HUT ke-73 TNI

Kisah Keberanian Marinir Saat Operasi Dwikora Bikin Tentara Malaysia Putus Asa

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 05 Oktober 2018
Kisah Keberanian Marinir Saat Operasi Dwikora Bikin Tentara Malaysia Putus Asa

Iringan jenazah anggota Marinir yang gugur dalam bertugas. (Sumber: wordpress.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HUBUNGAN Indonesia-Malaysia memanas. Bung Karno murka ketika mendengar niat negara tetangga ingin menggabungkan Brunei, Sabah, dan Serawak menjadi wilayah teritorialnya.

Di hadapan ribuan orang, 3 Mei 1946, Bung Besar berpidato mengencam tindakan Malaysia. Ia meminta para hadirin untuk tak ciut nyali menghadapi rongrongan "Macan Malaya".

Keinginan Malaysia mendirikan Negara Federasi Malaysia, menurut Petrik Matanasi dan Huda Kurniawan dalam buku Hantu Laut; KKO-Marinir Indonesia, dinilai tak masuk akal. "Malaysia adalah boneka Britania (Inggris Raya)," kata Sukarno seperti dikutip Matanasi.

Tak lama berselang, Filipina mengambil sikap. Mereka mengikuti langkah Bung Karno. Menolak rencana itu.

Bung Karno secara terang benderang menempuh jalur militer dengan sandi operasi Dwikora. Operasi tersebut dilakukan hampir di sepanjang perbatasan Indonesia-Malaysia. Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) turut ambil bagian pada Operasi Dwikora.

Saat Marinir Beraksi

Sebelum diterjunkan ke medan perang, prajurit-prajurit Marinir kembali dilatih di Cisarua selama sebulan. Persiapan matang mesti dilakukan seperti kesiapan fisik dan mental. Setelah itu, satuan-satuan KKO mulai dikirim ke beberapa tempat seperti Kepulauan Riau serta perbatasan utara antara Sabah dan Kalimantan Timur.

"KKO beberapa kali berhasil melakukan infiltrasi terhadap lawan. Operasi pendaratan di Pontian Johor yang dipimpin oleh Sersan Dua Mursid dan Sersan Dua A Siagian adalah salah satu operasi yang berhasil," tulis Matanasi dan Kurniawan dalam bukunya.

Pada Agustus 1946, para pasukan melakukan penyusupan. Risiko berbahaya tak lagi dipikirkan. Tapi ada pertimbangan. Yang terpenting bikin lawan tunggang langgang.

Tak dinyana pasukan penyusup dari Indonesia kehilangan beberapa anggota timnya. "Meski juga berhasil menembak mati anggota musuh; Tentara Diraja Malaysia."

Sementara itu, di Kalabakan pasukan penyusup Marinir berhasil menewaskan seorang perwira berkebangsaan Inggris ditambah delapan orang dari Rejimen Askar Melayu Diraja. "Sedangkan 18 orang lainnya luka-luka."

Pasukan lawan mulai bertumbangan. Banyaknya korban dari pihak Malaysia seolah membuktikan bahwa mereka tidak siap menghadapi serangan anggota KKO. "Pasukan Sersan Rebani di Kalakaban juga berhasil merampas 1 bren, 7 senapan otomatis ringan, 10 stengun, dan sebuah pistol."

Empat Marinir Lawan Tentara Satu Kapal

Demi menjaga integritas negara, pasukan KKO semakin memperketat kawasan. Salah satunya melakukan patroli rutin di perairan perbatasan Riau dan Singapura. Celakanya para pasukan yang bertugas menemui kendala. Mesin kapal mereka mendadak rusak.

Prajurit K Suratno bersama tiga anggotanya; Wahadi, Riyono, dan Muhani sempat khawatir. Mereka terombang-ambing di tengah lautan. Malangnya, arus air membawa para Marinir ke arah Singapura. Arkian mereka mendayung melawan arus menjauh dari batas teritori Singapura.

Saat itu, malam sangat gelap. Tidak seperti biasanya. Tidak ada sumber cahaya yang dapat mereka gunakan. Hanya sinar remang-remang yang terpantul dari langit ke permukaan laut, yang menjadi penerang jalan. Mereka tak boleh menyerah. Dayung mesti tetap dikayuh.

Hal tersebut terang menyulitkan para Marinir mengindentifikasi kapal-kapal yang tengah berlayar. Termasuk ketika mereka salah memberhentikan kapal untuk dimintai tolong.

Matanasi dan Kurniawan dalam buku Hantu Laut menceritakan, di antara gelapnya malam tersebut sebuah kapal melintas di depan kapal kecil yang ditumpangi Marinir. Prajurit-prajurit muda itu sontak berhenti mendayung, dan segera merapat ke dinding kapal. "Namun, kapal yang mereka tempeli adalah kapal perang milik tentara Malaysia, bernama Sri Selangor."

Pasukan di kapal Sri Selangor berteriak memperkenalkan diri. Kemudian bertanya kepada Marinir tentang jati diri mereka. "Pasukan Marinir kaget bukan alang kepalang." Tapi mental ksatria tetap mereka tunjukkan. Teriakan balasan pun dilantangkan.

"Para anggota KKO menjelaskan tentang diri serta tujuan mereka sebenarnya, dan yang ingin pulang ke Indonesia," tulis Matanasi dan Kurniawan. Kontan saja hal itu membuat para penumpang kapal Sri Selangor terperangah. Pasukan Malaysia menganggap ada "santapan lezat di depan mata".

Kapal kecil yang ditumpangi anggota KKO jelas merupakan sasaran empuk tembakan kapal tentara Malaysia. Tak lama kemudian sorotan lampu kapal yang terang dan tajam diarahkan ke perahu anggota KKO. Pun diselingi perintah untuk menyerah.

Keadaan tersebut jelas tidak menguntungkan Marinir. Mau menyerah, tak mungkin. Sebagai seorang ksatria, mereka justru memilih perang. Tak peduli persenjataan kurang. Mereka menjawabnya dengan tembakan salvo ke arah kapal Sri Selangor.

Mendapat serangan dari anggota Marinir, tentara Malaysia terperangah. Mereka tak mengira nyali para Marinir begitu besar. Bahkan di atas standar manusia lainnya. Empat pasukan melawan satu kapal besar.

Kapal Sri Selangor kemudian menjauh. Kabur? Tidak. Mereka sedang membuat jarak tembak efektif. "Selanjutnya, Sri Selangor berusaha menerjang perahu yang ditumpangi para anggota KKO."

Dengan tangkas mereka segera meloncat ke laut sebelum ditabrak. Perahu pun terbalik. Kemudian dimanfaatkan oleh para prajurit untuk bersembunyi.

Sri Selangor lantas pergi meninggalkan mereka. Namun, nahas. "Prajurit K Suratno meninggal dan jasadnya tidak ditemukan oleh ketiga anggotanya yang berhasil selamat." (*)

#Marinir #TNI AL #TNI
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Olahraga
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
“Kebijakan dari Mabes TNI bahwa kita merekrut khusus, saya sudah merekrut khusus dari sipil yang punya kemampuan olahraga dijadikan militer," kata Panglima TNI Jenderal Agus.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Panglima TNI Mau Bentuk Batalyon Olahraga, Atlet Sipil Bakal Direkrut
Olahraga
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Atlet-atlet dari unsur TNI mendapat kenaikan pangkat hingga menjadi perwira setelah meraih prestasi di SEA Games 2025.
Frengky Aruan - Kamis, 08 Januari 2026
Berprestasi di SEA Games 2025, Atlet dari Unsur TNI Mendapat Kenaikan Pangkat, Rizki Juniansyah Jadi Kapten
Indonesia
Kehadiran Prajurit TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Sorotan, Ini Klarifikasinya
TNI menegaskan kehadiran prajurit di sidang dugaan korupsi Nadiem Makarim hanya untuk pengamanan sesuai MoU dengan Kejaksaan dan Perpres Nomor 66 Tahun 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Januari 2026
Kehadiran Prajurit TNI di Sidang Nadiem Makarim Tuai Sorotan, Ini Klarifikasinya
Indonesia
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
Personel TNI yang bertugas menangani bencana di Sumatra mendapatkan uang makan dan uang lelah
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
Indonesia
Panglima TNI Perintahkan Tangkap Provokator Pengibaran Bendera GAM
Saat ini TNI, Polri, bersama Kementerian/Lembaga bekerja secara maksimal untuk mempercepat pemulihan pascabencana.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Panglima TNI Perintahkan Tangkap Provokator Pengibaran Bendera GAM
Indonesia
TNI Bangun 32 Jembatan Darurat di Sumatera, Pesan 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri
Logistik yang sudah didistribusikan sejumlah 2.669,53 ton. Logistik itu dikirimkan baik melalui jalur udara maupun darat.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
TNI Bangun 32 Jembatan Darurat di Sumatera, Pesan 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri
Indonesia
Begini Kerja Cepat TNI Bangun Puluhan Jembatan Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra
Percepatan pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya menyeluruh TNI AD bersama kementerian, BNPB, dan instansi terkait lainnya dalam penanganan bencana.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 30 Desember 2025
Begini Kerja Cepat TNI Bangun Puluhan Jembatan Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra
Indonesia
Panglima TNI Sebut 37.910 Personel Dikerahkan untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Para personel juga akan ikut membantu membangun hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).
Dwi Astarini - Selasa, 30 Desember 2025
Panglima TNI Sebut 37.910 Personel Dikerahkan untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Indonesia
TNI Tambah 15 Batalyon Percepat Pemulihan Sumatera, Ini Fokus Kerjanya
Tercatat, hingga saat ini total ada 37.910 prajurit TNI yang dikerahkan di tiga provinsi Sumatera itu untuk membantu para pengungsi melewati masa tanggap darurat, dan memasuki masa rekonstruksi serta rehabilitasi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 29 Desember 2025
TNI Tambah 15 Batalyon Percepat Pemulihan Sumatera, Ini Fokus Kerjanya
Indonesia
TNI Pastikan Pembubaran Massa Bawa Bendera GAM di Lhokseumawe Sesuai Aturan
Mabes TNI memastikan pembubaran aksi massa yang membawa bendera GAM di Lhokseumawe dilakukan sesuai aturan. Aparat juga menemukan senjata api dan senjata tajam.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 27 Desember 2025
TNI Pastikan Pembubaran Massa Bawa Bendera GAM di Lhokseumawe Sesuai Aturan
Bagikan