Kemenparekraf dan Pebisnis Wisata Optimistis Pariwisata Indonesia Bisa Pulih
Sektor pariwisata Indonesia diprediksi meningkat di 2022. (Foto: Unsplash/Sebastian Pena Lambarri)
PARIWISATA Indonesia mulai membaik dan diprediksi mengalami pertumbuhan sebanyak 30-78 persen secara global pada 2022. Pemulihan pariwisata bergantung pada kebijakan setiap negara dalam hal relaksasi aturan yang terkait dengan perjalanan.
Archipelago bersama Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menggelar webinar bertajuk Indonesia's Hotel & Tourism Outlook 2022 pada Kamis (24/2). Dalam kegiatan itu, dihadirkan para narasumber dari pemerintahan, asosiasi industri, pelaku pariwisata, dan akademisi.
Sektor hotel dan restoran sangat penting dalam menghidupkan kembali sektor pariwisata. Pemerintah mengimbau semua pihak untuk bekerja sama. Pemerintah telah melakukan langkah-langkah agar dapat membuka kembali industri pariwisata untuk wisatawan internasional secara hati-hati dan bijaksana.
"Kami optimistis 2022 ini merupakan tahun kebangkitan pariwisata. Kami mengharapkan dukungan semua pemangku kepentingan agar pariwisata, sebagai salah satu kontributor produk domestik bruto (PDB) Indonesia, dapat kembali menunjukkan kinerja positif," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, dalam keterangan yang diterima, Kamis (24/2).
Baca juga:
Berminat Masuk Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata? Cek Website Ini
Sementara itu, Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Hariyadi Sukamdani menyoroti pentingnya peran pemerintah dan perbankan untuk mendukung pemulihan pariwisata, seperti menunda kenaikan suhu bunga agar pelaku pariwisata dapat bertahan.
"Banyak hotel dam restoran terpaksa ditutup dan hampir dua juta pekerja di sektor ini kehilangan pekerjaan. Dengan adanya kebijakan pemerintah yang melonggarkan pembatasan kegiatan dan adanya pertumbuhan pariwisata domestik, tingkat occupancy sudah mulai membaik," kata Hariyadi.
Menurutnya, para pengusaha juga perlu mengadopsi teknologi dan standar kebersihan yang baik. Industri membutuhkan pendekatan holistik untuk menghidupkan kembali serta menumbuhkan hotel dan restoran.
Baca juga:
CEO dan Presiden Archipelago International John M Flood mengatakan industri perhotelan saat ini sedang mengalami banyak perubahan dan optimis pemulihan saat yang berangsur membaik.
"Kami sangat senang dan siap menyambut tamu kembali ke hotel kami, terutama ketika kondisi pariwisata membaik," kata John.
Webinar ini juga mengangkat isu mengenai business-leisure sebagai salah satu faktor pemulihan pariwisata. Sinergi antara sektor meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) dengan leisure melalui penyelenggaraan beragam event berskala internasional diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk pemulihan pariwisata. (and)
Baca juga:
Bagikan
Andreas Pranatalta
Berita Terkait
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel