Kiprah Moeldoko di Pentas Politik Nasional

Zulfikar SyZulfikar Sy - Selasa, 02 Februari 2021
Kiprah Moeldoko di Pentas Politik Nasional

Moeldoko. (Twitter @GeneralMoeldoko)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Moeldoko dituding ingin mengudeta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat. Bagaimana kiprah Moeldoko dalam pentas politik nasional?

Sebelum terjun ke dunia politik praktis, Moeldoko lama berkarier di militer. Pria kelahiran Kediri ini merupakan alumnus Akabri tahun 1981 terbaik dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa.

Kiprah politik Moeldoko dimulai saat dipercaya menjadi anggota Dewan Pembina Partai Hanura pada 2016-2017. Setahun berselang, dia didapuk sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Hanura.

Baca Juga:

Disebut Restui Moeldoko Rebut Demokrat, Mahfud MD: Isu Aneh

Mantan orang nomor satu di TNI ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) periode 2017-2020. Moeldoko menggantikan posisi Mahyudin yang memiliki kesibukan sebagai Wakil Ketua MPR.

Di bawah kepemimpinan Moeldoko inilah, HKTI kembali rukun. Dualisme kepengurusan berakhir setelah Moeldoko dan Fadli Zon mencapai kata sepakat pada Kamis, 28 Mei 2020. Moeldoko dan Fadli Zon pun sepakat menyatukan kembali HKTI dan menyisihkan konflik yang berlarut.

Dualisme kepengurusan HKTI bermula dari konflik internal dalam tubuh HKTI antara Prabowo Subianto dengan Oesman Sapta Odang (OSO). Proses dualisme ini sampai ke Mahkamah Agung (MA) dengan keputusan kasasi MA menyatakan Prabowo sebagai Ketua Umum HKTI periode 2010-2015.

Namun, OSO bergeming. Dia tetap menyatakan diri sebagai pimpinan HKTI. Dualisme ini terus berlanjut ketika Prabowo memberikan mandat kepada Fadli Zon sebagai ketua umum dan Oesman Sapta memberikan amanat HKTI kepada Moeldoko.

Moeldoko juga dikenal dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Peraih gelar doktor Program Pascasarjana Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia ini pernah menjadi perwakilan keluarga Jokowi di pernikahan Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution.

Moeldoko akhirnya masuk ring 1 kabinet Jokowi-Jusuf Kalla pada 17 Januari 2018, menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP) menggantikan Teten Masduki.

Pada 23 Oktober 2019, Moeldoko ditunjuk kembali menjadi KSP pada Kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (ANTARA/HO-KSP)
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (ANTARA/HO-KSP)

Saat ini, nama Moeldoko menjadi perbincangan publik. Hal itu setelah Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengungkap sosok yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.

Menurut dia, nama yang dimaksud Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam konferensi pers, Senin (1/2) siang, adalah Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

AHY dalam konferensi pers tersebut mengungkap, adanya gerakan politik yang berupaya untuk mengambil alih kepemipinan partainya.

"Adanya gerakan politik yang mengarah pada upaya pengambilalihan kepemimpinan Partai Demokrat secara paksa, yang tentu mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat," kata AHY.

AHY menjelaskan, menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak, gerakan politik pengambilalihan paksa Partai Demokrat ini melibatkan orang dekat Presiden Jokowi.

"Yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo," ungkap AHY.

Herzaky mengatakan, nama Moeldoko muncul dari pengakuan, kesaksian, dan BAP sejumlah pimpinan tingkat pusat maupun daerah Partai Demokrat.

"Mereka dipertemukan langsung dengan KSP Moeldoko yang ingin mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat secara inkonstitusional untuk kepentingan pencapresan 2024," kata Herzaky dalam keterangannya, Senin (1/2) malam.

Baca Juga:

Ada Indikasi Moeldoko Pakai Demokrat untuk Kepentingan Pilpres 2024

Menanggapi tudingan tersebut, Moeldoko langsung menggelar jumpa pers pada Senin (1/2) malam. Dia menyarankan AHY agar menjadi pemimpin yang kuat.

"Saran saya ya, menjadi seorang pemimpin harus pemimpin kuat, jangan mudah baperan, terombang-ambing," kata Moeldoko.

"Kalau anak buah tidak boleh pergi ke mana-mana, ya diborgol saja. Berikutnya kalau ada istilah kudeta itu ya kudeta itu dari dalam, termasuk dari rumah," sambung Moeldoko.

Moeldoko mengingatkan Partai Demokrat agar tidak mengaitkan isu kudeta tersebut dengan Presiden Jokowi. Dia menegaskan, Presiden Jokowi sama sekali tidak mengetahui soal isu tersebut.

"Jangan dikit-dikit Istana dalam hal ini ya. Saya ingatkan, sekali lagi, jangan dikit-dikit Istana. Dan jangan ganggu Pak Jokowi dalam hal ini. Sebab beliau dalam hal ini tak tahu sama sekali," tegas Moeldoko. (Pon)

Baca Juga:

Moeldoko Ingatkan AHY: Jangan Ganggu Pak Jokowi, ini Urusan Saya!

#Jenderal Moeldoko #Partai Demokrat #Agus Harimurti Yudhoyono
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Kejurnas Tinju Amatir Piala Menko IPK 2026 Bakal Digelar di Jakarta, Diikuti 35 Provinsi
Kejuaraan Nasional Tinju Amatir Piala Menko Infrastruktur 2026 bakal digelar di Pluit Village Mall, Jakarta Utara, pada 19-25 Oktober mendatang.
Soffi Amira - Sabtu, 17 Oktober 2026
Kejurnas Tinju Amatir Piala Menko IPK 2026 Bakal Digelar di Jakarta, Diikuti 35 Provinsi
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Partai Demokrat membantah pidato Agus Harimurti Yudhoyono menjadi sinyal Pilpres 2029.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Demokrat Bantah Pidato AHY Jadi Sinyal Pilpres 2029, Sebut Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
Waketum Golkar Sebut AHY Kasih Sinyal Kuat Siap Jadi Penantang di Pilpres 2029
Sinyal tersebut muncul ketika kondisi masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
Waketum Golkar Sebut AHY Kasih Sinyal Kuat Siap Jadi Penantang di Pilpres 2029
Olahraga
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
PBV Paja One menjadi juara AHY Cup 2026 di Jakarta Timur. AHY mendorong kompetisi voli ini berlanjut sebagai wadah pembinaan dan pencarian atlet muda.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 06 September 2026
PBV Paja One Juara AHY Cup 2026, AHY Dorong Pembinaan Atlet Muda
Indonesia
Merasa Tidak Diperhatikan AHY, Ketua DPC Demokrat Solo Mundur
Berbagai aspirasi yang selama ini disampaikan kepada pengurus di tingkat atas tidak pernah diwujudkan dalam bentuk dukungan nyata.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Merasa Tidak Diperhatikan AHY, Ketua DPC Demokrat Solo Mundur
Indonesia
Demokrat Balik Serang Deddy Sitorus: Terusik karena AHY Benar
Tak ada hasutan, AHY hanya menjelaskan peran partai politik dalam sistem demokrasi.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Demokrat Balik Serang Deddy Sitorus: Terusik karena AHY Benar
Indonesia
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Partai Demokrat ikut mempertanyakan posisi politik PDI Perjuangan (PDIP) terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Frengky Aruan - Senin, 22 Juni 2026
Demokrat Pertanyakan Posisi Politik PDIP agar Tidak Abu-abu, Ganjar Pranowo Beri Jawaban
Indonesia
Presiden Prabowo Tunjuk Menko AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Penunjukan AHY sendiri tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 29 Tahun 2026
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 30 Mei 2026
Presiden Prabowo Tunjuk Menko AHY Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Indonesia
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron buka suara soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan partai politik memenuhi kuota 30 persen caleg perempuan.
Frengky Aruan - Selasa, 26 Mei 2026
Demokrat Sebut Putusan MK soal Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Hanya Pertegas Aturan Lama
Bagikan