Kesehatan

Kenali Apraxia, Gangguan Saraf Motorik Pada Anak

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 02 November 2019
Kenali Apraxia, Gangguan Saraf Motorik Pada Anak

Ketahui gangguan motorik pada anak (Foto: pbs)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SISTEM motorik setiap manusia mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Keadaan fisik yang mulai menua menyebabkan kekuatan dari otot menjadi melemah. Sehingga, fungsi saraf akan mendapatkan banyak gangguan. Penyakit maupun fisik yang lemah menjadi salah satu faktornya. Gangguan saraf yang menghantui masyarakat adalah Apraxia.

Kondisi ini mengakibatkan otot tidak sinkron dengan perintah otak. Pengidapnya akan kesulitan melakukan hal yang diinginkannya karena kondisi ini. Banyak penyebab yang mampu memicu gangguan tersebut. Menyerang otak besar yang berfungsi untuk mengatur dan mengingat setiap gerakan. Salah satu penyebabnya adalah penyakit Neurodegeneratif yang mampu menurunkan fungsi saraf pada tubuh.

Baca juga:

Hati-Hati, Cara Didik Orangtua Bisa Berpotensi Gangguan Jiwa Pada Anak

Selain itu, tumor otak, stroke, serta cedera pada otak juga bisa menyebabkan timbulnya gangguan Apraxia. Semua keadaan tersebut bisa berasal sejak lahir karena kelainan genetik. Maka dari itu, tidak sedikit penyakit ini menyerang anak-anak.

Kenali Apraxia, Gangguan Saraf Motorik Pada Anak
Terbatasnya kemampuan anak dalam melakukan sesuatu (Foto: warby parker)

Kamu bisa mengetahui gejala-gejala yang akan muncul jika seseorang di sekitarmu berpotensi mengalami Apraxia. Antara lain, ketidakmampuan untuk melukis dan menggambar, ketidakmampuan untuk mengunyah, menelan, bersiul, bahkan kesulitan untuk berbicara dengan lancar.

Biasanya, jika hal ini terjadi pada anak akan langsung dianggap mengalami gangguan autis. Padahal, bisa saja anak tersebut memiliki gejala penyakit Apraxia. Salah satu gejala yang muncul pada anak yaitu kesulitan berbicara, mengucapkan kalimat yang panjang, sulit menggerakan bibir, rahang dan lidah.

Baca juga:

Perhatikan Kandungan Gizi, Ini 4 Rekomendasi Jenis Makanan untuk Anak ADHD

Terdapat beberapa cara untuk menangani kondisi apraxia. Dengan cara pemeriksaan ke dokter spesialis saraf atau melakukan terapi secara berkala. Tentunya dengan pemeriksaan oleh dokter akan lebih efektif karena melakukan sejumlah tes medis.

Dokter akan memberikan penanganan khusus pada pasien untuk menjalani terapi okupasi. Dalam tes tersebut, pasien akan diajarkan untuk menggerakan tubuh dan otot, sehingga bagian tubuh yang sulit bergerak akan membaik dan kembali normal.

Kenali Apraxia, Gangguan Saraf Motorik Pada Anak
Berikan terapi motorik sedini mungkin (Foto: verywellfamily.com)

Teknik tersebut bisa dilakukan di rumah bersama orang terdekat. Seperti, mengulang kata, menggerakan tubuh tertentu secara rutin, hingga belajar mengamati berbagai hal. Memberikan dukungan moral kepada pengidap mampu menaikan rasa percaya diri padanya. Jika keadaan ini tidak ditangani dan berlanjut, tentu itu akan mempengaruhi kondisi kehidupan sosialnya.

Wajib melakukan pengecekan kondisi anak dini. Untuk mengetahui tumbuh kembang selama beberapa tahun kedepan. Banyak penyakit yang mudah menyerang fisik anak di usia dini. Pengawasan harus dilakukan orangtua kepada anak, guna mengetahui secara langsung kondisi tumbuh kembang sang buah hati. (Dys)

Baca juga:

Waspadai Penyakit yang Mudah Menulari Anak di Lingkungan Sekolah

#Anak #Info Kesehatan #Gangguan Saraf #Tumbuh Kembang Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Indonesia
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Pemerintah bersama platform digital kini tengah membentuk sistem pengawasan bersama untuk memperkuat perlindungan anak dari paparan konten negatif.
Wisnu Cipto - Selasa, 24 Februari 2026
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Bagikan