MerahPutih.com - Pasar keuangan dunia, termasuk Indonesia tegah mengalami fluktuasi. Di mana, secara umum pasar keuangan telah melonggarkan premi risiko yang sempat muncul akibat perang yang terjadi di Timur Tengah yang diawali serangan Amerika dan Israel ke Iran.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan, pergerakan kurs rupiah diiringi ketidakpastian konflik di Timur Tengah (Timteng).
“Meskipun terdapat optimisme terhadap potensi penyelesaian konflik di Timur Tengah, ketidakpastian masih tergolong tinggi,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.
Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi, menguat 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp 17.141 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp 17.143 per dolar AS.
Baca juga:
Peras Anak Buahnya Miliar Rupiah, Bupati Tulungagung Sampai Bikin Buku Utang Tagih Setoran
Laporan menunjukkan Angkatan Laut AS telah mencegat delapan kapal tanker minyak yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran sejak blokade dimulai awal pekan ini, sehingga pelaku pasar cenderung mengambil sikap wait and see sembari menunggu kejelasan arah perdamaian.
Saat ini, telah ada kemajuan proses diplomatik antara AS dan Iran terkait penyelesaian konflik, sementara harga minyak bertahan di bawah level 100 dolar AS per barel. (*)