Kisah 'Mojang Bandung' Jadi Relawan Vaksin Flu Babi, Kini Jajal COVID-19

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 28 Agustus 2020
Kisah 'Mojang Bandung' Jadi Relawan Vaksin Flu Babi, Kini Jajal COVID-19

Proses pendaftaran relawan uji tes Vaksin COVID-19. (MP/Iman Ha)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com – Sehari-hari Nina Fatimah kerja sebagai perawat di sebuah klinik di Bandung. Perempuan berkerudung ini terpanggil menjadi relawan vaksin COVID-19 tujuannya tak lain agar pandemi ini segera berakhir.

Sebelum menjadi relawan vaksin COVID-19 buatan Sinovac Biotech Ltd, China, Nina pernah menjadi relawan untuk vaksin flu babi (Influenza H1N1) ketika wabah ini pernah menghantui dunia, meski waktu itu skalanya tak sebesar pandemi COVID-19 yang hanya bisa ditandingi pandemi flu Spanyol atau flu 1918.

Baca Juga:

Pemerintah Tengah Negosiasi Beli Vaksin COVID-19 Tiongkok

Pengalaman menjadi relawan vaksin bagi Nina bukan sesuatu yang baru walau kali ini emosionalnya lebih tinggi mengingat pandemi COVID-19 terus menginfeksi jutaan orang di dunia, menimbulkan korban jiwa, termasuk di Indonesia.

Nina merupakan relawan angkatan pertama yang mendapat penyuntikan uji klinis vaksin COVID-19 di Bandung, Rabu 12 Agustus lalu, setelah sebelumnya dinyatakan lolos pemeriksaan kesehatan dan tes swab Covid-19. Lengan kiri Nina disuntik vaksin dalam penelitian yang digelar PT Bio Farma bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Unpad.

Calon relawan berkonsultasi dengan dokter riset uji vaksin di RSP Unpad, Kota Bandung. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)
Calon relawan berkonsultasi dengan dokter riset uji vaksin di RSP Unpad, Kota Bandung. (ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi)

Saat disuntik, dia hanya merasakan gejala lokal di titik yang disuntik, setelahnya tidak merasakan gejala apa-apa. Tidak ada demam, bengkak, pusing, atau gejala lain yang dimungkinkan terjadi akibat vaksinasi.

Hingga kini, Nina tetap menjalankan aktivitas sehari-hari sebagai perawat di sebuah klinik di kawasan Sukajadi, Bandung. Sebagai perawat, ia sadar betul dengan pekerjaannya yang termasuk garda berisiko di musim pandemi virus corona ini. Tidak sedikit rekan sejawatnya di Indonesia yang terinfeksi virus jenis baru ini.

“Selama beraktivitas di luar rumah tetap harus pakai protokol, ke mana-mana harus tetap bawa hand sanitizer, pakai masker, sering cuci tangan, jaga jarak juga kita masih tetap. Meski sudah dikasih vaksin,” ungkap Nina Fatimah, Jumat (28/8).

Protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19 dilaksanakan relawan vaksin karena mereka masih dalam masa pemantauan. Jika vaksinnya efektif, relawan akan terbebas dari Covid karena sudah memiliki sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus corona. Sebaliknya, jika vaksin tidak manjur maka relawan beresiko terinfeksi virus SARS CoV 2, penyebab penyakit Covid, jika tidak taat protokol kesehatan.

Baca Juga:

Uang Panjar yang Dikeluarkan Pemerintah Dapatkan Vaksin COVID-19 Nyaris Rp4 Triliun!

Selain itu, dalam penelitian uji klinis ini peneliti menyuntikan vaksin dan placebo (bukan vaksin). Setiap relawan tidak diberi tahu apakah dia mendapat vaksin atau placebo. Hal ini dilakukan sebagai prosedur penelitian ilmiah, salah satunya untuk perbandingan efektivitas vaksin dengan yang tidak divaksin. “Jadi kita belum tahu ke depan seperti apa,” ujar Nina.

Nina mengungkapkan, motivasinya ikut menjadi relawan vaksin hanya satu. “Dari awal motivasinya cuma satu, cuma ingin Covid ini terselesaikan. Mudah-mudahan dengan ada vaksin ini jadi jembatan pandemi ini cepat terselesaikan,” ucap perempuan 32 tahun ini.

Mojang Bandung itu mengaku terpanggil menjadi relawan atas inisiatif sendiri. “Dorongan pribadi, enggak ada yang mendorong-dorong kalau didorong kan jatuh,” ucap perempuan yang sudah berkeluarga itu.

Respons keluarga terhadap inisiatif Nina positif. Nina justru mengajak anggota keluarganya untuk ikut menjadi relawan. Sehingga di dalam keluarganya ada adik dan kakanya yang tercatat menjadi relawan dan mendapat penyuntikan vaksin. “Kebetulan alhamdulillah keluarga saya ikut, adik dan kaka saya juga ikut jadi kita saling support aja. Kompakan,” tutur dia

vaksin
Lab Vaksin Bio Farma. (Foto: Sekretariat Presiden)



Nina sendiri yang mengajak adik dan kakaknya untuk menjadi relawan vaksin. Saat itu, panitia uji klinis sedang membuka pendaftaran relawan. Nina membawa kabar itu ke keluarganya. “Kebetulan saya kan kerja di klinik terus saya ajak adik sama kakak saya hayu buat ikutan ini. Lagian kan bukan buat orang lain buat kita sendiri, mereka ya sudah hayuk.”

Di anggota keluarga Nina ada yang punya bayi. Mereka juga punya orang tua yang sudah sepuh. Baik bayi maupun orang tua posisinya rentan di musim pandemi ini. Di antara korban meninggal karena Covid, mayoritas didominasi usia lanjut yang punya penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, jantung, dan lain-lain. Virus ini berakibat fatal pada golongan rentan tersebut. "Setidaknya dengan kita divaksin, kita dilindungi dan melindungi anak dan keluarga kita,” tegas dia.

Setelah lebih dari sepekan disuntik, Nina mengaku sehat dan tidak merasakan perubahan di tubuhnya. Nafsu makannya biasa, staminanya juga biasa. Adik dan kakak Nina juga tidak merasakan perbedaan apa-apa. Mereka beraktivitas seperti biasa. Pengalaman tersebut tak jauh berbeda dengan saat Nina menjadi relawan vaksin flu babi.

“Sebelumnya sudah jadi relawan untuk vaksin influenza/flu. Tidak ada ada perbedaan vaksin flu dan sekarang. Saat itu antara 2009-2010 waktu musim wabah flu babi kalau ga salah. Antara itu,” kenang Nina seraya berharap wabah corona ini bisa segera hilang seperti wabah flu babi. (Iman Ha/Jawa Barat)

Baca Juga:

Cerita Ketua IDI Jabar Eka Mulyana Jadi Relawan Vaksin COVID-19

#Vaksin Covid-19 #Bandung
Bagikan
Ditulis Oleh

Wisnu Cipto

Berita Terkait

Indonesia
Kasus Dugaan Korupsi Wakil Dihentikan, Wali Kota Bandung: Terpenting Adanya Kepastian Hukum
Pemkot Bandung sejak awal berkomitmen menghormati seluruh proses hukum yang berjalan serta memastikan roda pemerintahan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 04 Juni 2026
Kasus Dugaan Korupsi Wakil Dihentikan, Wali Kota Bandung: Terpenting Adanya Kepastian Hukum
Lifestyle
Komunitas Nasi Berkah Mbak Noy Konsisten Bagikan Makanan bagi yang Membutuhkan Selama 1 Dekade
Setiap pekan, komunitas ini menyalurkan sedikitnya 300 porsi makanan.
Dwi Astarini - Selasa, 26 Mei 2026
Komunitas Nasi Berkah Mbak Noy Konsisten Bagikan Makanan bagi yang Membutuhkan Selama 1 Dekade
Indonesia
91 Ribu Penumpang KA Jarak Jauh Serbu Bandung Saat Libur Panjang
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026 membuat Bandung diserbu wisatawan. KAI mencatat 91 ribu penumpang KA Jarak Jauh, 208 ribu KA Lokal, dan 75 ribu Whoosh.
Wisnu Cipto - Minggu, 17 Mei 2026
91 Ribu Penumpang KA Jarak Jauh Serbu Bandung Saat Libur Panjang
Indonesia
Kerusuhan May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Polda Jabar menetapkan enam tersangka kerusuhan May Day di Bandung. Mayoritas pelajar, terbukti lakukan pembakaran dan perusakan fasilitas publik di Tamansari.
Wisnu Cipto - Sabtu, 02 Mei 2026
Kerusuhan May Day di Bandung, Polisi Tetapkan 6 Tersangka
Indonesia
Perusakan Pos Polisi Tamansari, Bandung, saat May Day, Polda Jabar Tangkap Pelaku dan akan Diproses secara Hukum
Aksi perusakan tersebut meliputi pembakaran banner, perusakan lampu lalu lintas, fasilitas CCTV milik pemerintah, videotron hingga pos polisi di kawasan Tamansari, Kota Bandung.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
Perusakan Pos Polisi Tamansari, Bandung, saat May Day, Polda Jabar Tangkap Pelaku dan akan Diproses secara Hukum
Indonesia
May Day Diwarnai Kerusuhan, Pos Polisi Taman Cikapayang, Bandung, Dibakar
Akibat aksi itu, tiga kaca pecah diduga dilempar menggunakan batu berukuran besar.
Dwi Astarini - Jumat, 01 Mei 2026
May Day Diwarnai Kerusuhan, Pos Polisi Taman Cikapayang, Bandung, Dibakar
Indonesia
PT KA Buka Rute Baru Dengan Panjang 1.002 Kilometer Ketapang ke Bandung
KA Sangkuriang dari Banyuwangi akan menempuh jarak mencapai 1.002 kilometer dan melintasi Jember, Lumajang, Surabaya, Solo, Yogyakarta, Ciamis, Tasikmalaya hingga tujuan akhir Bandung.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
 PT KA Buka Rute Baru Dengan Panjang 1.002 Kilometer Ketapang ke Bandung
Indonesia
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Keamanan dan keselamatan pasien merupakan prioritas mutlak yang tidak boleh dikompromikan kelalaian sekecil apa pun.
Dwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung, Komisi IX DPR Desak Audit Sistem Keamanan Pasien
Indonesia
Kawasan Bantaran Rel di Kiaracondong Bandung bakal Disulap Jadi ‘Apartemen’, Dialokasikan bagi Rakyat Berpenghasilan Rendah
Aset KAI di Bandung direncanakan akan dikembangkan menjadi kawasan hunian vertikal terintegrasi khusus bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kawasan Bantaran Rel di Kiaracondong Bandung bakal Disulap Jadi ‘Apartemen’, Dialokasikan bagi Rakyat Berpenghasilan Rendah
Indonesia
Warga Bandung Diminta Mewaspadai Hujan Lebat Tiba-tiba Disertai Petir dan Angin Kencang, Diawali Cuaca Panas Bikin Gerah
Hal ini seperti disampaikan Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung, Teguh Rahayu.
Frengky Aruan - Senin, 06 April 2026
Warga Bandung Diminta Mewaspadai Hujan Lebat Tiba-tiba Disertai Petir dan Angin Kencang, Diawali Cuaca Panas Bikin Gerah
Bagikan