Kesehatan

Kerja dari Rumah, saatnya Mulai Gaya Hidup Sehat

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 08 Juni 2021
Kerja dari Rumah, saatnya Mulai Gaya Hidup Sehat

Wujudkan gaya hidup sehat saat bekerja di rumah. (foto: Unsplash/andrea Teba)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEBELUM work from home menjadi tren karena pandemi, banyak pekerja yang melalaikan kesehatan dengan alasan terimpit waktu. Ya, tak dimungkiri, pekerja kantoran di kota besar bisa menghabiskan banyak waktu di jalanan. Tak sedikit yang pergi pagi buta dan pulang tengah malam. Nyaris tak melihat cahaya matahari. Belum lagi kecenderungan duduk terlalu lama saat bekerja bisa amat buruk bagi kesehatan.

Namun, kini dengan adanya bekerja dari rumah, kamu bisa memulai gaya hidup sehat. Waktu lebih yang biasanya kamu habiskan di jalan untuk pergi-pulang kantor kini bisa dimanfaatkan untuk olahraga, memasak makanan sehat sendiri, hingga bermeditasi untuk kesehatan mental. Memulai memang susah, tapi selalu ada jalan kok.

BACA JUGA:

5 Mitos Cuci Muka Ini Mungkin Pernah Kamu Alami

1. Sarapan

breakfast
Jangan lewatkan sarapan. (foto: pixabay/free-photos)

Sebagai langkah utama, jangan lupa sarapan. Dengan membiasakan diri untuk sarapan di pagi hari, kebutuhan energi tubuh akan terpenuhi hingga siang hari dan yang paling penting kamu akan terhindar dari keinginan untuk mencamil di antara waktu tersebut.


2. Kurangi makanan manis

chocolate
Ketimbang gula, pilihlah dark chocolate. (foto: pixabay/congerdesign)

Walaupun nikmat, makanan yang mengandung gula nyatanya sangat susah untuk dicerna lo! Demi alasan kesehatan, segeralah ganti asupan kamu dengan makanan yang lebih sehat seperti keju, kacang, buah-buahan, dan wortel. Selain itu, jika kamu tipe yang sulit untuk tidak tidur siang, cokelat hitam atau dark chocolate dapat kamu konsumsi untuk menghilangkan rasa kantuk.


3. Masak sendiri

lunchbox
Bawa bekal sendiri yang lebih sehat. (foto: pixabay/jelly)

Makanan yang kamu makan di luar seperti dari restoran datang dengan porsi yang besar dan kalori yang tinggi. Agar lebih sehat, tidak ada salahnya untuk memasak sendiri makananmu/ dengan komposisi seimbang.


4. Hindari soda dan minuman yang mengandung gula

soda
Jauhi minuman bersoda. (foto: pixabay/cote62)

Hindari konsumsi soda dan minuman yang mengandung gula. Walaupun kebanyakan orang berpendapat mengonsumsi minuman bersoda dapat membuat kamu bebas dari rasa kantuk, ingatlah akan dampak negatif yang akan ditimbulkan bagi tubuh. Kalori yang terkandung di dalam minuman soda hanya berupa gula yang akan menyebabkan kamu bertambah ngantuk. Apabila membutuhkan kafein, kamu bisa memilih teh hijau untuk alternatif yang lebih baik.


5. Perbanyaklah meminum air putih

water
Perbanyak minum air putih. (foto: pixabay/publicdomainpictures)

Mengonsumsi air putih, sangat bermanfaat untuk tubuh, terutama untuk pikiranmu agar terhindar dari minuman berbahaya seperti soda, kopi bahkan camilan yang diidamkan. Selain itu, karena penyebab utama rasa kantuk ialah dehidrasi, jagalah hidrasi tubuh dengan meminum banyak air putih. Kamu juga dapat menambahkan potongan jeruk lemon atau ketimun ke dalam air putih untuk penambah rasa.


6. Bergeraklah sebanyak mungkin

people
Jangan kebanyakan duduk. (foto: pixabay/stocksnap)

Karena bekerja dari rumah, waktumu lebih fleksibel. Selingi dengan peregangan setelah bekerja selama beberapa jam. Berjalanlah di sekitar rumah. Usahakanlah untuk stretching atau peregangan di setiap jamnya. Tidak perlu melakukan kegiatan yang sulit. Kamu bisa menyelingi dengan melakukan pekerjaan rumah yang ringan, semisal mencuci piring atau menyapu.

7. Bersemangat

people
Tetaplah bersemangat. (foto: pixabay/stocksnap)

Agar motivasi terjaga meski kerja dari rumah, kamu perlu membuat papan inspirasi berisi motivasi gaya hidup sehat. Kamu dapat menggantungkannya di dinding kamar. Dengan begitu, kamu akan selalu teringat untuk menjalani pola hidup sehat setiap hari.

Mudah kan ya? Mulailah hidup sehat dari sekarang.(Dwi)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan