MerahPutih.Com - Semenjak namanya disebut sebagai calon gubernur Jawa Timur yang diusung Partai Golkar, Khofifah Indar Parawansa belum secara tegas menunjuk sosok pendampingnya.
Khofifah yang saat ini masih menjabat Menteri Sosial ini menyebutkan calon pasangan yang akan mendampinginya maju di Pilgub Jatim mendatang memiliki latar belakang gabungan santr-nasionalis.
"Target survei calon wakil gubernur diperkirakan tanggal 5 November baru selesai, dan sesuai dengan nama yang direkomendasikan forum kiai tersebut adalah gabungan santri nasionalis. Ibarat santri implementasinya saya (cagub), maka gandengannya nanti santri-nasionalis," ujar Khofifah saat dikonfirmasi di Pondok Pesantren Ammanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Minggu (22/10).
Sebagaimana dilansir Antara Khofifah Indar Parawansa mengemukakan, terkait dengan pelaksanakan pemilihan kepala daerah Jawa Timur mendatang pihaknya saat ini masih intensif melakukan komunikasi dengan partai.
"Komunikasi dengan partai masih terus kami lakukan, yang jelas partainya cukup untuk mengusung," ujar perempuan yang saat ini menjabat sebagai Menteri Sosial Republik Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Kyai Asep Syaifuddin Chalim mengatakan, nama-nama yang dilakukan survei ini berjumlah antara delapan sampai dengan sepuluh orang.
"Selanjutnya, pada 5 November akan diketahui hasil surveinya dan kemudian akan diserahkan kepada partai pendukung," ujarnya.
Dengan demikian, kata dia, nama yang diusung nanti merupakan hasil kesepakatan bersama untuk maju pada pemilihan kepala daerah mendatang.
"Sehingga mempunyai kesepakatan bahwa hal tersebut merupakan hasil dari mengusung bersama. Bukan dari salah satu parpol saja," katanya.
Khofifah menambahkan, nama-nama tersebut adalah calon yang populer dan punya elektabilitas pada pemilihan kepala daerah nanti.
"Untuk partai pengusung, ada dan cukup berkisar antara tiga sampai dengan lima partai," pungkas Khofifah Indar Parawansa.(*)