MerahPutih.com - Kementerian Kesehatan melansir pasien Andrie Yunus yang disiram air keras, dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar untuk mendapatkan pemantauan dan perawatan lebih lanjut secara komprehensif oleh tim medis multidisiplin.
Perawatan dilakukan oleh dokter spesialis mata, dokter bedah plastik rekonstruksi, serta tim medis kegawatdaruratan. Dan terapi yang diberikan, katanya, meliputi perawatan luka, pemberian antibiotik, obat anti-inflamasi, vitamin, serta pengobatan untuk menjaga tekanan bola mata tetap terkontrol.
Kemenkes memutuskan menggratiskan biaya penanganan di Rumah Sakit Citro Mangunkusumo (RSCM) bagi Wakil Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang Dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus (AY).
"Iya, ada dirawat di RSCM dan akan kita gratiskan," kata Juru Bicara Kemenkes Widyawati di Jakarta, Selasa.
Baca juga:
Kondisi Terkini Aktivis HAM Andrie, Rreaksi Inflamasi Paparan Cairan Air Keras Sudah Ditangani
Dalam keterangan terpisah, pihak RSCM mengatakan pasien laki-laki berinisial AY (27 tahun) dengan luka bakar akibat cairan kimia ke area wajah dan beberapa bagian tubuh sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa.
Manajer Hukum dan Humas RSCM Yoga Nara mengatakan, pasien datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSCM pada Jumat (13/3) dini hari sekitar pukul 12 malam, dengan keluhan luka bakar pada wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan, disertai gangguan penglihatan pada mata kanan.
Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan kondisi pasien, termasuk kemungkinan tindakan rekonstruksi jaringan dan prosedur lanjutan untuk membantu mengoptimalkan pemulihan fungsi penglihatan.
"Setibanya di IGD, tim medis segera melakukan pemeriksaan awal dan tindakan stabilisasi. Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka. Sebagai penanganan awal, tim medis melakukan irigasi atau pencucian pada area yang terpapar untuk menurunkan efek zat kimia serta menormalkan kondisi jaringan," katanya.
Kemudian hasil pemeriksaan lanjutan menunjukkan bahwa pasien mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area tubuh serta trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga pada fase akut. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea.
"Untuk menangani kondisi tersebut, pasien menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion guna melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan," katanya.