Parenting

Kenali Manfaat Self-esteem Bagi Perkembangan Anak

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 29 September 2021
Kenali Manfaat Self-esteem Bagi Perkembangan Anak

Kenali manfaat self-esteem pada anak (Foto: pixabay/qimono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SISTEM Self-esteem merupakan sebuah istilah yang memiliki arti sebagai kepercayaan diri. Tentunya kepercayaan diri sangat penting bagi kita, khususnya untuk membangun konsep diri yang lebih baik.

Self-esteem merupakan kunci terhadap perkembangan anak yang wajib orang tua berikan. Hal tersebut akan memengaruhi masa depannya, terutama pada jenjang pendidikan yang ditempuh.

Baca Juga:

Pentingnya Orangtua Menghargai Potensi Anak

Tapi, sejumlah orang tua terlalu mengandalkan pendidikan formal dan informal kala sedang sibuk mengurus pekerjaan. Hal itu bisa menyebabkan anak kurang memperoleh perhatian, yang bisa mengakibatkan timbulnya perilaku buruk.

Mengenai hal itu, menurut Ni Made Putri Ariyanti, M.Psi., Psikolog, tim aplikasi konsultasi psikologi online Riliv, peran orang tua sangat penting untuk perkembangan potensi anak.

"Seharusnya sebelum anak memasuki lingkup pendidikan formal maupun informal, hendaklah orang tua mengajarkan terlebih dahulu bagaimana cara menghargai diri sendiri supaya anak tidak selalu minder, beradaptasi secara baik, dan dapat menguatkan motivasi saat mendapat kegagalan," jelas Putri, pada siaran pers yang diterima merahputih.com.

peran orang tua sangat penting untuk perkembangan potensi anak. (Foto: pixabay/mohamed_hassan)

Putri menambahkan apabila hal tersebut sudah dilakukan oleh orang tua, maka anak akan belajar menerima segala sesuatu apa adanya. Putri berharap, orang tua jangan mengabaikan self-esteem. Sebab, self esteem rendah yang dimiliki anak, bisa berdampak pada sulit membangun pertemanan, sulit menjalin komunikasi, dan selalu mengandalkan orang lain.

Padahal, sebenarnya anak tersebut menyimpan kelebihan yang dia sendiri malas untuk mencari tahu. Jadi, anak tersebut merasa bahwa dirinya tak bisa apa-apa.

Baca Juga:

Pentingnya Kualitas Udara di Ruang Belajar Anak

Untuk itu, orang tua harus mengetahui bahwa sang anak bisa memulai menghargai diri sendiri, lewat kebiasaan sehari-hari. Selain itu, penting juga bagi para orang tua, untuk mengetahui tanda-tanda self-esteem tinggi pada anak.

Tanda self esteem tinggi pada anak yang pertama ialah bersyukur dengan pencapaiannya. Apapun hasil yang diraih, sang anak merasa cukup atas jerih payahnya selama ini. Meski dia menyadari bahwa apa yang ada saat ini hanya merupakan awal untuk memulai langkah selanjutnya.

Bila sudah demikian, orang tua hanya perlu menguatkan mental anak dan menyatakan pentingnya bersyukur. Jangan cepat berbangga diri lantaran masih ada tantangan menanti selanjutnya.

Tanda self esteem tinggi yang kedua yakni memahami berbagai kekurangan dan kelebihan diri sendiri. Kelebihan dan kekurangan selalu berdampingan dalam hidup, bukan sebuah masalah apabila anak menyadari kekurangan pada dirinya.

Itu merupakan hal yang wajar dari sebuah proses memahami diri. Dengan mengerti tentang segala kekurangan, pola pikir sang anak bisa berubah, dan menjadi fokus untuk menekuni kelebihannya di sejumlah bidang.

Orang tua harus menguatkan mental anak. (Foto: pixabay/olichel)

Tanda yang ketiga yaitu mampu memotivasi agar kuat menghadapi tantangan. Menghadapi tantangan adalah cara anak belajar memperluas pemikirannya.

Kendati terkadang anak mengalami kesulitan dan sampai gagal menyelesaikan, dengan motivasi untuk menguatkan semangat anak, dia akan beranjak bangkit memperbaiki kesalahan yang dilakukan. Untuk memperkokoh prinsip sang anak, orang tua harus selalu mendukung demi kegigihan sang buah hati, yang akan menunjukan prestasi terbaiknya.

Tanda keempat yakni anak bisa mengatur keseimbangan emosional. Anak dengan kemampuan self-esteem yang tinggi akan mudah mengelola berbagai emosi pada diri sendiri.

Bayangkan apabila dia meluapkan emosi tanpa ada sebab yang jelas, orang tua terkesan heran melihat tingkah laku anak. Karena itu, keseimbangan emosional diperlukan guna terhindar dari perilaku agresif saat anak marah ketika keinginan tidak terpenuhi.

Tanda yang terakhir ialah anak suka belajar hal-hal baru. Menambah wawasan dan pengetahuan serta meningkatkan kemampuan diri adalah salah satu tanda-tanda anak mencoba self esteem. Semakin besar antusias anak dalam belajar hal-hal baru, ia akan mudah beradaptasi terhadap keadaan yang selalu berubah. (ryn)

Baca Juga:

Anak Murung tak Melulu Jadi Pertanda Depresi

#Parenting #Ibu Dan Anak #Orangtua Baik #Anak #Pendidikan Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

Indonesia
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Anak-anak yang dekat dengan buku dinilai akan lebih berani bermimpi, mampu berpikir kritis, serta memiliki rasa percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman.
Dwi Astarini - Jumat, 29 Mei 2026
Literasi dan Numerasi Sejak Dini Kunci Hadapi Era Modern
Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Indonesia
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menyampaikan permohonan maaf kepada seorang ibu asal Cimahi, Nina Saleha, atas kasus kelalaian perawat yang menyerahkan bayinya kepada orang lain.
Wisnu Cipto - Jumat, 10 April 2026
Kasus RSHS Bandung Salah Kasih Bayi ke Ibu Selesai Secara Kekeluargaan
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Bagikan