Kemenparekraf Buka Peluang Perbanyak Pembukaan Objek Wisata di DIY

Zulfikar SyZulfikar Sy - Jumat, 08 Oktober 2021
Kemenparekraf Buka Peluang Perbanyak Pembukaan Objek Wisata di DIY

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. (Foto: Humas Pemkot Jogja)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membuka peluang memperbanyak uji coba pembukaan lokasi wisata di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Langkah ini dilakukan dengan sejumlah persyaratan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, uji coba pembukaan objek wisata di masa pandemi COVID-19 dilakukan berbasis pengajuan atau usulan dari daerah.

“Jika ada permintaan, maka akan kami dukung tentunya dengan integrasi aplikasi PeduliLindungi,” kata Sandiaga di sela kunjungan ke Kampung Wisata Rejowinangun Yogyakarta, Jumat (8/10).

Baca Juga:

Pemkab Gunung Kidul Minta Pemerintah Pusat Buka Wisata Pantai Selatan

Sandiaga melanjutkan, perluasan uji coba pembukaan tempat wisata bisa menjadi salah satu upaya untuk membangkitkan kembali roda perekonomian dari sektor tersebut yang terdampak cukup berat akibat pandemi COVID-19.

“Jadi, jika ada pengajuan secara resmi dari pemerintah untuk pembukaan objek wisata, maka akan kami proses sesuai aturan,” katanya.

Pernyataan ini dikeluarkan untuk merespons permintaan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X beberapa waktu lalu, yang mendorong pemerintah pusat memperbanyak pemberian izin uji coba pembukaan destinasi wisata di DIY.

Sri Sultan HB X menilai, pemberian izin sangat diperlukan karena meningkatnya antusiasme masyarakat berwisata ke DIY.

Pemda DIY jadi lebih mudah memantau dan menerapkan prokes jika lokasi wisata dibuka resmi.

Saat ini, di DIY baru tujuh objek wisata yang resmi menjalani uji coba pembukaan di masa pandemi COVID-19. Seluruh objek wisata tersebut juga sudah dilengkapi dengan QR code dari aplikasi PeduliLindungi.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X san destinasi wisata Kawasan Kaliurang di lereng merapi kabupaten Sleman DIY. (Foto: Humas Pemda DIY)
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X san destinasi wisata Kawasan Kaliurang di lereng merapi kabupaten Sleman DIY. (Foto: Humas Pemda DIY)


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko mengatakan, penyediaan QR code yang terhubung dengan aplikasi PeduliLindungi menjadi kewajiban yang harus dipenuhi oleh pengelola objek wisata.

“Syarat untuk bisa memperoleh kode tersebut adalah sudah memenuhi sertifikasi CHSE,” katanya.

Saat ini, lanjut Wahyu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyediakan sertifikasi CHSE secara gratis yang bisa dimanfaatkan pengelola objek wisata.

“Kami mendorong seluruh objek wisata untuk segera mengikuti proses sertifikasi tersebut. Sertifikasi diawali dari asesmen mandiri kemudian diunggah ke sistem dan nantinya akan ada tim verifikator yang melakukan penilaian langsung. Hasilnya diserahkan ke kementerian untuk dikeluarkan sertifikat CHSE,” katanya.

Saat ini, lanjut Wahyu, sudah banyak pengelola objek wisata yang mengikuti sertifikasi tersebut termasuk Taman Pintar yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Yogyakarta.

“Taman Pintar sudah lulus tetapi belum mendapat sertifikasi CHSE jadi belum bisa diajukan untuk memperoleh QR code PeduliLindungi. Selain itu, saat ini yang diprioritaskan adalah wisata outdoor sedangkan Taman Pintar adalah indoor,” katanya.

Baca Juga:

Satgas COVID-19 Ancam Pulangkan Wisatawan Mancanegara Jika Tak Patuhi Aturan

Khusus untuk Malioboro, Wahyu mengatakan, sulit untuk mendapat CHSE karena ada banyak tempat usaha, seperti toko dan mal yang juga terlebih dulu harus memiliki sertifikasi CHSE.

“Sebenarnya, Malioboro bukan tempat wisata, tetapi kawasan wisata. Maka saat ini sedang digodok kebijakan yang memungkinkan kawasan tersebut tetap aman dan nyaman seperti mekanisme in-out wisatawan yang memenuhi protokol kesehatan,” katanya.

Wahyu mengatakan, Malioboro selalu menjadi puncak dari persinggahan wisatawan saat berkunjung ke DIY, sehingga faktor keamanan dan kenyamanan harus diutamakan. (Patricia Vicka/Yogyakarta)

Baca Juga:

Pentingnya Keterampilan Bahasa bagi Pelaku Pariwisata

#Wisata #Wisata Yogyakarta #Sandiaga Uno
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Travel
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Kapal ini berangkat dari Belfast pada Oktober 2024 untuk melakukan pelayaran berkelanjutan keliling dunia.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kapal Pesiar Mewah Terdampar di Kamboja, Boncos Bahan Bakar Mahal
Indonesia
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan tiket masuk Ancol tak bisa gratis. Hanya penerima KJP yang bisa menikmatinya.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Tiket Masuk Ancol Diusulkan Gratis untuk Warga Jakarta, Begini Respons Pramono
Infografis
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
MPpeeps jiwa petualang pasti merasa puas jika mengunjungi destinasi wisata unik yang ada di seluruh dunia!
Rezita Kesuma - Senin, 26 Oktober 2026
Negara-Negara Underrated yang Bisa Dikunjungi Tanpa Ribet Bikin Visa, Yuk Masukkan Ke Itinerary!
Travel
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Nature & Outdoor Experiences menawarkan beragam cara bagi wisatawan untuk menikmati keindahan alam Bali dengan cara yang berbeda.
Dwi Astarini - Jumat, 23 Oktober 2026
Menikmati Jeda di Tengah Alam, Cobain Airbnb Experiences Bertema Alam dan Aktivitas Outdoor di Bali
Indonesia
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Pelanggan Kereta Panoramic mencapai 140.583 orang sepanjang Januari-Agustus 2026, tumbuh 62,86 persen dibandingkan periode yang sama 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 06 Oktober 2026
Pelanggan Kereta Panoramic Naik, KAI Catat 140.583 Orang hingga Agustus 2026
Travel
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Dengan cara tak biasa, Wayan memutuskan membagikan upaya konservasinya melalui Airbnb Experiences.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Menikmati Sisi Lain Bali bersama Masyarakat Lokal, Menengok Konservasi Kunang-Kunang di Ubud
Indonesia
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Kabar duka menyelimuti Indonesia. Guruh Soekarnoputra meninggal dunia hari ini di usia 73 tahun. Simak detail pemakaman dan pesan terakhir almarhum di sini.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Mengenang Kepergian Guruh Soekarnoputra, Seniman Legendaris yang Dibalut Kain Favorit Fatmawati
Travel
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Industri pariwisata Indonesia berada di ambang era baru yang sangat dinamis.
Dwi Astarini - Sabtu, 12 September 2026
TIPTIP Group Luncurkan SatuSatu Partner Portal, Buka Keran Cuan Baru buat Agen Perjalanan Kenalkan Pengalaman Lokal
Indonesia
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Kawasan wisata Danau Kelimutu sudah kembali beroperasi pascagempa
Angga Yudha Pratama - Senin, 31 Agustus 2026
Pariwisata Flores Tetap Hidup Walau Status Tanggap Darurat Bencana Diperpanjang Pemerintah
Fun
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Australia Barat menawarkan berbagai destinasi wisata ramah keluarga, mulai dari Busselton Jetty, Ngilgi Cave, hingga Lucky Bay yang dihuni kanguru liar.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
Australia Barat Tawarkan Destinasi Liburan Keluarga dengan Alam yang Tenang dan Aktivitas Edukatif
Bagikan