MERAHPUTIH.COM - WAKIL Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia membaca pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) soal kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya sebagai sinyal menuju Pilpres 2029. Doli awalnya mengaku sepakat dengan substansi pernyataan AHY mengenai demokrasi, tanggung jawab pemerintah, serta hak dan kewajiban warga negara.
"Secara substansi, apa yang disampaikan AHY, saya setuju sepenuhnya. Tentang pertumbuhan demokrasi yang harus terus dijaga, tanggung jawab seluruh institusi negara, tugas utama pemerintah dan hak serta kewajiban warga negara," kata Doli kepada wartawan, Senin (7/9).
Namun, Doli menyoroti cara AHY menyampaikan pernyataan tersebut. "Namun, jika dilihat dari cara penyampaian, gesture dan standing position-nya, AHY seperti memberi sinyal kuat bahwa beliau siap menjadi salah seorang contender dalam pilpres mendatang," ujarnya.
Doli mengatakan sinyal tersebut muncul ketika kondisi masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan. Menurut dia, persoalan rakyat merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, DPR, dan partai politik. "Kesulitan yang dihadapi rakyat merupakan tanggung jawab kita semua. Pemerintah, DPR, dan juga partai politik adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan," kata Doli.
Baca juga:
Merasa Tidak Diperhatikan AHY, Ketua DPC Demokrat Solo Mundur
Dia menyebut fenomena tersebut menunjukkan 'magnet' Pilpres 2029 semakin terbuka. Bahkan, menurutnya, sejumlah kekuatan politik mulai 'pasang kuda-kuda'. Doli lantas menyinggung Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi yang disebutnya telah lebih dulu menunjukkan kesiapan dari 'poros politik' Solo.
"Bila beberapa waktu lalu, Budi Arie, yang mewakili satu 'poros politik' (Solo), sudah terang-benderang menyatakan kesiapannya, sekarang kita menyaksikan satu lagi 'poros politik' (Cikeas) ikut memberikan sinyal yang kuat," ujarnya.
Dia menilai kondisi tersebut menarik karena kedua kekuatan yang disebutnya sebagai poros Solo dan Cikeas saat ini sama-sama berada dalam pemerintahan Prabowo-Gibran. Doli juga menyebut 'poros politik' Teuku Umar belum menyatakan kesiapan untuk bertarung pada Pilpres 2029.
Meski membaca adanya sinyal politik dari AHY, Doli mengatakan Golkar menghormati setiap keputusan partai politik. "Memang menjadi agak unik, bila dalam waktu dekat, salah satu 'poros politik' penting lain (Teuku Umar), tidak kunjung menyatakan siap bertarung pada Pilpres 2029," katanya.
Doli menegaskan Golkar belum mengalihkan fokus ke kontestasi 2029. Golkar, kata dia, masih berkomitmen mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga 2029. Sementara itu, AHY sebelumnya menyampaikan refleksi mengenai perjalanan Demokrat selama 25 tahun. Dia mengatakan partainya pernah memimpin pemerintahan dan pernah berada di luar pemerintahan.
"Kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Kekuasaan merupakan amanah rakyat yang memiliki batas waktu," ujar AHY saat peringatan 25 tahun Demokrat, Sabtu (5/9).
AHY menegaskan kekuasaan dan jabatan memiliki batas, sedangkan tanggung jawab kepada rakyat tidak pernah berakhir.(Pon)
Baca juga:
Demokrat Balik Serang Deddy Sitorus: Terusik karena AHY Benar