Headline

Keterlibatan Rusia dalam Konflik Suriah Bikin AS Geram

Eddy FloEddy Flo - Selasa, 17 April 2018
Keterlibatan Rusia dalam Konflik Suriah Bikin AS Geram

Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley (Foto: timesofisrael)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Upaya Amerika Serikat dan sekutunya dalam meredam konflik Suriah selalu kandas ketika Rusia terlibat. Akibat bantuan Rusia sejumlah serangan rudal AS bersama sekutu gagal mencapai target.

Rusia sebagaimana diketahui berada di belakang pemerintahan Presiden Bashar al-Assad. Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley memperingatkan Presiden Assad bahwa Amerika akan kembali melancarkan serangan rudal jika ia masih menggunakan senjata kimia dalam membasmi pemberontak.

Kepada stasiun televisi Fox News, Haley mengatakan " terserah Assad sepenuhnya" apakah serangan rudal terhadap Suriah itu menjadi satu-satunya respon atas serangan kimia yang dicurigai dilakukan pasukan Suriah minggu lalu yang menewaskan lebih dari 40 orang atau bagian dari upaya aliansi militer berkelanjutan.

Haley menuding, penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad tidak terlepas dari peran Rusia. Tak heran, atas dasar itu, AS akan memberikan sanksi baru kepada Rusia.

Nikki Haley
Nikki Haley (Foto: Reuters)

Dalam wawancara terpisah dengan stasiun televisi CBS News, Haley mengatakan, sanksi baru terhadap Rusia, yang mengerahkan militer ke Suriah guna mendukung rezim Assad, akan diumumkan hari Senin dan akan "diterapkan langsung ke perusahaan yang menyediakan peralatan terkait Assad dan senjata kimia yang digunakan."

Gedung Putih pada Senin (16/4) mengatakan, pihaknya sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia menyusul dugaan serangan senjata kimia di Suriah, namun belum membuat keputusan.

"Kami sedang mempertimbangkan sanksi tambahan terhadap Rusia dan keputusannya akan dibuat dalam waktu dekat," demikian juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders dalam sebuah pernyataan sebagaimana dilansir Antara dari Reuters.

Dia tidak mengatakan mengapa sanksi akan diberlakukan, namun duta besar Amerika Serikat untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nikki Haley, mengatakan pada Minggu bahwa AS sedang mempersiapkan sanksi baru pada Rusia atas dukungannya terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Presiden Rusia Vladimir Putin
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) mendengarkan Kepala "Kurchatov Institute" Mikhail Kovalchuk (ANTARA FOTO/Sputnik/Alexei Nikolskyi/Kremlin via REUTERS)

Jika sanksi AS diberlakukan, mereka akan menjadi kelompok kedua semacam itu dalam waktu satu tahun lebih terhadap program penghancuran besar-besaran senjata Suriah. Assad adalah sekutu dekat Moskow.

AS juga memberlakukan sanksi terhadap 24 warga Rusia awal bulan ini, mengenai apa yang disebut badan intelijen AS sebagai campur tangan dalam pemilihan presiden AS. Moskow membantah melakukan kesalahan.

Washington telah mengatakan pihaknya memiliki bukti bahwa pasukan Suriah melakukan serangan senjata kimia mematikan pada 7 April, meski kunjungan oleh pengawas senjata kimia ke lokasi penyerangan yang dicurigai ditunda pada Senin.(*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Presiden Putin Peringatkan AS dan Sekutu Terkait Serangan ke Suriah

#Konflik Suriah #Presiden Bashar Al-Assad #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Negara yang tetap berbisnis dengan Iran setelah menerima tuntutan tersebut disebut berpotensi menghadapi sanksi AS.
Yusuf Abdillah - Kamis, 03 September 2026
AS Ancam Sanksi Negara yang Tetap Berdagang dengan Iran, Akses Dolar Bisa Diputus
Dunia
Manut Perintah Donald Trump, Apple Maps Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika
Perubahan tersebut dilakukan untuk pengguna yang berada di Amerika Serikat, sedangkan pengguna di Kanada tetap akan melihat nama Danau Ontario.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
 Manut Perintah Donald Trump, Apple Maps Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika
Indonesia
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Perjanjian dan gencatan senjata yang telah disepakati terus-menerus dilanggar, sementara aksi saling serang kembali terjadi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Dunia
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan beberapa pejuang dan warga sipil tewas serta terluka dalam serangan tersebut dan bersumpah akan membalas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Dunia
AS Serang Dua Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak, Konflik Kembali Memanas
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap dua peluncur milik Iran di Pulau Larak.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
AS Serang Dua Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak, Konflik Kembali Memanas
Dunia
Perang Dagang dengan Kanada Memanas, Donald Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Dalam sebuah video yang dibagikan melalui akun Truth Social, Trump tampak mencoret tulisan 'Lake Ontario' pada peta dan menggantinya dengan 'Lake America'.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Perang Dagang dengan Kanada Memanas, Donald Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Indonesia
Iran Mulai Siapkan Serangan ke Kepentingan Ekonomi AS di Timur Tengah
Penjualan minyak Iran telah kembali ke tingkat sebelum diberlakukannya sanksi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Iran Mulai Siapkan Serangan ke Kepentingan Ekonomi AS di Timur Tengah
Dunia
Hacker China Serang Jaringan Sensitif AS, NASA, The Fed, hingga Senat Jadi Target
Amerika Serikat mengungkap dugaan operasi peretasan yang dikaitkan dengan China.
Yusuf Abdillah - Kamis, 27 Agustus 2026
Hacker China Serang Jaringan Sensitif AS, NASA, The Fed, hingga Senat Jadi Target
Dunia
Amerika Luncurkan Perang Ekonomi, Presiden Iran Akui Negara Dalam Kondisi Terburuk
Teheran sedang menghadapi “kondisi terburuk” dalam perang ekonomi. Namun, negaranya tetap menjalankan berbagai proyek pembangunan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Amerika Luncurkan Perang Ekonomi, Presiden Iran Akui Negara Dalam Kondisi Terburuk
Dunia
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Serangan rudal Iran menghancurkan fasilitas intelijen AS di Timur Tengah. Kerugian diperkirakan miliaran dolar AS.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Bagikan