Ketahui Kategori Konten yang Bisa Membuat Gemini AI Memblokir Prompt

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 30 September 2025
Ketahui Kategori Konten yang Bisa Membuat Gemini AI Memblokir Prompt

Kenali hal apa saja yang diblokir oleh Gemini AI. (foto: unsplash/kadri)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mungkin kamu pernah mengalami saat sedang mengetik perintah sederhana ke asisten AI, namun tiba-tiba respons yang ditunggu hilang, digantikan dengan pesan 'Prompt diblokir'.

Situasi seperti ini cukup sering dialami pengguna Gemini AI, chatbot cerdas milik Google yang kini menjadi salah satu alat favorit banyak orang untuk membantu berbagai kebutuhan sehari-hari.

Di balik kecanggihannya menghasilkan teks, gambar, hingga analisis, Gemini diatur oleh sederet aturan ketat mengenai kata dan kalimat yang boleh diproses. Langkah ini bukan semata bentuk penyensoran, melainkan bagian dari upaya melindungi pengguna dari potensi bahaya.

Google menegaskan bahwa pembatasan ini dirancang untuk mencegah penyalahgunaan teknologi AI, terlebih di era ketika AI semakin terintegrasi dalam keseharian masyarakat.

Baca juga:

Prompt Gemini AI Foto Keluarga, Ada 50 Rekomendasi Siap Pakai!

Sistem keamanan Gemini mengelompokkan konten yang dibatasi ke dalam empat kategori utama, yang disebut sebagai Harm Category.

Aturannya tidak berupa daftar hitam statis, tetapi bekerja berbasis probabilitas. Artinya, semakin tinggi potensi risiko dari sebuah prompt, semakin besar kemungkinan sistem akan memblokirnya.

Dalam dokumentasi resmi Google AI (Safety Settings), dijelaskan: “The Gemini API blocks content based on the probability of content being unsafe and not the severity.” Dengan kata lain, sistem tidak hanya menilai tingkat bahayanya, tetapi juga kemungkinan sebuah prompt berujung pada hasil yang berisiko.

Baca juga:

50 Prompt Gemini AI Foto Keluarga: Panduan Lengkap dan 30 Contoh Siap Pakai

Kategori Prompt yang dibatasi oleh Gemini AI

  • Pelecehan & Ujaran Kebencian: Segala bentuk kata yang merendahkan, mendiskriminasi, atau menyudutkan kelompok tertentu akan otomatis diblokir.
  • Materi Seksual Eksplisit: Kalimat vulgar tentang aktivitas seksual, organ tubuh, hingga pornografi dilarang sepenuhnya.
  • Kekerasan & Konten Menyeramkan: Deskripsi sadis, instruksi melukai diri, membuat senjata, atau menyiksa hewan akan ditolak.
  • Aktivitas Ilegal atau Berbahaya: Prompt yang mengandung kata seperti “hack”, “bypass”, “steal”, atau “scrape” dianggap berisiko tinggi dan biasanya langsung diblokir.

Dengan mekanisme ini, Gemini berusaha menciptakan pengalaman AI yang aman, bertanggung jawab, dan ramah bagi penggunanya. (far)

#Prompt AI #Prompt Gemini AI #Gemini AI Prompt #Gemini AI #Artificial Intelligence
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita
PBB Serukan Pembatasan Pada Pekerjaan AI
UNICEF menyerukan kepada seluruh pemerintah, sektor swasta, dan mitra untuk menanamkan hak-hak anak dalam tata kelola AI global.
Alwan Ridha Ramdani - 2 jam, 30 menit lalu
PBB Serukan Pembatasan Pada Pekerjaan AI
Fun
Studi AI Ungkap Spanyol Jadi 'Musuh' yang Paling Sering Disebut Lawan di Lagu Kebangsaan Piala Dunia 2026
Hasil studi AI mengungkapkan, bahwa Spanyol paling sering disebut dalam lirik lagu kebangsaan peserta Piala Dunia 2026.
Soffi Amira - Rabu, 17 Juni 2026
Studi AI Ungkap Spanyol Jadi 'Musuh' yang Paling Sering Disebut Lawan di Lagu Kebangsaan Piala Dunia 2026
Indonesia
LIBRA Platform Asisten AI Berstandar Enterprise Diluncurkan di ITB
Pemanfaatan AI dapat membantu organisasi meningkatkan efisiensi serta mendorong daya saing Indonesia serta menambah pondasi dalam bangunan kedaulatan digital di Indonesia.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 13 Mei 2026
LIBRA Platform Asisten AI Berstandar Enterprise Diluncurkan di ITB
Lifestyle
Terapkan Animasi Cerdas dengan Mudah Menggunakan Pembuat Foto ke Video Berbasis AI
Pippit menawarkan cara mengubah gambar menjadi video yang menghibur. Platform ini menyediakan gerakan hingga efek grafis.
Soffi Amira - Senin, 11 Mei 2026
Terapkan Animasi Cerdas dengan Mudah Menggunakan Pembuat Foto ke Video Berbasis AI
Fashion
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Google Photos akan menghadirkan fitur AI 'Wardrobe' yang mampu mengubah foto menjadi lemari pakaian digital. Bisa mix & match outfit hingga try-on virtual.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Google Photos Hadirkan Fitur 'Wardrobe', Lemari Digital yang Bisa Mix & Match Outfit
Berita
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Lukisan Denny JA jadi sorotan usai diberkati Paus Fransiskus di Galeri Nasional. Analisis AI memperkirakan nilainya hingga Rp 34 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 30 April 2026
Lukisan Denny JA Diberkati Paus Fransiskus, Nilainya Diprediksi Melonjak Sangat Tinggi
Indonesia
Produk AI Wajib Pakai Watermark
Watermark pada produk teknologi kecerdasan buatan tersebut penting guna membantu masyarakat, terutama orang tua maupun lanjut usia (lansia) yang tidak mengikuti perkembangan di era teknologi digital sekarang ini.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 April 2026
Produk AI Wajib Pakai Watermark
Indonesia
KAI Bakal Gunakan Teknologi AI untuk Kelola Stasiun hingga Operasional Kereta
KAI percepat transformasi digital dengan 5G dan AI. Hadirkan internet cepat di kereta dan stasiun pintar untuk tingkatkan layanan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 16 April 2026
KAI Bakal Gunakan Teknologi AI untuk Kelola Stasiun hingga Operasional Kereta
Fun
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
AI therapy makin populer di dunia dan Indonesia, namun psikolog menegaskan teknologi ini tidak bisa menggantikan peran manusia dalam terapi kesehatan mental.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 14 April 2026
Tren AI Therapy Meningkat di Kalangan Milenial - Gen Z, Psikolog: Bukan Pengganti Terapi Manusia
Indonesia
Penggunaan ChatGPT di Indonesia Masuk 5 Besar, DPR Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI
DPR menyoroti Indonesia yang masuk 5 besar pengguna ChatGPT untuk pendidikan. Ingatkan bahaya ketergantungan AI terhadap literasi dan daya pikir generasi muda.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Penggunaan ChatGPT di Indonesia Masuk 5 Besar, DPR Ingatkan Bahaya Ketergantungan AI
Bagikan