Kemendagri Siapkan Cetak Biru Ketahanan Bencana Pemda

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 03 September 2021
Kemendagri Siapkan Cetak Biru Ketahanan Bencana Pemda

Ilustrasi banjir. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyiapkan rancangan kerja atau cetak biru terkait dengan indikator atau penilaian pemerintah daerah terhadap ketahanan bencana. Cetak biru (blue print) itu penting lantaran penanganan bencana bersifat luas, kompleks, multi disiplin ilmu, serta melibatkan multipihak di dalamnya.

"Cetak biru tersebut adalah disaster resilience index dan fire resilience indeks, kemudian kami beri nama Dirli dan Virli," kata Dirjen Bina Adwil Kemendagri Safrizal dalam keterangannya diterima di Jakarta, Kamis (2/9).

Baca Juga:

Teknologi CHCNAV APACHE 3 Bisa Bantu Cegah Bencana Banjir

Ia mengatakan, dengan kerangka atau rancangan kerja tersebut, Kemendagri yang berkewajiban dalam penguatan regulasi kelembagaan dan organisasi berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian serius terhadap mitigasi hingga penanggulangan bencana di daerahnya masing-masing.

"Dengan Dirli dan Virli ini, kinerja pemerintahan daerah akan diuji," kata Safrizal.

Cetak biru yang digagas pihaknya ini ditujukan untuk menjawab beberapa kekurangan terkait dengan standar pelayanan minimal (SPM) pemerintahan daerah dalam penanggulangan bencana.

Ia mengatakan, pihaknya belum melaksanakan SPM dengan full. Bahkan, belum semuanya berhasil menerapkan standar pelayanan minimal. Namun, hal ini adalah usaha yang tak pernah berhenti.

Dengan adanya cetak biru tersebut, Safrizal yakin pemerintah pusat dapat memfasilitasi pemerintah daerah untuk melengkapi indikator untuk penyusunan kajian risiko bencana untuk kebutuhan perencanaan pembangunan daerahnya.

Ia berharap, pemerintah daerah dapat memitigasi potensi bencana dengan pendekatan responsif, bukan reaktif atau bertindak setelah terjadinya bencana.

"Kalau kami berikan penilaian, rating, kriteria. Nanti daerah akan belajar dari rating yang dimiliki," katanya.

Safrizal menyebutkan, kewajiban-kewajiban itu di antaranya adalah menaruh perencanaan pengelolaan bencana tersebut ke dalam perencanaan pembangunan daerah.

"Hampir 100 persen, pemerintah daerah menaruh SPM ke dalam perencanaan. Akan tetapi, dari 100 persen jumlah daerah itu, penetapan SPM-nya beragam. Nah, akan kami kategorisasi. Nanti, kami akan berikan penilaian," katanya.

Ia berharap semua pihak terkait dapat segera mempelajari dan memberikan masukan terhadap cetak biru sehingga terwujud kerangka bersama dalam menerapkan standar-standar kinerja pemerintah daerah menyikapi penanggulangan bencana.

"Cetak biru ini menjadi kerangka bersama. Dimulai dengan penilaian risiko, kajian, dan pendataan, kemudian ada target secara periodik, perencana, dan penganggaran. Dukungan pengelolaan dan realisasi maupun evaluasi kinerja," ucapnya.

Ilustrasi banjir. (Foto: Antara)
Ilustrasi banjir. (Foto: Antara)

Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menyatakan pemerintah dapat menggunakan dana bencana dan dana hibah untuk menanggulangi potensi dampak terjadinya La Nina yang diperkirakan oleh BMKG akan menerjang Indonesia pada akhir 2021.

“Ruang untuk melakukan realokasi semakin kecil, jadi seharusnya pemerintah bisa memaksimalkan dari dua anggaran itu atau menambah anggaran belanja sebagai opsi terakhir,” kata Ekonom CORE Indonesia Yusuf Rendy Manilet.

Pemerintah telah melakukan empat kali refocusing dan realokasi belanja Kementerian dan Lembaga (K/L) pada tahun ini untuk memenuhi kebutuhan penanganan COVID-19 dan sebesar Rp 744,45 triliun dan pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp5 triliun pada 2021 untuk dana penanggulangan bencana yang sejauh ini baru terserap sekitar Rp 2,3 triliun.

"Jika belajar dari tahun lalu di mana dana cadangan ini hanya terserap sebesar Rp1 triliun maka seharusnya sisa anggaran ini cukup,” ujarnya. (Asp)

Baca Juga:

Kini, Indonesia Punya Lembaga Yang Kelola Dana Bencana

#Bencana Alam #BMKG #Bencana Nasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Cuaca Minggu di Indonesia, Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang di sejumlah kota di Indonesia pada Minggu. Simak daftar wilayah yang berpotensi diguyur hujan.
Yusuf Abdillah - Minggu, 01 November 2026
Cuaca Minggu di Indonesia, Ini Wilayah yang Berpotensi Hujan Ringan hingga Sedang
Indonesia
BMKG: Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Berpotensi Diguyur Hujan Sore Hari
BMKG memprakirakan Jakarta cerah pada pagi hari dan berpotensi hujan ringan di Jakarta Selatan serta Jakarta Timur pada Minggu sore, 1 November 2026.
Yusuf Abdillah - Minggu, 01 November 2026
BMKG: Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Berpotensi Diguyur Hujan Sore Hari
Indonesia
Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Sumatera, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Bibit siklon tropis 91B kini muncul di Laut Andaman, yakni dekat perairan utara Aceh. Fenomena ini berpotensi memicu hujan sedang hingga lebat.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
Bibit Siklon Tropis 91B Ancam Sumatera, Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: BMKG Sebut Suhu di Indonesia akan Tembus 50 Derajat Celcius di Desember 2026
Viral, info BMKG di media sosial menyebut suhu udara di Indonesia bakal tembus 50 derajat celcius pada Desember 2026. Cek kebenaran Informasinya.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 30 Oktober 2026
[HOAKS atau FAKTA]: BMKG Sebut Suhu di Indonesia akan Tembus 50 Derajat Celcius di Desember 2026
Indonesia
Bibit Siklon Muncul, Waspadai Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
Bibit siklon tropis 91B mulai terbentuk di Laut Andaman, dekat perairan utara Aceh, Kamis (29/10) dini hari.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Bibit Siklon Muncul, Waspadai Cuaca Ekstrem di Beberapa Provinsi Ini
Indonesia
OMC Sebar 9 Ton Bahan Semai untuk Tekan Karhutla, Hujan Turun di Seluruh Sumsel
Dalam operasi pada Rabu (28/10), Satgas Udara mengerahkan pesawat untuk menyemai awan menggunakan total sembilan ton bahan semai.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
OMC Sebar 9 Ton Bahan Semai untuk Tekan Karhutla, Hujan Turun di Seluruh Sumsel
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis, 29 Oktober 2026: Hujan Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Kota
Prakiraan cuaca BMKG 29 Oktober 2026 berpotensi hujan petir di sejumlah kota. Lalu, ada potensi gelombang laut.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG Kamis, 29 Oktober 2026: Hujan Petir Berpotensi Terjadi di Sejumlah Kota
Indonesia
Cuaca Hari ini, Rabu 28 Oktober 2026: BMKG Prediksi Hujan Petir di Sejumlah Kota
BMKG memprakirakan cuaca 28 Oktober 2026 berpotensi hujan petir di sejumlah kota. Masyarakat diminta waspada.
Soffi Amira - Rabu, 28 Oktober 2026
Cuaca Hari ini, Rabu 28 Oktober 2026: BMKG Prediksi Hujan Petir di Sejumlah Kota
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG 27-29 Oktober 2026: Kota-Kota yang Mengalami Hujan Sedang Hingga Lebat
Cek update prakiraan cuaca BMKG 27-29 Oktober 2026! Siap-siap hadapi cuaca ekstrem, mulai dari hujan lebat berstatus siaga di Jawa & Sumatera, hingga ancaman panas terik.
Angga Yudha Pratama - Selasa, 27 Oktober 2026
Prakiraan Cuaca BMKG 27-29 Oktober 2026: Kota-Kota yang Mengalami Hujan Sedang Hingga Lebat
Indonesia
BMKG Catat 4.098 Titik Panas di Kalimantan, Suhunya Tembus 38 Derajat Celsius
BMKG mencatat adanya ribuan titik panas di Kalimantan. Suhunya mencapai 38 derajat celsius.
Soffi Amira - Selasa, 27 Oktober 2026
BMKG Catat 4.098 Titik Panas di Kalimantan, Suhunya Tembus 38 Derajat Celsius
Bagikan