Kesehatan

Kiat Jalani Hidup Sehat dan Menyenangkan untuk Penyintas Kanker

Febrian AdiFebrian Adi - Senin, 05 Juni 2023
Kiat Jalani Hidup Sehat dan Menyenangkan untuk Penyintas Kanker

Para penyintas harus memiliki pikiran yang positif untuk terus menikmati hidup. (Foto: Unsplash/Drew Hays)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PERJUANGAN para penyintas kanker untuk melawan penyakitnya membutuhkan keberanian besar. Proses perjalanannya pun terlihat sulit, namun dengan keyakinan yang begitu kuat para penyintas kanker masih tetap berjuang.

Untuk terus bisa melakukan hal positif Direktur Onkologi Apollo Cancer Center dr. Anil D’Cruz memberikan beberapa kiat bagi para penyintas kanker untuk menerapkan gaya hidup tertentu. Berikut kiat-kiatnya seperti dilansir Hindustan Times:

Baca Juga:

Anak Penyintas Kanker Perlu Pendampingan dan Perawatan Khusus

Penyintas memiliki semangat yang begitu tinggi untuk tetap menjalani kehidupannya. (Foto: Unsplash/National Cancer)

1. Memprioritaskan perawatan diri sendiri

Lakukan aktivitas yang bisa membuat diri menjadi lebih santai sekaligus mengurangi tingkat stres seperti latihan napas dalam, meditasi, yoga, istirahat yang cukup, atau melakukan aktivitas yang berkaitan dengan hobi.

Menyeimbangkan waktu bekerja, berinteraksi dengan keluarga, dan perawatan diri merupakan hal kerusial dalam mengurangi tingkat stres dan membuat pikiran menjadi lebih positif. Selain itu, perkuat ikatan dengan orang-orang terdekat.

2. Terapkan gaya hidup sehat

Menjalani gaya hidup sehat bisa dilakukan dengan menerapkan diet kaya nutrisi, tetap terhidrasi dengan baik, melakukan aktivitas fisik rutin dengan kemampuan tubuh, dan sering berkonsultasi dengan dokter.

3. Memantau kondisi kesehatan dan rajin konsultasi dengan dokter

Mengadakan pertemuan konsultasi rutin dengan dokter merupakan hal penting untuk memantau kondisi kesehatan dan mengatasi gejala pasca perawatan. Konsultasi dengan dokter juga bisa mendeteksi potensi kambuh atau masalah kesehatan lebih awal.

Baca Juga:

Penyintas Kanker Butuh Dukungan Psikososial

Rajin konsultasi ke dokter bisa menjadi salah satu kiat jalani hidup. (Foto: Unsplash/National Cancer)

4. Mempelajari lebih dalam tentang kanker yang diderita

Pelajari lebih dalam mengenai jenis kanker yang pernah dialami, potensi efek samping dari pengobatan jangka panjang, dan rekomendasi modifikasi gaya hidup. Pengetahuan tersebut akan membuat penyintas bisa membuat keputusan sendiri terkait kesehatan dan menjaga kondisi tubuh tetap optimal.

5. Menghindari risiko kanker

Prioritaskan pencegahan risiko kanker baru dengan mengikuti rekomendasi pemeriksaan agar bisa mendeteksi potensi kanker lebih awal serta lakukan pemeriksaan untuk tipe kanker lain, sesuai dengan usia dan faktor risiko. Hindari merokok dan terpapar sinar matahari dalam jangka waktu yang lama untuk mencegah munculkan kanker baru. (far)

Baca Juga:

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan