Ketua ICMI: Kalau Hukum Banyak Dibebani Pesanan Politik, Bisa Gaduh Terus

Eddy FloEddy Flo - Rabu, 09 Agustus 2017
Ketua ICMI: Kalau Hukum Banyak Dibebani Pesanan Politik, Bisa Gaduh Terus

Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie menilai, kondisi hukum di Indonesia telah terbebani pesanan kelompok tertentu untuk kepentingan politik praktis.

Hal itu dikatakan Jimly, ketika ditanya awak media perihal perseteruan yang melibatkan sejumlah partai politik akibat pidato Ketua Fraksi Nasdem DPR, Victor B Laiskodat di Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu.

"Saya sebagai orang hukum tentu menghormati proses hukum ini, tapi hukum kita ini kan sudah terlalu banyak dibebani dengan pesanan-pesanan politik," ujar Jimly dalam diskusi di kantor ICMI, Jakarta Pusat, Rabu (9/9).

Seperti diketahui, empat parpol yang disebut Victor sebagai pendukung khilafah dan intoleran yakni PKS, PAN, Partai Demokrat dan Partai Gerindra, telah melayangkan gugatan terkait pidato Victor kepada Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri), beberapa waktu lalu.

Jimly memprediksi, laporan tersebut nantinya bakal dimentahkan oleh Kejaksaan Agung. Pasalnya, korps Adhyaksa dikomandoi oleh kader Partai Nasdem yang notabene tempat bernaung Victor Laiskodat.

"Karena Ketua Fraksi dan Jaksa Agung juga dari Nasdem, nanti ribut lagi karena enggak percaya sama Kejaksaan. Jadi proses hukum campur aduk dengan politik. Kasihan juga polisi dan kejaksaan," tandas eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar para pimpinan parpol yang bersiteru ini melakukan komunikasi politik yang intens untuk menyelesaikan kegaduhan tersebut.

"Kalau dia mengadakan pertemuan, Surya Paloh dengan SBY, Surya Paloh dengan Prabowo, kan bisa saling berhubungan. Memang fungsi partai itu harus melakukan komunikasi politik. Jangan mentang-mentang beda koalisi lalu enggak tegur-teguran," pungkas Jimly. (Pon)

#Jimly Asshiddiqie #ICMI #Victor Laiskodat #Partai Nasdem
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
NasDem Setuju Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Surya Paloh Minta Rakyat Terima Konsekuensi Pro dan Kontra dengan Lapang Dada
Ia menanggapi polemik dengan menyerukan objektivitas, mengakui kontribusi pembangunan serta kekurangan era Orde Baru.
Angga Yudha Pratama - Minggu, 09 November 2025
NasDem Setuju Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Surya Paloh Minta Rakyat Terima Konsekuensi Pro dan Kontra dengan Lapang Dada
Indonesia
Legislator NasDem Rajiv Mangkir dari Panggilan KPK, Pemeriksaan Bakal Dijadwalkan Ulang
Anggota DPR RI dari fraksi NasDem, Rajiv, mangkir dari panggilan KPK terkait kasus dugaan korupsi dana CSR Bank Indonesia dan OJK.
Soffi Amira - Selasa, 28 Oktober 2025
Legislator NasDem Rajiv Mangkir dari Panggilan KPK, Pemeriksaan Bakal Dijadwalkan Ulang
Indonesia
Politisi NasDem Dipanggil KPK Setelah Rekan Separtainya Jadi Tersangka Korupsi Rp 28 Miliar, Siapa Lagi yang Kecipratan Dana PSBI OJK?
Satori diduga menerima uang sebesar Rp12,52 miliar
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 Oktober 2025
Politisi NasDem Dipanggil KPK Setelah Rekan Separtainya Jadi Tersangka Korupsi Rp 28 Miliar, Siapa Lagi yang Kecipratan Dana PSBI OJK?
Indonesia
Obat Kuat Politik: Surya Paloh Klaim Dapat 'Vitamin' Penambah Optimisme dari Menhan
Paloh tidak menampik kemungkinan adanya pertemuan lanjutan
Angga Yudha Pratama - Rabu, 15 Oktober 2025
Obat Kuat Politik: Surya Paloh Klaim Dapat 'Vitamin' Penambah Optimisme dari Menhan
Indonesia
Profil Rusdi Masse, Mantan Sopir Truk dan Bupati yang Geser Ahmad Sahroni dari Jabatan Pimpinan Komisi III DPR
Rusdi Masse adalah anggota DPR RI dari Fraksi NasDem periode 2019-2024 dari Dapil Sulawesi Selatan III.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 04 September 2025
Profil Rusdi Masse, Mantan Sopir Truk dan Bupati yang Geser Ahmad Sahroni dari Jabatan Pimpinan Komisi III DPR
Indonesia
Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan, NasDem Beri Sinyal PAW di DPR
Wakil Ketua Partai NasDem, Saan Mustopa, memberikan sinyal bahwa penonaktifan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, belum berakhir. NasDem akan mengikuti proses hingga adanya PAW.
Soffi Amira - Kamis, 04 September 2025
Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Dinonaktifkan, NasDem Beri Sinyal PAW di DPR
Indonesia
Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Bikin Blunder Fatal, NasDem Janji Bakal Berbenah
Buntut blunder fatal Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach, NasDem menegaskan bakal segera berbenah. Hal itu agar tidak ada lagi kadernya yang melanggar kode etik.
Soffi Amira - Kamis, 04 September 2025
Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Bikin Blunder Fatal, NasDem Janji Bakal Berbenah
Indonesia
Pimpinan DPR Pastikan Ahmad Sahroni Belum Ajukan Pengunduran Diri Sebagai Anggota Legislatif
Ahmad Sahroni hanya berstatus sebagai kader Partai NasDem
Angga Yudha Pratama - Rabu, 03 September 2025
Pimpinan DPR Pastikan Ahmad Sahroni Belum Ajukan Pengunduran Diri Sebagai Anggota Legislatif
Indonesia
NasDem Minta Gaji hingga Tunjangan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Dihentikan
Partai NasDem meminta gaji hingga tunjangan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dihentikan. Hal itu menindaklanjuti penonaktifan keduanya sebagai anggota DPR.
Soffi Amira - Rabu, 03 September 2025
NasDem Minta Gaji hingga Tunjangan Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Dihentikan
Indonesia
Akun X ‘Sahroni Berdikari’ Palsu, Partai NasDem Siap Ambil Langkah Hukum
Akun X Sahroni Berdikari disebut palsu dan suka menggiring opini. Partai NasDem pun siap mengambil langkah hukum.
Soffi Amira - Senin, 01 September 2025
Akun X ‘Sahroni Berdikari’ Palsu, Partai NasDem Siap Ambil Langkah Hukum
Bagikan