rp 58,28 triliun). (*)

Baca Juga:

Komersialisasi 5G Ciptakan Pasar Bernilai Triliunan Rupiah

#Rupiah #Pemulihan Ekonomi #Inflasi
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Bank sentral berkomitmen terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Indonesia
Rupiah Menguat ke Rp17.900 Imbas Kenaikan Harga Pertamax
Suntikan modal asing pada lelang obligasi serta penguatan indeks saham domestik ikut memperkokoh posisi rupiah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah Menguat ke Rp17.900 Imbas Kenaikan Harga Pertamax
Indonesia
Rupiah Menguat, Dolar AS Tembus Level Rp 17.900 pada Perdagangan Hari ini Rabu (10/6)
Rupiah kini menguat dengan menembus Rp 17.900 per dolar AS pada Rabu (10/6). Rupiah berhasil menekan dolar AS.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah Menguat, Dolar AS Tembus Level Rp 17.900 pada Perdagangan Hari ini Rabu (10/6)
Indonesia
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Evaluasi pasca-RDG Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026 menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah bergejolak melebihi perkiraan awal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Indonesia
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Untuk Stabilkan Rupiah
Stabilisasi nilai tukar rupiah dimaksud juga, ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Juni 2026
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Untuk Stabilkan Rupiah
Indonesia
Siasat Atur Pengeluaran Saat Rupiah Melemah
Perlunya mengevaluasi kembali pengeluaran untuk keperluan konsumtif dan keperluan yang tidak mendesak ketika kondisi perekonomian sedang kurang baik.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
Siasat Atur Pengeluaran Saat Rupiah Melemah
Indonesia
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Makin Tergerus Tinggal Buat 5,5 Bulan Impor
Posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2026, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,5 bulan impor
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 08 Juni 2026
Rupiah Melemah, Cadangan Devisa Makin Tergerus Tinggal Buat 5,5 Bulan Impor
Indonesia
IHSG Hancur Lebur 4 Hari Beruntun, Pengamat Sebut Pasar Keuangan Indonesia Alami Repricing Ekstrem
Menurut Hendra, perhatian utama pelaku pasar tertuju pada peningkatan ketidakpastian arah kebijakan
Angga Yudha Pratama - Senin, 08 Juni 2026
IHSG Hancur Lebur 4 Hari Beruntun, Pengamat Sebut Pasar Keuangan Indonesia Alami Repricing Ekstrem
Indonesia
Mensesneg: Fundamental Ekonomi Indonesia Cukup Kuat
Prasetyo Hadi juga mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis dalam menjaga kekuatan ekonomi nasional.
Frengky Aruan - Sabtu, 06 Juni 2026
Mensesneg: Fundamental Ekonomi Indonesia Cukup Kuat
Indonesia
Rupiah Terus Melemah, Prabowo Belum Berencana Ganti Purbaya, Perry Warjiyo dari Pos Menkeu dan Gubernur BI
Hal ini seperti disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi
Frengky Aruan - Sabtu, 06 Juni 2026
Rupiah Terus Melemah, Prabowo Belum Berencana Ganti Purbaya, Perry Warjiyo dari Pos Menkeu dan Gubernur BI
Bagikan