Lelah Setelah Menjadi Vegan? Ada Apa?

Muchammad YaniMuchammad Yani - Kamis, 26 Agustus 2021
Lelah Setelah Menjadi Vegan? Ada Apa?

Menjadi lelah setelah vegan pertanda tubuh tidak mendapatkan gizi yang cukup. (Foto: Unsplash/Nordwood Themes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SAAT ini banyak orang yang mulai beralih ke gaya hidup vegetarian atau vegan. Alasan mereka yakni vegan ataupun vegetarian lebih sehat. Meskpun kita tahu bahwa daging dan protein sangat berpengaruh terhadap energi yang dihasilkan oleh tubuh dalam melakukan segala aktivitas seperti bekerja, berpikir dan lain sebagainya.

Sebenarnya makanan nabati memberikan banyak energi, lalu mengapa makan vegan membuat kamu menjadi sangat lelah?

Mengutip dari Bustle, menurut Alyssa Pike seorang ahli diet terdaftar dan manajer komunikasi nutrisi di Dewan Informasi Pangan Internasional (IFIC), mengatakan biasanya normal untuk merasa sedikit lelah setelah makan makanan dalam jumlah banyak di penghujung hari. Tetapi secara keseluruhan seharusnya kita merasa berenergi setiap selesai makan. Jika kamu mengantuk setelah menjadi vegan, kamu mungkin harus memastikan makananmu memberikan sejumlah nutrisi yang dibutuhkan.

Baca juga:

HiccAway, Sedotan Plastik Ajaib Penghilang Cegukan

Menurut National Academy of Sports Medicine, mitos yang paling sering dipercayai adalah bahwa kamu tidak akan mendapatkan protein yang cukup dengan menjadi seorang vegan. Namun, kekurangan protein yang berkaitan dengan dengan kelelahan, bisa berarti kamu kurang memperhatikan nutrisi saat mengonsumsi vegan.

Kamu mungkin perlu menambah asupan yang lebih bergizi dan bernutrisi. Menurut ulasan tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Advances in Nutrition, orang yang mengonsumsi lebih sedikit protein sering kali memiliki masalah tidur, dan itulah sebabnya mereka cenderung lebih mudah lelah daripada orang dengan cukup protein.

Menjadi Vegan harus memperhatikan gizi nabati yang seimbang. (Foto: Unsplash/Claudio Schwarz)
Menjadi Vegan harus memperhatikan gizi nabati yang seimbang. (Foto: Unsplash/Claudio Schwarz)

Kelelahan juga bisa terjadi karena kamu tidak makan yang cukup secara umum. Kita membutuhkan jumlah energi dasar yang besar untuk tetap aktif, tetapi hal ini bukan berarti kamu harus makan dalam jumlah yang sangat banyak. Kamu bisa menghitung jumlah porsi dengan perhitungan kalori ke dalam jumlah makanan tertentu.

Orang sering menjadi vegan karena mereka ingin mendapatkan lebih banyak nutrisi dari sayuran hijau atau kacang-kacangan, tetapi kamu mungkin juga bisa merasa lemas bahkan pingsan setelah makan makanan vegan karena tidak mendapatkan cukup zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral.

Baca juga:

Tanda Rempah Sudah Tidak Layak Pakai

Ada beberapa mikronutrien yang kemungkinan kecil didapatkan oleh vegan dalam makanan mereka, seperti asam lemak omega-3, zat besi, kalsium, dan B12. Ketika kamu tidak mendapatkan cukup mikronutrien ini, tubuh memiliki waktu yang lebih sulit untuk berfungsi secara efisiensi, sehingga membuat kamu mengantuk, merasa lelah dan ingin terus tidur.

Hindari kelelahan saat mengonsumsi vegan dengan penuhi vitamin. (Foto: Unsplash/Christian Erfurt)
Hindari kelelahan saat mengonsumsi vegan dengan penuhi vitamin. (Foto: Unsplash/Christian Erfurt)

Guna menghindari kantuk setelah mengonsumsi makanan vegan, kamu harus memastikan mendapatkan protein cukup dan jumlah zat gizi mikro yang kamu butuhkan. Pastikan untuk mendapatkannya dari tahu, kacang-kacangan, tempe, lentil, gandum, quinoa, kacang hijau, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Ketika perlu mendapatkan vitamin dan mineral, kamu tidak harus hanya bergantung pada vitamin dan suplemen. Kamu bisa mendapatkan asam lemak omega-3 vegan dari biji chia, biji rami, dan kenari.

Saat membutuhkan sumber zat besi, beralihlah ke bayam, alpukat, tahu, dan lentil yang dimasak. Kamu dapat menemukan kalsium vegan dalam brokoli yang dimasak, kacang almond, sayuran rebus, tempe, dan sereal favorit kamu yang diperkaya kalsium. (Tel)

Baca juga:

Manfaat Memelihara Hewan yang Tidak Pernah Terpikirkan

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan