Obelisk Stereo Rilis EP Perdana 'Sheol', Merangkai Kisah tentang Siklus Kehidupan dan Kematian

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 08 September 2026
Obelisk Stereo Rilis EP Perdana 'Sheol', Merangkai Kisah tentang Siklus Kehidupan dan Kematian

Obelisk Stereo lepas EP baru. (foto: dok/obelisk stereo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - The never-ending story. Frasa tersebut barangkali menjadi gambaran paling tepat untuk membaca gagasan yang dibawa Obelisk Stereo melalui EP perdana mereka, Sheol.

Bagi kuartet rock asal Jakarta yang dihuni Hary, Fikri, Regarde, dan Willy ini, kehidupan seolah tidak berhenti pada satu titik. Ada perjalanan yang terus berlanjut, berputar dari awal menuju akhir, kemudian kembali menemukan bentuk kehidupan yang baru.

Setelah memperkenalkan diri lewat singel debut Avoidance, Obelisk Stereo tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk membuka bab berikutnya. Enam bulan berselang, mereka merilis Sheol, sebuah EP berisi enam trek yang memperlihatkan arah musikal berbeda dari karya perdana mereka.

Enam Trek dalam Sheol

Enam lagu yang mengisi EP tersebut adalah Tips, Refraksi, Color, Avoidance, Elia im Feuersturm, dan Furansarenai.

Khusus pada lagu terakhir, Obelisk Stereo mengajak solois Vanisa Theresita untuk mengambil peran sebagai featured artist. Kehadiran Vanisa memberikan warna tambahan pada perjalanan musikal yang dibangun sepanjang EP, sekaligus menjadi penutup rangkaian enam lagu di Sheol.

Baca juga:

MADMAX Rilis EP Perdana 'Neither The Same', Angkat Kisah Girlhood dan Perjalanan Emosional

Jika Avoidance menjadi pintu pertama untuk mengenal Obelisk Stereo, Sheol terasa seperti ruang yang jauh lebih luas.

EP ini tidak sekadar meneruskan apa yang telah mereka mulai, tetapi juga menjadi tempat bagi keempat personelnya untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru dalam komposisi.

Sejumlah elemen yang sebelumnya tidak terlalu terasa mulai mendapatkan ruang lebih besar. Obelisk Stereo mencoba membangun musik dengan pendekatan yang lebih eksperimental, mempertemukan berbagai tekstur dan atmosfer untuk mencapai estetika surealis.

Hasilnya adalah sebuah karya yang tidak serta-merta menawarkan pengalaman mendengarkan yang lurus. Sebaliknya, Sheol mengajak pendengar masuk ke dalam lanskap yang terasa asing, samar, dan terus bergerak.

Eksperimen Bunyi dan Tiupan Trompet

Eksplorasi tersebut menjadi salah satu pembeda utama Sheol dibandingkan Avoidance. Bila singel debut mereka dapat menjadi pengenalan terhadap karakter dasar Obelisk Stereo, EP ini justru memperlihatkan keinginan mereka untuk keluar dari batas tersebut dan mencari bentuk baru.

Salah satu elemen yang paling menonjol dalam eksplorasi itu adalah kehadiran tiupan trompet.

Anggi Rambe, personel Budiraya dan My Gosh, turut memberikan kontribusinya melalui permainan trompet pada Avoidance dan Elia im Feuersturm.

Instrumen tersebut tidak hadir sekadar sebagai ornamen, tetapi menjadi bagian penting yang memperkaya atmosfer sekaligus mempertegas karakter musikal yang ingin dibangun Obelisk Stereo.

Sheol dan Gagasan tentang Kehidupan serta Kematian

Di balik eksperimen bunyinya, Sheol membawa gagasan yang jauh lebih besar mengenai kehidupan, kematian, dan keberadaan manusia.

EP ini menceritakan sebuah perjalanan yang dimulai dari proses awal kehidupan, melewati berbagai pengalaman dan lika-liku selama berada di bumi, hingga akhirnya menemukan kembali bentuk kehidupan baru setelah seluruh perjalanan tersebut berakhir.

Karena itu, kematian dalam dunia yang dibangun Obelisk Stereo bukanlah sebuah garis akhir. Justru sebaliknya, kematian menjadi pintu menuju fase berikutnya.

Kehidupan pun tidak dipandang sebagai sesuatu yang harus berakhir begitu saja, melainkan sebagai bagian dari siklus panjang yang memungkinkan eksistensi menemukan bentuk baru.

Gagasan tersebut membuat Sheol terasa seperti perjalanan menuju sebuah dimensi lain. Setelah melewati berbagai beban, konflik, dan pengalaman yang membentuk kehidupan di bumi, manusia dibayangkan memasuki ruang baru untuk merajut kembali eksistensinya.

Sebuah ruang yang memungkinkan segala sesuatu dimulai kembali dengan bentuk yang berbeda.

Baca juga:

Gatra Rilis EP Perdana 'Ruang Lingkup', Ceritakan Realitas Kehidupan Pekerja Kantoran

Ketika Akhir Menjadi Awal

Dalam konteks tersebut, Sheol tidak hanya berbicara mengenai kematian secara harfiah.

EP ini juga dapat dibaca sebagai refleksi mengenai bagaimana manusia berhadapan dengan akhir dari sebuah fase, kemudian mencoba menemukan alasan untuk kembali melangkah.

Ada kehilangan, perubahan, dan kehancuran yang pada akhirnya justru membuka kemungkinan bagi sesuatu yang baru.

Eksistensi yang dibayangkan Obelisk Stereo kemudian hadir sebagai manifestasi dari sebuah singgasana megah—sebuah tempat yang menawarkan harapan untuk terbebas dari berbagai beban yang selama ini membelenggu.

Apa yang sebelumnya terasa berat perlahan ditinggalkan, sementara kehidupan baru menunggu di sisi lain.

Dengan demikian, Sheol menjadi lebih dari sekadar EP perdana. Ia merupakan pengenalan terhadap cara Obelisk Stereo memandang musik sekaligus kehidupan: sebagai sesuatu yang tidak pernah benar-benar selesai.

Setiap akhir menyimpan kemungkinan untuk menjadi awal, sementara setiap kematian membuka jalan menuju bentuk eksistensi berikutnya.

Lewat enam trek yang dirangkai dengan eksplorasi bunyi, elemen surealis, serta gagasan tentang siklus kehidupan dan kematian, Obelisk Stereo seperti ingin mengatakan bahwa cerita manusia tidak pernah benar-benar menemukan titik.

Ia terus berjalan, bertransformasi, dan menemukan bentuk baru—sebuah never-ending story yang mungkin baru dimulai ketika satu kehidupan berakhir. (Far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Pusakata Hadirkan 'Anakku', Single Emosional yang Terinspirasi dari Kekhawatiran Seorang Ayah
Pusakata merilis single Anakku yang berawal dari tantangan Desta di podcast Vindes. Lagu ini mengangkat cinta, doa, dan harapan seorang ayah untuk anaknya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Pusakata Hadirkan 'Anakku', Single Emosional yang Terinspirasi dari Kekhawatiran Seorang Ayah
ShowBiz
Makna Lirik Lagu 'Sedih Harus Kau Buang' dari Whisnu Santika dan Maul Ibrahim, tentang Perpisahan dan Kenangan
Whisnu Santika dan Maul Ibrahim merilis Sedih Harus Kau Buang pada 27 Agustus 2026. Lagu elektronik ini mengangkat kenangan, penyesalan, dan perpisahan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Makna Lirik Lagu 'Sedih Harus Kau Buang' dari Whisnu Santika dan Maul Ibrahim, tentang Perpisahan dan Kenangan
ShowBiz
Lirik dan Makna Lagu Viral 'Negoro Angin' Versi Minang yang Diadaptasi oleh Kevin Cotok
Lagu Negoro Angin Denny Caknan diadaptasi Kevin Cotok ke bahasa Minang. Kisah LDR dan kerinduan tetap menjadi inti lagu.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Lirik dan Makna Lagu Viral 'Negoro Angin' Versi Minang yang Diadaptasi oleh Kevin Cotok
ShowBiz
Teddy Adhitya Rilis 'Pesona Rahasia', Terinspirasi Kenangan Bersama Mendiang Ayah
Teddy Adhitya merilis single 'Pesona Rahasia' sebagai pengantar album 2027. Menghadirkan eksplorasi vokal lebih bebas dan menyimpan kenangan bersama mendiang ayahnya.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Teddy Adhitya Rilis 'Pesona Rahasia', Terinspirasi Kenangan Bersama Mendiang Ayah
ShowBiz
Akbar Chalay Gandeng Matta di Single 'Kera Sakti', Angkat Kisah Sosok yang Pandai Memikat Hati
Akbar Chalay berkolaborasi dengan Matta lewat single 'Kera Sakti'. Padukan eksplorasi musik dan karakter pop dengan cerita sosok yang lihai memikat hati.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Akbar Chalay Gandeng Matta di Single 'Kera Sakti', Angkat Kisah Sosok yang Pandai Memikat Hati
ShowBiz
WOODZ Rilis Single 'Come into my world!', Ajak Penggemar Sejenak Lupakan Rutinitas
WOODZ merilis single terbaru 'Come into my world!' pada Oktober 2026. Lagu ini mengajak pendengar melepas beban pikiran dan beristirahat dari rutinitas.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
WOODZ Rilis Single 'Come into my world!', Ajak Penggemar Sejenak Lupakan Rutinitas
ShowBiz
Crush Rilis 'Seesaw', Ungkap Peran Penting IU dalam Proses Kreatif Lagunya
Crush merilis single terbaru 'Seesaw'. Lagu ini melibatkan IU dalam proses kreatif dan mengangkat kisah gejolak perasaan saat jatuh cinta.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
Crush Rilis 'Seesaw', Ungkap Peran Penting IU dalam Proses Kreatif Lagunya
ShowBiz
Kanda Brothers Hadirkan 'JĪVANA', Refleksi tentang Kehidupan dan Perjalanan Menjadi Orang Tua
'JĪVANA' menjadi representasi atas pemaknaan hidup yang semakin luas.
Dwi Astarini - Minggu, 01 November 2026
Kanda Brothers Hadirkan 'JĪVANA', Refleksi tentang Kehidupan dan Perjalanan Menjadi Orang Tua
ShowBiz
Makna Lagu 'Say You Won’t Let Go' James Arthur, tentang Cinta hingga Akhir Hayat
Secara garis besar, Say You Won’t Let Go menggambarkan harapan seseorang agar sang kekasih tetap berada di sisinya.
Dwi Astarini - Minggu, 01 November 2026
Makna Lagu 'Say You Won’t Let Go' James Arthur, tentang Cinta hingga Akhir Hayat
ShowBiz
Rio Clappy Rangkum Beragam Kisah Kehidupan dalam Album Perdana 'Tutur Hayat'
Album berisi 10 lagu ini merangkum beragam pengalaman dan pergulatan emosi yang menjadi bagian dari kehidupan manusia.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Rio Clappy Rangkum Beragam Kisah Kehidupan dalam Album Perdana 'Tutur Hayat'
Bagikan