Kesehatan Mental yang Kerap Terabaikan

P Suryo RP Suryo R - Kamis, 01 Desember 2022
Kesehatan Mental yang Kerap Terabaikan

Kesehatan mental saat ini menjadi perhatian masyarakat. (Unsplash/Jeshoots)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KESEHATAN mental harus diakui kerap terbaikan. Karena sifatnya tak terlihat, kadang tak disadari penderitanya maupun orang di sekelilingnya. Celakanya lagi ada stigma buruk terhadap kesehatan mental ini.

Kesehatan mental sering distigmatisasi karena kurangnya pemahaman tentang apa itu kondisi kesehatan mental dan bagaimana rasanya hidup dengan kondisi kesehatan mental. Stigma juga bisa muncul dari pemikiran pribadi atau keyakinan agama tentang orang yang memiliki kondisi kesehatan mental.

Baca Juga:

Pakar: Corat-coret Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

mental
Perlunya menjaga keseimbangan kontrol diri. (Pexels/Keenan Constance)

Umumnya, kurangnya pemahaman tentang kesehatan mental, serta asumsi berbahaya tentang orang yang hidup dengan kondisi kesehatan mental, inilah inti dari bias atau stigma. Hal ini dapat mengakibatkan penghindaran, penolakan, infantilisasi, dan diskriminasi lainnya terhadap orang-orang yang memiliki kelainan saraf atau memiliki kondisi kesehatan mental.

Kunci penting bagi kesehatan mental adalah pengelolaan diri. Ini dapat mempengaruhi pola pikir, perasaan, dan tindakan yang diambil. Sikap tersebut dapat mengatur kognisi, emosi, dan tingkah laku seseorang untuk beradaptasi sesuai tuntutan lingkungan yang selalu berganti.

Bagus Takwin, dosen dan Ketua Laboratorium Kognisi, Afek dan Well-being Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, menegaskan bahwa perlunya menjaga keseimbangan kontrol diri.

Pandemi yang dialami masyarakat turut mempengaruhi kesehatan mental seseorang. Seperti Psikolog Klinis Dewasa, Nago Tejena. Menurut Nago, kesehatan mental bisa dipelihara, seperti melakukan hobi, menjaga hubungan sehat, berdamai dengan keadaan, dan sebagainya.

Baca Juga:

Nonton Konser Musik Baik untuk Kesehatan Mental

mental
Tahap penting perkembangan mental umumnya terjadi saat masa kanak-kanak dan remaja. (freepik/pressfoto)

Yang tak kalah penting adalah kesehatan mental anak-anak. Tahap penting perkembangan mental umumnya terjadi saat masa kanak-kanak dan remaja. Di masa ini, perkembangan otak berlangsung begitu cepat. Jika anak tumbuh dengan pengalaman negatif, seperti menjadi korban kekerasan atau bullying, risiko anak mengalami gangguan kesehatan mental akan meningkat.

Dalam hal ini peran orangtua sangatlah penting. Mau mendengarkan keluh kesah dan mendukung aktivitas anak dapat membangun ikatan emosional antara anak dan orang tua. Ini membuat anak percaya bahwa kamu adalah tempat yang aman untuk berkeluh-kesah. Sehingga tidak ada hal yang perlu disembunyikan saat ia merasa kesulitan di sekolah.

Dalam perkembangan di masyarakat, kesehatan mentl mulai mendapatkan perhatian. Salah satu untuk tetap menjaga mental yang sehat adalah melakukan pelancongan. Seperti yang dikatakan oleh Chief Marketing Officer Traveloka Shirley Lesmana mengatakan bahwa Staycation dan Workcation didorong oleh kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan mental di tengah berbagai keterbatasan.

Kesehatan mental saat ini dipandang sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Kepedulian pada kesejahteraan mental mendorong seseorang untuk tetap menjaga 'kewarasan' dengan melakukan berbagai hal yang membuat mental menjadi bugar. (psr)

Baca Juga:

Kesehatan Mental Penting untuk Fondasi Tumbuh Kembang Anak

#Lipsus Desember Kesehatan Mental #Kesehatan Mental #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

P Suryo R

Stay stoned on your love

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan