Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Kisah Terlarang Tergambar di Video Musik ‘FAR’ Rendy Pandugo

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 28 Februari 2021
Kisah Terlarang Tergambar di Video Musik ‘FAR’ Rendy Pandugo

Rendy Pandugo rilis vide musik FAR. (Foto: istimewa)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PRODUKTIF, itulah kata yang tepat dilontarkan untuk musisi muda Rendy Pandugo. Setelah mini album SEE YOU SOMEDAY yang dirilis bersama Wonderland Records dan Universal Music Indonesia pada Januari 2021, Tak perlu waktu yang lama bagi Rendy Pandugio untuk kembali menelurkan karya. Adalah video musik dari salah satu lagu yang terdapat dalam mini albumnya berjudul FAR.

Dalam keterangan resmi yang diterima Merah Putih, lagu FAR yang ditulis dan diproduksi oleh Rendy Pandugo dan Teddy Adhitya menceritakan tentang sebuah cinta terlarang yang seharusnya tidak pernah ada sedari awal.

“Mereka tetap melanjutkan hubungan tersebut, walaupun mereka tahu hubungan ini tidak akan kemana-mana,” ungkap Rendy Pandugo.

Baca juga:

Mini Album 'SEE YOU SOMEDAY', Penawar Rindu Ala Rendy Pandugo

Seluruh asmara terlarang tersebut digambarkan secara detail dalam video musik FAR yang diproduksi oleh Otherlands. Sebuah agensi kreatif asal Jakarta, yang bergerak di ranah musik, fashion, hiburan, dan industri film.

Disutradarai oleh Andrea Wijaya dan diproduseri oleh Wanyi Pratiknyo, musik video ini dibintangi Rendy Pandugo sendiri serta ditemani oleh Arawinda Kirana.

“Video musik ini menggambarkan bagaimana suatu hubungan terlarang, di balik dinamika yang intens dan bergairah, cepat atau lambat akan terus memburuk, dikarenakan ekspektasi yang semakin tinggi dari hubungan tersebut,” lanjut Rendy.

Baca juga:

Single 'Kursi Goyang' Fourtwnty Jadi Pertanda Album Ketiga

Visual yang menampilkan adegan-adegan di antara mimpi, memori dan realita, serta memperlihatkan ekspresi-ekspresi dari seseorang yang mengetahui bahwa hati mereka akan tersakiti di akhir cerita terlarang tersebut.

Lagu FAR memperkenalkan warna baru dari seorang Rendy Pandugo. Ia menemukan kembali dirinya, sembari menjelajahi melodi modern dan juga musikalitas yang lebih kompleks. Di sini Rendy bereksplorasi dan mencoba berbagai instrumen musik yang sebelumnya belum pernah ia pakai.

Kisah Terlarang Tergambar di Video Musik ‘FAR’ Rendy Pandugo
Proses pengambilan video musik FAR. (Foto: istimewa)

Mini album SEE YOU SOMEDAY adalah bentuk ekspresi bagaimana Rendy Pandugo ‘rindu’ untuk manggung langsung di depan para penggemarnya. Dikarenakan, hal tersebut tidak bisa dilakukan selama pandemi ini masih berlangsung.

Pada mini album ini Rendy memperkenalkan kembali dirinya sebagai singer-songwriter, dengan sentuhan musik yang lebih modern dan kompleks. Lengkap dengan berbagai macam jenis sound akustik, pop alternatif hingga emotional ballad. (far)

Baca juga:

Shaggydog Rombak Ulang Lagu 'Di Sayidan' Jadi Lebih Hidup

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia #Video Musik #Rendy Pandugo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
'Gloryland' menawarkan atmosfer yang inspiratif dengan lirik yang menekankan harapan, persatuan, perjuangan, dan tekad untuk meraih kemenangan.
Dwi Astarini - 2 jam, 7 menit lalu
Kisah di Balik Lagu 'Gloryland', Anthem Resmi Piala Dunia 1994
ShowBiz
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
Liriknya mengisahkan tentang mimpi, harapan, persatuan, dan perjuangan untuk menjadi yang terbaik, selaras dengan semangat yang mewarnai ajang Piala Dunia.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'Un'estate Italiana', Lagu Tema FIFA World Cup 1990
ShowBiz
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
Lebih dari 20 tahun tersimpan sebagai rekaman legendaris, penampilan bersejarah Discus di ProgSol Festival Swiss akhirnya resmi dirilis dalam format CD.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Setelah 20 Tahun, Discus Resmi Merilis 'Live in Switzerland 2005' dalam Format CD
ShowBiz
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
Lagu yang dirilis pada 1998 sebagai bagian dari album Vuelve ini memadukan unsur Latin pop, samba, dan musik dansa dengan irama yang penuh energi.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Lirik 'La Copa de la Vida' dari Ricky Martin, Lagu Tema Piala Dunia yang tak Lekang Waktu
ShowBiz
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
for Revenge resmi dipercaya membawakan lagu original versi Indonesia untuk film Spider-Man: Brand New Day.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 Juli 2026
Resmi! for Revenge Jadi Pengisi Lagu Original Film 'Spider-Man: Brand New Day'
ShowBiz
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
The Odyssey hanya menghadirkan satu lagu sebagai soundtrack utama, yakni When I'm Home (2026).
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Makna Lagu 'When I'm Home', Soundtrack Emosional 'The Odyssey'
ShowBiz
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
EP yang diproduksi secara independen ini menghadirkan lima lagu yang disusun sebagai sebuah narasi utuh.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Dream Catcher! Tuangkan Kisah Romansa Remaja dalam EP Debut Self Titled
ShowBiz
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
Dirilis sejak 1979, 'Mayonaka no Door~stay with me' Miki Matsubara kembali mencetak sejarah. Lagu City Pop Jepang ini kini telah melampaui 500 juta streaming Spotify.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Miki Matsubara Cetak Sejarah, 'Mayonaka no Door~stay with me' Tembus 500 Juta Streaming
ShowBiz
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Supple membuka fase baru lewat album Nothing Can Explain. Delapan lagu dalam rilisan ini membawa pendengar menyusuri penyangkalan, obsesi, tekanan sosial, hingga survivor's guilt.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Supple Rilis Album 'Nothing Can Explain', Hadirkan Eksplorasi Musik yang Lebih Matang
Indonesia
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Mulai 1 Agustus 2026, pencatatan hak cipta lagu dan musik resmi digratiskan. DJKI berharap kebijakan ini mendorong lebih banyak musisi mendaftarkan karya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 Juli 2026
Pencatatan Hak Cipta Lagu Kini Gratis, DJKI Berlakukan Tarif Rp 0 Mulai 1 Agustus 2026
Bagikan