Jabar Selatan, Rumah Para Dewa

Kerajinan Tanduk Sukabumi Beredar di Penjuru Bumi

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 03 Desember 2018
Kerajinan Tanduk Sukabumi Beredar di Penjuru Bumi

Kerajinan Tanduk asal Desa Pucang. (Foto/kerajinandaritanduk.wordpress.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JIKA dilihat sepintas, tanduk kerbau sisa sembelihan seolah tak berguna. Tapi tak begitu di Kampung Inggris, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Masyarakat di sini bisa menyulap tanduk menjadi barang yang unik dan berharga tinggi.

Kebanyakan masyarakat di sini, menjadikan tanduk sebagai bahan dasar kerajinan tangan. Baik itu tanduk kerbau, sapi, kambing dan hewan bertanduk lainnya.

1. Bukan hanya masalah rasa tapi kemampuan teknik pengrajin membuat produk yang apik

Miniatur burung merak dari tanduk. (Foto/kerajinanindonesia.id)
Miniatur burung merak dari tanduk. (Foto: kerajinanindonesia.id)

Pengolahan tanduk menjadi kerajinan tidak hanya butuh keahlian dan sentuhan seni saja, akan tetapi juga diperlukan ketekunan. Karena proses pengolahan bahan dengan kualitas yang mempuni membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Pengolahan diawali dengan pembakaran tanduk di atas bara api, agar lebih lentur. Sehingga mudah dibentuk. Setelah dipres dan menjadi berbentuk lembaran, tanduk dicetak dan dipotong sesuai keinginan. Proses selanjutnya adalah penghalusan dan finishing, kemudian dipasarkan.

2. Aneka hiasan cantik dari tanduk hewan yang sangat terjangkau

Kerajina n tanduk berbentuk ikan. (Foto/peluangusahabimbel.blogspot.com)
Kerajinan tanduk berbentuk ikan. (Foto: peluangusahabimbel.blogspot.com)

Banyak bentuk dan rupa yang bisa dihasilkan dari tanduk oleh masyarakat setempat. Ada yang berupa miniatur burung merak, ikan mas koi, gantungan kunci, hingga sisir. Semua berbahan dasar tanduk murni. Tak ada campur bahan lain untuk kesenian yang berkualitas ekspor. Meski terbilang unik dan cantik, hasil kerajinan tanduk ini dijual dengan harga yang sangat terjangkau. Dari berbagai situs yang ada di internet, untuk satu buah sisir dari tanduk kerbau dihargai Rp200 ribu. Tidak terlalu mahalkan, jika dilihat dari kecantikan dan keunikannya.

3. Banyak pengrajin yang dibayar khusus oleh pengusaha mancanegara

Pengraji tanduk sedang bekrtja. (ANTARA FOTO/Nurul Ramadhan/kye)
Pengraji tanduk sedang bekrtja. (Foto: ANTARA/Nurul Ramadhan/kye)

Meski terletak jauh di daerah Sukabumi, yang namanya barang berkualitas pasti akan tercium oleh para pengusaha pintar. Kerajinan tanduk kerbau ini sangat sering diborong oleh pengusaha luar negeri. Bahkan banyak pengrajin yang di carter khusus membuat barang eksport. Negara-negara yang pernah memborong kerajinan unik ini adalah Jepang, Singapura, Malaysia, Jerman, dan banyak negara Eropa lainnya. Biasanya mereka meminta dengan jumlah yang banyak.

4. Warisan nenek moyang yang berkembang mengikuti zaman

Miniatur ikan dari tanduk. (Foto/indahnyasukabumiku.blogspot.com)
Miniatur ikan dari tanduk. (Foto/indahnyasukabumiku.blogspot.com)

Konon katanya, kerajinan tanduk ini sudah ada sejak lama. Bahkan diperkirakan sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Menariknya, kesenian ini tak pernah hilang dan terus berkembang sesuai dengan zaman. (zaim)

Baca Juga: Curug Awang, Miniatur Niagara di Sukabumi

#Jabar Selatan, Rumah Para Dewa #Kota Sukabumi #Sukabumi #Wisata Sukabumi
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Sesar Bawah Laut Picu Gempa di Sukabumi, BMKG Imbau Masyarakat Jangan Panik
BMKG memastikan gempa di Sukabumi tidak menimbulkan kerusakan berarti karena masuk ketegori gempa dangkal.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Sesar Bawah Laut Picu Gempa di Sukabumi, BMKG Imbau Masyarakat Jangan Panik
Indonesia
Sukabumi Mulai Diserbu Turis Lebaran, Ingat Tol Bocimi Sesi 3 Buka Cuma Sampai 17.00 WIB
Arus lalu lintas di jalur fungsional Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) sesi 3 terpantau padat pada Senin (23/3) pasca Lebaran 2026.
Wisnu Cipto - Senin, 23 Maret 2026
Sukabumi Mulai Diserbu Turis Lebaran, Ingat Tol Bocimi Sesi 3 Buka Cuma Sampai 17.00 WIB
Indonesia
Ayah Nizam Diduga Anggota Gangster, Komisi III DPR Perintahkan Kapolres Sukabumi: Hajar Saja
Wakil Ketua LPSK, Sri Suparyati, menyatakan mantan suami Lisnawati diketahui memiliki keterkaitan dengan kelompok gangster.
Dwi Astarini - Selasa, 03 Maret 2026
Ayah Nizam Diduga Anggota Gangster, Komisi III DPR Perintahkan Kapolres Sukabumi: Hajar Saja
Indonesia
Kapolres Sukabumi Beberkan Fakta Baru Kematian Nizam Syafi’i, Disebut Jadi Korban Penganiayaan Berulang
Hasil visum menunjukkan korban mengalami luka lebam akibat trauma panas dan trauma benda tumpul.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Kapolres Sukabumi Beberkan Fakta Baru Kematian Nizam Syafi’i, Disebut Jadi Korban Penganiayaan Berulang
Indonesia
Komisi III DPR Ungkap Kejanggalan Kasus Kematian Nizam Syafi’i yang Tewas Disiksa Ibu Tiri
Komisi III meminta penyidik mengungkap secara jelas rentang waktu penganiayaan serta kronologi kejadian.
Dwi Astarini - Senin, 02 Maret 2026
Komisi III DPR Ungkap Kejanggalan Kasus Kematian Nizam Syafi’i yang Tewas Disiksa Ibu Tiri
Indonesia
Ketua Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Bocah NS di Sukabumi
DPR meminta polisi menindak tegas pelaku dan memastikan proses hukum berjalan maksimal.
Dwi Astarini - Senin, 23 Februari 2026
Ketua Komisi III DPR Desak Polisi Usut Tuntas Kasus Kematian Bocah NS di Sukabumi
Indonesia
Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Sukabumi
BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat ratusan warga terdampak, kerusakan infrastruktur, hingga terputusnya akses penghubung antarwilayah.
Dwi Astarini - Senin, 29 Desember 2025
Hujan Deras Sebabkan Banjir dan Longsor di Sukabumi
Indonesia
KAI Daop 1-Pemkot Sukabumi Bersatu Percepat Jalur Ganda Bogor-Bandung dan Tata Kawasan Stasiun
Beberapa tujuan utama dari kerja sama ini meliputi percepatan pembangunan jalur ganda (double track) Bogor–Sukabumi–Bandung
Angga Yudha Pratama - Rabu, 17 September 2025
KAI Daop 1-Pemkot Sukabumi Bersatu Percepat Jalur Ganda Bogor-Bandung dan Tata Kawasan Stasiun
Indonesia
Kematian Balita Sukabumi akibat Cacingan Akut, Tanda Bahaya bagi Perlindungan Sosial
Peristiwa ini tidak terjadi jika fungsi pencegahan, pemantauan, dan perlindungan sosial berjalan dengan baik.
Dwi Astarini - Jumat, 22 Agustus 2025
Kematian Balita Sukabumi akibat Cacingan Akut, Tanda Bahaya bagi Perlindungan Sosial
Indonesia
Temuan Komnas HAM di Balik Persekusi Retreat Kristen di Cidahu Sukabumi, Pengusiran hingga Perusakan
Tindakan persekusi terjadi karena adanya penolakan oleh sebagian warga sekitar yang merasa terganggu dengan kegiatan kerohanian.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 Juli 2025
Temuan Komnas HAM di Balik Persekusi Retreat Kristen di Cidahu Sukabumi, Pengusiran hingga Perusakan
Bagikan