Kisah Tangan Kanan Diponegoro Bawa Tradisi Lebaran Ketupat ke Celebes

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Sabtu, 23 Juni 2018
Kisah Tangan Kanan Diponegoro Bawa Tradisi Lebaran Ketupat ke Celebes

Warga bersama-sama menyiapkan perayaan Lebaran Ketupat. Foto: Antara

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Silahturahim dan saling memaafkan merupakan salah satu tradisi Lebaran yang tak pernah dilupakan sejak dahulu kala. Tradisi turun-temurun itu terwujud dalam perayaan Lebaran Ketupat yang dilakukan umat Muslim di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) setelah perayaan Idul Fitri.

Ketua Forum Ukhuwah Antar Pondok Pesantren (FUAPP) Sulut K H Muyasir Arif menjelaskan Lebaran Ketupat atau Hari Raya Ketupat biasa dilaksanakan setelah hari ketujuh setelah Lebaran.

Yang konon, katanya, asal muasalnya yaitu setelah melaksanakan puasa syawal enam hari, yang mana keutamaannya disabdakan oleh Rasul Muhammad SAW: "Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan kemudian diikuti enam hari di bulan syawal maka ia seperti puasa setahun penuh".

Ustad Muyasir juga menjelaskan yang biasa dilakukan masyarakat pada Lebaran Ketupat adalah setiap rumah menyiapkan makanan untuk menerima saudara dan handai taulan yang akan bersilaturrahim ke rumahnya.

Dibawa dari Jawa

kyai mojo
Foto Kyai Modjo (Ist)

Perayaan Lebaran Ketupat banyak dilakukan di kabupaten dan kota yang memiliki mayoritas umat muslim, misalnya Bolaang Mongondow, Minahasa, dan Manado. Di Kabupaten Minahasa, satu perkampungan yang masyarakatnya mayoritas beragama Islam, yakni Kampung Jawa Tondano, leluhur dari masyarakat tersebut memang berasal dari Pulau Jawa.

Tradisi di Tondano ini berawal dari ditangkapnya Kyai Modjo yang merupakan Penasehat Agama sekaligus Panglima perang dari Pangeran Diponegoro pada Perang Jawa (1825-1830).

Pada 1828, Kyia Modjo kemudian dibawa ke Batavia (Jakarta Saat Ini). Selanjutnya tangan kanan Diponegoro dan 63 orang pengikutnya itu diasingkan Belanda sebagai tahanan politik ke Pulau Celebes. Mereka ditempatkan di Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, Sulut.

Oleh penduduk setempat dan sekitarnya, daerah ini kemudian dikenal dengan "Kampung Jawa Tondano" yang penduduknya merupakan keturunan dari Kyai Modjo dan 63 orang pengikutnya serta mayoritas beragama Islam.

Makam kyai modjo
Makam Kyai Modjo di kawasan Tondano, Minahasa. (Ist)

Toleransi Antar Agama

Ada begitu banyak budaya Jawa yang kemudian disadur ke dalam Islam yang justru bemula dari Kampung Jawa Tondano ini, seperti Lebaran Ketupat yang tak lain sebagai bentuk silahturahim antarsesama pemeluk agama Islam dan penduduk sekitar yang nonmuslim.

Provinsi Sulut memiliki penduduk yang memeluk agama Kristen Protestan, Katolik, Islam, Hindu, Budha, dan Konghuchu. Karena Sulut terkenal dengan daerah toleran, maka setiap kegiatan hari besar agama, semua saling bertemu dan menyapa satu sama lain dan memberikan ucapan selamat.

Tradisi ketupat ini selain dirayakan di Kampung Jawa Tondano juga yang tidak kalah meriah perayaannya yaitu umat Islam di Kecamatan Tuminting, Kecamatan Sindulang, dan Kecamatan Singkil, Kota Manado.

lebaran ketupat
Warga antre untuk mendapatkan hidangan ketupat gratis dalam tradisi Lebaran Ketupat yang dirayakan pada hari ketujuh setelah Hari Raya Idul Fitri. ANTARA FOTO/Moch Asim

Kegiatan silaturahim tersebut kebanyakan, dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, seperti makan bersama, pentas seni dan budaya hingga rekreasi bagi kalangan generasi muda.

" Perayaan lebaran ketupat ini perlu dilestarikan, karena menjadi budaya lokal mempersatukan sesama masyarakat dari berbagai agama dan etnis," kata Hesry K, warga Minahasa yang turut menyaksikan pentas seni itu, dilansir Antara.

Tradisi Hari Raya Ketupat secara filosofi mengandung arti untuk memperkuat tali silahturahim antara sesama, baik keluarga, tetangga, kerabat, masyarakat, maupun sesama manusia yang berbeda agamanya.

Sama halnya ketupat yang terbuat dari janur kuat teranyam dengan rapih, begitu pula yang diharapkan dari kehidupan masyarakat Sulut harus saling berdampingan karena "Torang Samua Basudara" (kita semua bersaudara) dan "Torang Samua Ciptaan Tuhan". (*)

#Lebaran Ketupat #Tradisi
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Olahraga
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Paraguay rayakan kembalinya ke Piala Dunia 2026. Tradisi ini dilakukan lewat pertunjukan kembang api meriah di stadion.
Soffi Amira - Minggu, 07 Juni 2026
Paraguay Bikin Stadion Bergemuruh, Gelar Pesta Meriah sebelum Berangkat ke Piala Dunia 2026
Olahraga
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Pesawat timnas Brasil menjalani ritual baptis di Bandara Galeao, Rio de Janeiro. Hal ini menjadi tradisi yang biasa dijalani di Brasil.
Soffi Amira - Selasa, 02 Juni 2026
Jelang Piala Dunia 2026, Pesawat Timnas Brasil 'Dibaptis' di Bandara Rio de Janeiro
Tradisi
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi Toron diperkirakan telah ada bahkan sebelum era abad 19.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Tradisi Toron, ketika Orang Madura Pulang Beramai-Ramai untuk Perayaan
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Tradisi Hadrat menjadi warisan budaya Muslim Maluku yang terus dilestarikan saat Iduladha. Perpaduan selawat, rebana, dan nilai persaudaraan.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Tradisi Hadrat di Maluku, Warisan Islami yang Hidupkan Semangat Idul Adha
Lifestyle
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Meskipun Paskah identik dengan prosesi ibadah khidmat di gereja, masyarakat dapat menghadirkan suasana syukur secara sederhana di dalam rumah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 April 2026
4 Ide Rayakan Paskah Bersama Keluarga Dengan Hangat dan Sederhana
Tradisi
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Tradisi ini khusus diperuntukkan bagi bayi yang sedang belajar berjalan. Doa yang dibacakan memohon perlindungan Allah dari gangguan gaib
Wisnu Cipto - Minggu, 22 Maret 2026
Tradisi Injak Bumi, Ritual Sakral Bayi-Bayi Jambi Seberang Setelah Salat Id
Tradisi
Binarundak, Tradisi Memasak Nasi Jaha yang Menghangatkan Kebersamaan di Sulawesi Utara
Proses memasak ini biasanya dilakukan secara bersama-sama oleh warga, sehingga menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat.
Frengky Aruan - Kamis, 19 Maret 2026
Binarundak, Tradisi Memasak Nasi Jaha yang Menghangatkan Kebersamaan di Sulawesi Utara
Lifestyle
Festival Meriam Karbit, Tradisi Dentuman Khas Lebaran di Pontianak, Sudah Berlangsung Ratusan Tahun
Festival Meriam Karbit merupakan salah satu tradisi khas masyarakat di Kalimantan Barat yang selalu meriah digelar menjelang dan saat perayaan Idulfitri.
Frengky Aruan - Minggu, 15 Maret 2026
Festival Meriam Karbit, Tradisi Dentuman Khas Lebaran di Pontianak, Sudah Berlangsung Ratusan Tahun
Tradisi
Tradisi Ngejot di Bali: Cara Warga Berbagi Makanan dan Menjaga Toleransi saat Ramadan
Tradisi Ngejot di Bali menjadi simbol toleransi antarumat beragama saat Ramadan. Warga berbagi makanan kepada tetangga sebagai bentuk silaturahmi dan kebersamaan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Tradisi Ngejot di Bali: Cara Warga Berbagi Makanan dan Menjaga Toleransi saat Ramadan
Bagikan