Hak Jawab

Kementan Tegaskan Tak Ada Praktik Jual Beli Karter Terkait RIPH Bawang Putih

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 06 November 2019
Kementan Tegaskan Tak Ada Praktik Jual Beli Karter Terkait RIPH Bawang Putih

Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia Prihasto Setyanto. ANTARA FOTO/Harianto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan tidak ada praktik jual beli kuota, kartel, dan monopoli terkait penerbitan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) bawang putih.

"Praktik-praktik seperti monopoli, kartel, dan pengaturan kuota sebagaimana yang telah diberitakan adalah tidak benar dan tidak pernah terjadi dalam proses penerbitan RIPH di Kementerian Pertanian," kata Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto melalui keterangan tertulisnya, Rabu (6/11).

Baca Juga:

Mentan Siap Tindak Anak Buahnya yang Terlibat Korupsi Suap Ijin Impor Bawang Putih

Kementan masih terus memacu produksi bawang putih di dalam negeri. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kata dia, produksi dalam negeri pada 2018 lalu mencapai 39 ribu ton atau naik 101 persen dari tahun sebelumnya yang hanya 19 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi bawang putih yang cukup tinggi sebagian besar masih harus mengandalkan impor.

"Hasil panen 2018 dan 2019 masih difokuskan untuk menjadi benih untuk musim tanam tahun berikutnya sehingga belum banyak mengisi pasar konsumsi. Sembari kita pacu produksi dalam negeri, rekomendasi impor bawang putih juga perlu diatur dan dibenahi agar petani tetap bergairah menanam," tuturnya.

Bawang Putih-Ilustrasi. (MP/Budi Lentera)
Bawang Putih-Ilustrasi. (MP/Budi Lentera)

Menurutnya, untuk mendukung peningkatan produksi bawang putih di dalam negeri, Kementan telah dan akan terus merangkul para pelaku usaha atau importir bawang putih.

Oleh karena itu, kata dia, semua stakeholder akan dilibatkan mulai dari dinas pertanian, petani, penangkar, kementerian terkait hingga importir bawang putih.

"Semua diajak untuk berpartisipasi meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri. Bentuknya dengan menanam dan memproduksi bawang putih melalui skema kemitraan dengan kelompok tani atau secara swakelola. Untuk importir, mekanisme teknisnya akan terus kami evaluasi dan perbaiki," kata dia.

Ia juga menegaskan pihaknya terus menyempurnakan pelaksanaan peraturan terkait RIPH.

"Sesuai ketentuan, kami hanya menerbitkan rekomendasi. Sementara untuk persetujuan dan volume impornya bukan menjadi domain Kementan, namun berkoordinasi dengan institusi lain. Semua proses penerbitan RIPH dilakukan secara transparan. Selama seluruh ketentuan dipenuhi, pasti RIPH akan dikeluarkan," ucap Anton.

Baca Juga:

KPK Geledah Lima Lokasi Terkait Kasus Suap Impor Bawang

Menurut Anton, Kementan sangat menjaga dan memperhatikan persyaratan teknis seperti keamanan Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT), hasil analisis risiko organisme pengganggu tumbuhan dari Badan Karantina Pertanian serta sertifikat good agricultural practices (GAP) berstandar internasional.

Selain itu, Kementan juga perlu memastikan registrasi bangsal panen dari negara asal dan data kapasitas produksi dari kebun atau lahan yang telah diregistrasi di negara asal.

"Substansi dari persyaratan-persyaratan tersebut adalah untuk memudahkan penelusuran balik, memastikan produk hortikultura impor berkualitas dan aman dikonsumsi serta mengamankan kekayaan plasma nutfah nasional kita," ujar dia.

Ia juga menyatakan semua proses pengajuan RIPH dilakukan melalui daring atau online sehingga tidak perlu bertemu petugas langsung.

"Rekomendasi yang telah diterbitkan akan disampaikan kepada Kementerian Perdagangan melalui portal 'Indonesia National Single Window' (INSW), dan akan diproses melakui portal Inatrade, sebagai syarat diterbitkannya Surat Persetujuan Impor (SPI)," ucap Anton.

  Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat. (Foto: Antara/Mentari Dwi Gayati)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo usai kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) di Kementerian Pertanian Jakarta, Jumat. (Foto: Antara/Mentari Dwi Gayati)

Sebelumnya, Menteri Pertanian pada Kabinet Indonesia Maju Syahrul Yasin Limpo usai dilantik juga menyatakan komitmennya memacu kemandirian pangan dan sedapat mungkin menghindari impor jika tidak mendesak.

Selain itu, Kementan juga bertekad menyediakan produk pertanian dalam negeri yang berkualitas dengan harga terjangkau. Selain itu, pembenahan data pangan dan perizinan impor menjadi prioritas awal tak terkecuali untuk komoditas bawang putih.

Berita ini diturunkan setelah Dewan Pers memediasi Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan dengan sejumlah perwakilan media massa termasuk MerahPutih.com, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Rabu (23/10).

Mediasi itu menghasilkan keputusan MerahPutih.com sebagai salah satu pihak teradu harus memuat hak jawab Kementan terkait pemberitaan sebelumnya berjudul Buntut Suap Impor Bawang, KPK Diminta Bongkar Kartel di Kementan yang tayang pada Kamis (15/8). (*)

Baca Juga:

KPK Tetapkan Legislator PDIP Nyoman Dhamantra Tersangka Suap Impor Bawang

#Kementerian Pertanian
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Temukan 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Kandungan, Harga Tembus Rp 57.600 per Kg
Pemerintah menemukan 25 merek beras fortifikasi diduga tak sesuai kandungan gizi pada label. Harganya disebut mencapai Rp 57.600 per kg.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 September 2026
Pemerintah Temukan 25 Merek Beras Fortifikasi Diduga Tak Sesuai Kandungan, Harga Tembus Rp 57.600 per Kg
Indonesia
Terbukti Terlibat Judi Online, 13 Pejabat Kementan Dipecat Mentan Amran
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, memecat 13 pejabat Kementan. Para pejabat tersebut terbukti terlibat judi online.
Soffi Amira - Senin, 31 Agustus 2026
Terbukti Terlibat Judi Online, 13 Pejabat Kementan Dipecat Mentan Amran
Indonesia
Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pemerintah Dorong Konsumsi Lewat BGN
Pemerintah merespons penurunan harga ayam dan telur. Kementerian Pertanian pun berharap, SPPG bisa menyajikan menu tersebut tiga kali seminggu.
Soffi Amira - Kamis, 18 Juni 2026
Harga Ayam dan Telur Anjlok, Pemerintah Dorong Konsumsi Lewat BGN
Indonesia
Stok Beras Indonesia Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Cadangan beras pemerintah mencapai 5,37 juta ton per 18 Mei 2026. Pemerintah menyebut angka tersebut menjadi stok beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
Stok Beras Indonesia Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Olahraga
Kementan Tetapkan Harga Jual Kedelai Rp 11.500 per Kg, Pastikan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Kementan menetapkan harga jual kedelai Rp 11.500 per kg. Kementan memastikan bahwa harga tetap stabil di tengah gejolak global.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Kementan Tetapkan Harga Jual Kedelai Rp 11.500 per Kg, Pastikan Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
Indonesia
Indonesia Setop Impor Jagung Sepanjang 2025, Mentan Amran Pamer Lonjakan Produksi Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Ini merupakan lompatan tertinggi sepanjang sejarah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 22 Oktober 2025
Indonesia Setop Impor Jagung Sepanjang 2025, Mentan Amran Pamer Lonjakan Produksi Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
Berita Foto
Aksi Hari Tani Nasional, Petani Indramayu Tuntut Perbaikan Irigasi dan Modernisasi Pertanian
Ratusan petani Indramayu yang tergabung dalam Serikat Tani Indramayu menggelar aksi di depan Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (24/9/2025). Memperingati Hari Tani Nasional, para petani Indramayu menggelar aksi di depan gedung Kementerian Pertanian untuk menuntut perbaikan irigasi serta modernisasi pertanian di Indramayu Barat. Hari Tani Nasional diperingati setiap 24 September untuk mengenang lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960, tonggak penting reformasi agraria yang menegaskan prinsip “tanah untuk rakyat.” Meski petani disebut tulang punggung bangsa, kenyataannya hingga kini banyak yang hidup dalam kemiskinan struktural dan minim akses terhadap lahan, pupuk, teknologi, maupun pasar. Karena itu, Hari Tani terus menjadi momentum perjuangan menuntut keadilan agraria dan kedaulatan pangan.
Didik Setiawan - Rabu, 24 September 2025
Aksi Hari Tani Nasional, Petani Indramayu Tuntut Perbaikan Irigasi dan Modernisasi Pertanian
Indonesia
Kementan Tegaskan Stok Pupuk Cukup dan Mudah Diakses, Indonesia Makin Dekat Capai Swasembada Pangan
Kementerian Pertanian terus memperbaiki tata kelola dengan menerapkan prinsip 7T
Angga Yudha Pratama - Senin, 22 September 2025
Kementan Tegaskan Stok Pupuk Cukup dan Mudah Diakses, Indonesia Makin Dekat Capai Swasembada Pangan
Berita Foto
Komisi IV DPR Setujui Tambahan Anggaran Kementan Sebesar Rp145 Miliyar
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi alias Titiek Soeharto (kiri), Wakil Ketua Komisi IV DPR Alex Indra Lukman (kanan) dan Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono (tengah), menandatangani kesepakatan hasil Rapat Kerja (Raker), di Ruang Komisi IV DPR, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
Didik Setiawan - Selasa, 16 September 2025
Komisi IV DPR Setujui Tambahan Anggaran Kementan Sebesar Rp145 Miliyar
Indonesia
Gula Rafinasi Bocor dan Dijual Bebas di Pasar dengan Harga Sangat Murah Bikin Petani Rugi
Gula rafinasi yang seharusnya tidak dijual secara eceran atau kiloan kepada masyarakat justru banyak ditemukan di pasar tradisional
Angga Yudha Pratama - Kamis, 11 September 2025
Gula Rafinasi Bocor dan Dijual Bebas di Pasar dengan Harga Sangat Murah Bikin Petani Rugi
Bagikan