Ketua SETARA Institute Tuding Negara Terlibat dalam Pembantaian Etnis Rohingya
Pengungsi Rohingya baru menunggu memasuki kamp pengungsi sementara Kutupalang, di Cox Bazar Bangladesh, Rabu (30/8). (ANTARA FOTO/REUTERS/Mohammad Ponir Hossain)
MerahPutih.com - Ketua SETARA Institute Hendardi menilai ancaman genosida yang dialami oleh kaum Rohingya disponsori oleh negara. Indikasi keterlibatan tentara Myanmar merupakan bukti bahwa kekerasan tersebut dipelopori oleh negara.
Untuk itu, Hendardi meminta supaya Indonesia harus mempelopori intervensi kemanusiaan dengan beberapa sikap.
"Selain secara etis, pemerintah Indonesia harus bersikap, secara politik," kata Hendardi dalam keterangan tertulis, Sabtu (2/9). Pemerintah, menurut Hendardi, juga harus mengantisipasi kelompok-kelompok masyarakat yang mengkapitalisasi isu ini untuk kepentingan politik dalam negeri.
Selain intervensi kemanusiaan, advokasi Myanmar juga sangat memungkinkan untuk dipersoalkan dalam kerangka kejahatan universal.
"Genosida merupakan salah satu kejahatan internasional yang termasuk kompetensi absolut International Criminal Court (ICC) dengan yurisdiksi internasional," ujarnya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Polri Tangkap WNI Terkait TPPO Warga Rohingya, Perluas Jaringan Hingga Turkiye
SETARA Institute Sebut Gelar Pahlawan untuk Soeharto Langgar Amanat Reformasi dan Hukum
Nyaris 100 Pengungsi Rohingya Datangi Aceh, Ada yang Nekat Berenang ke Bibir Pantai
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Hentikan Bantuan dan Ingin Usir Pengungsi Rohingya
[HOAKS atau FAKTA]: Konspirasi Amerika Serikat Dibalik 70 Juta Pengungsi Rohingnya Pindah ke Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pemerintah Tutup Kantor UNHCR di Indonesia
Polri Turunkan Tim Usut Dugaan TPPO Pengungsi Rohingya
Jokowi Tegaskan Penampungan Pengungsi Rohingya Bersifat Sementara
Din Syamsuddin Dukung Pengungsi Rohingnya Dipindah ke Pulau Galang
Masyarakat Aceh Dorong Kembali Kapal Rohingya ke Laut, Pusat Harus Berperan Aktif