MERAHPUTIH.COM - MENTERI ATR/BPN Nusron Wahid sudah mengundurkan diri dari kepengurusan Partai Golkar di tengah polemik kasus dugaan korupsi di Kementerian ATR/BPN yang ia pimpin. Nusron disebut mundur dari pengurus Golkar sejak enam bulan silam.
“Mau fokus untuk hal lain," kata Sekjen Partai Golkar Sarmuji kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/9).
Sarmuji tidak mengungkap jelas apa yang menjadi urusan fokus dari Nusron sehingga memutuskan mundur dari kepengurusan Partai Golkar. Nusron merupakan salah satu pengurus DPP Partai Golkar.
Dalam kepengurusan DPP Partai Golkar periode 2024-2029, Nusron menjabat Ketua Bidang Keagamaan dan Kerohanian.
Nusron yang juga Menteri ATR/BPN ini sebelumnya buka suara soal namanya disebut-sebut KPK dalam kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) Summarecon yang menjerat empat orang kepercayaannya sebagai tersangka. Nusron mengaku menghormati proses hukum di KPK.
"Kami menghormati apa yang diproses oleh aparat penegak hukum dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan kami akan membantu proses yang ada di sini," kata Nusron dilihat akun Instagram Kementerian ATR/BPN, Jumat (18/9).
Baca juga:
Kasus ATR/BPN, KPK Jelaskan Pertimbangan Belum Geledah Ruangan Nusron Wahid
Nusron berharap kasus tersebut bisa menjadi momentum mempercepat perbaikan pelayanan dan pembenahan di internal Kementerian ATR/BPN. Dia menyerahkan kasus tersebut ke KPK.
"Semoga dengan kejadian ini ada proses percepatan perbaikan pelayanan di internal Kantor ATR/BPN," ujarnya.(knu)
Baca juga:
Ditanya Soal Kasus KPK dan Kabar Menghilang, Jawaban Nusron Wahid Jadi Sorotan