Ketika Amien Rais Dikecam Beberapa Politisi, PP Muhammadiyah: Beliau adalah Sesepuh Kami

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 21 November 2018
Ketika Amien Rais Dikecam Beberapa Politisi, PP Muhammadiyah: Beliau adalah Sesepuh Kami

Amien Rais memberikan keterangan pers di Rumah Pemenangan Partai Amanat Nasional (PAN), Jalan Daksa, Jakarta Selatan (MP/Ponco Sulaksono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pernyataan ingin menjewer Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir kadung diucapkan Amien Rais. Beberapa politisi angkat bicara. Kritikan tajam pun banyak ditujukan kepada pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

Kader Muhammadiyah pun tidak tinggal diam membela Amien. Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Anwar Abbas menilai, tidak ada yang salah dengan ucapan Amien ingin menjewer Haedar Nashir, jika membebaskan warganya menentukan pilihan pada Pilpres 2019.

Menurut Anwar, ihwal menjewer merupakan hal lumrah yang dilakukan seorang sepuh kepada juniornya, terlebih bagi warga Muhammadiyah.

Ketum PP Muhamamdiyah Haedar Nashir (tengah). (MP/Teresa Ika)

"Tidak ada yang salah dalam ucapan Pak Amien Rais tersebut karena memang beliau adalah sesepuh kami. Kalau beliau berkata demikian, maka umumnya warga Muhammadiyah tidak akan ada yang merasa tersinggung, termasuk saya yakin Pak Haedar sendiri," kata Anwar kepada wartawan, Rabu (31/11).

Namun, Sekjen MUI itu menambahkan warga Muhammadiyah tidak mudah dipengaruhi oleh siapa pun. Pasalnya, kata Abas, rata-rata warga Muhammadiyah orang yang terdidik sehingga mereka sudah punya pandangan politik tersendiri.

"Saya rasa setiap pribadi orang dan warga Muhammadiyah itu sudah punya sikap dan untuk memengaruhi sikapnya, saya rasa tidak mudah. Karena umumnya warga Muhammadiyah itu adalah orang-orang yang terdidik sehingga mereka sudah punya pandangan," katanya.

Sebelumnya dalam Peringatan Milad ke-106 Muhammadiyah di Islamic Center Surabaya, Jawa Timur, Ketua Kehormatan PAN Amien Rais mengutarakan ketidaksetujuan terhadap sikap Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir yang membebaskan warganya untuk memilih siapa pun pada Pilpres 2019.

Menurut Amien, sikap tersebut keliru dan merupakan penyelewengan. "Ini tahun politik, jangan sampai Haedar Nasir mengatakan untuk pilpres, Muhammadiyah terserah masing-masing. Menurut saya, itu bukan fatwa. Itu penyelewengan," kata dia. "Akan saya jewer keras nanti." (Fdi)

#Amien Rais #Haedar Nashir #Muhammadiyah
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Tak Beri Mandat, PP Muhammadiyah Jelaskan Status Hukum Aliansi Muda Muhammadiyah
Muhammadiyah berharap masyarakat tidak terjebak dalam kesalahpahaman
Angga Yudha Pratama - Jumat, 09 Januari 2026
Tak Beri Mandat, PP Muhammadiyah Jelaskan Status Hukum Aliansi Muda Muhammadiyah
Indonesia
PP Muhammadiyah Bantah Terlibat Laporan Pemidanaan Komika Pandji Pragiwaksono
Tindakan dan pernyataan yang mengatasnamakan Aliansi Muda Muhammadiyah bukan merupakan sikap resmi, maupun mandat dari Persyarikatan Muhammadiyah
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
PP Muhammadiyah Bantah Terlibat Laporan Pemidanaan Komika Pandji Pragiwaksono
Indonesia
Pemuda Pemidana Komika Pandji Klaim Wakili Suara Anak Muda NU dan Muhammadiyah
elapor atas nama Rizki Abdul Rahman Wahid, yang menyatakan dirinya sebagai Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU).
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Pemuda Pemidana Komika Pandji Klaim Wakili Suara Anak Muda NU dan Muhammadiyah
Indonesia
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu
Amien Rais mengatakan, sampai kapan pun, Jokowi tidak akan menunjukkan ijazahnya karena memang tidak punya ijazah.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Desember 2025
Amien Rais, Refly Harun, dan Rismon Datangi PN Solo untuk Sidang Ijazah Palsu
Indonesia
Lupakan Dulu Sisi Kontroversialnya! PP Muhammadiyah Minta Masyarakat Fokus pada Jasa-Jasa Soeharto Demi Kepentingan Bangsa dan Negara
Kemensos juga mengusulkan 40 nama lain, termasuk Gus Dur dan Marsinah.
Angga Yudha Pratama - Kamis, 06 November 2025
Lupakan Dulu Sisi Kontroversialnya! PP Muhammadiyah Minta Masyarakat Fokus pada Jasa-Jasa Soeharto Demi Kepentingan Bangsa dan Negara
Indonesia
Muhammadiyah Dukung Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda, Nilai Penting untuk Selamatkan Jakarta dari Penurunan Tanah
Perubahan status Pam Jaya bukan sekadar urusan tata kelola, melainkan langkah strategis untuk menyelamatkan Jakarta dari penurunan tanah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 09 Oktober 2025
Muhammadiyah Dukung Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda, Nilai Penting untuk Selamatkan Jakarta dari Penurunan Tanah
Indonesia
Muhammadiyah DKI Dukung Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda, Dinilai Jadi Strategi yang Tepat
Muhammadiyah DKI mendukung transformasi PAM Jaya menjadi Perseroda. Langkah ini dinilai menjadi strategi yang tepat.
Soffi Amira - Selasa, 07 Oktober 2025
Muhammadiyah DKI Dukung Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda, Dinilai Jadi Strategi yang Tepat
Indonesia
Didukung Muhammadiyah DKI, Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda Dinilai Perkuat Layanan Air dan Kepentingan Publik
Perubahan ini membuat perusahaan harus tumbuh lebih sehat secara kelembagaan dan finansial
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 Oktober 2025
Didukung Muhammadiyah DKI, Transformasi PAM Jaya Jadi Perseroda Dinilai Perkuat Layanan Air dan Kepentingan Publik
Indonesia
Isu Dugaan Minyak Babi di Wadah Program MBG, BGN Minta Tinjauan Muhammadiyah
Sebagian besar wadah makanan masih dipasok dari luar negeri karena dianggap memiliki kualitas lebih baik.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 30 September 2025
Isu Dugaan Minyak Babi di Wadah Program MBG, BGN Minta Tinjauan Muhammadiyah
Indonesia
PAM Jaya Berubah Jadi Perseroda, Muhammadiyah DKI Sebut Buka Ruang Tingkatkan Modal
Pelayanan publik harus tetap menjadi fokus utama PAM Jaya dalam perubahan statusnya menjadi perseroda.
Dwi Astarini - Selasa, 23 September 2025
PAM Jaya Berubah Jadi Perseroda, Muhammadiyah DKI Sebut Buka Ruang Tingkatkan Modal
Bagikan