Keluarga Korban Sempat Protes saat Sidang Perdana Tragedi Kanjuruhan

Zulfikar SyZulfikar Sy - Senin, 16 Januari 2023
Keluarga Korban Sempat Protes saat Sidang Perdana Tragedi Kanjuruhan

Keluarga korban kasus Tragedi Kanjuruhan. (Foto: MP/Budi Lentera)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Lima terdakwa perkara tragedi kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (16/1).

Para terdakwa yakni AKP Hasdarman, Kompol Wahyu SP dan AKP Bambang Sidik Achmadi mengikuti jalannya persidangan dari Rumah Tahanan Polres Malang Kabupaten. Sedangkan dua terdakwa lainnya yakni Abdul Haris dan Suko Sutrisno mengikuti persidangan dari Rumah Tahanan Polda Jatim.

Terdakwa pertama yang didudukkan sebagai pesakitan adalah AKP Hasdarman, mantan Komandan Kompi III Brimob Polda Jatim. Surat dakwaan untuk terdakwa AKP Hasdarman ini dibacakan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Evalina.

Baca Juga:

PSSI Usul 1 Oktober jadi Hari Libur Sepakbola Hormati Korban Kanjuruhan

Dalam perkara ini, para terdakwa didakwakan dengan pasal yang berbeda. Terdakwa Suko Sutrisno dan terdakwa Abdul Haris didakwa dengan pasal 359 KHUP dan atau pasal 360 KUHP dan atau pasal 103 ayat (1) Jo pasal 52 UU RI no 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan. Suko Sutrisno merupakan Security Officer, sedangkan Abdul Haris merupakan Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC.

Sementara itu, terdakwa AKP
Hasdarman, Kompol Wahyu SP dan AKP Bambang Sidik Achmadi didakwa dengan pasal 359 KUHP dan atau pasal 360 KUHP. Saat tragedi Kanjuruhan Malang tersebut, Kompol Wahyu Hasdarman menjabat sebagai Komandan Kompi III Brimob Polda Jatim, sedangkan Kompol Wahyu SP menjabat sebagai Kabag Ops Polres Malang, sementara AKP Bambang Sidik Achmadi menjabat sebagai Kasat Samapta Polres Malang.

Sekadar diketahui, seharusnya sidang ini dilaksanakan di Pengadilan Negeri Malang, namun karena alasan keamanan, akhirnya forkopimda Malang sepakat untuk meminta dipindahkan ke Surabaya.

"Bukan hanya di sekitaran Pengadilan Negeri Surabaya saja yang kita siagakan, melainkan juga di pintu pintu masuk perbatasan Kota Surabaya. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi datangnya atau menghalau suporter Arema yang datang ke Surabaya untuk mengawal sidang," kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Akhmad Yusef Gunawan.

Sidang perdana Tragedi Kanjuruhan di PN Surabaya, Senin (16/1). (Foto: MP/Budi Lentera)
Sidang perdana Tragedi Kanjuruhan di PN Surabaya, Senin (16/1). (Foto: MP/Budi Lentera)

Sesuai kesepakatan dari pihak kepolisian bahwa suporter Arema dilarang datang meski tanpa atribut. Hanya keluarga korban yang diperbolehkan datang.

Sementara Rini Anifa, salah keluarga korban yang datang di lokasi Pengadilan Negeri Surabaya menyesal lantaran sempat tak diperbolehkan masuk untuk mengikuti jalannya sidang. Namun, setelah berbagai pertimbangan, akhirnya petugas mengizinkan untuk masuk dan melihat jalannya sidang.

"Saya jauh-jauh ke sini tak boleh masuk. Padahal saya ini keluarga korban. Saya berharap agar sidang berjalan sesuai hukum, dan memberikan hukuman bagi para pelaku seberat-beratnya," kata Rini dengan nada penuh emosi.

Baca Juga:

Komnas HAM Jelasan Alasan Tragedi Kanjuruhan Bukan Pelanggaran HAM Berat

Rini merupakan orang tua dari korban yang bernama Agus dari Purwosari, Pasuruan.

Rini menyesalkan adanya kejadian tersebut hingga menyebabkan anaknya meninggal. Rini menyebut, anaknya hanya sekadar mencari hiburan dengan menonton bola, bukan untuk melakukan aksi demo.

Seperti diketahui, 1 Oktober 2022 lalu, pertandingan Liga 1 antara Arema Malang dengan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan berakhir dengan skor 2-3. Pertandingan itu dimenangkan oleh Persebaya sebagai tim tamu.

Atas kekalahan tersebut, suporter Arema turun lapangan hingga terjadi kericuhan dan menimbulkan korban jiwa sebanyak 135 orang meninggal. (Budi Lentera/Surabaya)

Baca Juga:

Tragedi Kanjuruhan, Pelanggaran HAM dan Sejarah Kelam Sepakbola Indonesia

#Persidangan #Sepak Bola Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Dr Tifa didakwa atas fitnah dan pencemaran nama baik dalam kasus ijazah palsu Jokowi.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Dr Tifa Didakwa Fitnah dan Pencemaran Nama Baik dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi
Olahraga
35.000 Tiket Laga Indonesia versus Oman dan Mozambik Mulai Dijual, Termurah Rp 300 Ribu
Penjualan hanya dibuka untuk tribun bawah Stadion Utama GBK. Total tiket yang dijual mencapai 35.000 lembar dengan harga termurah Rp 300 ribu.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
35.000 Tiket Laga Indonesia versus Oman dan Mozambik Mulai Dijual, Termurah Rp 300 Ribu
Olahraga
Persib Juara, Bojak Hodak Naik Kelas dari Pelatih Jadi Penasihat Teknis Klub
Bojan Hodak, sosok yang membawa Maung Bandung mendominasi sepak bola Indonesia dalam tiga musim terakhir, kini naik kelas
Wisnu Cipto - Selasa, 26 Mei 2026
Persib Juara, Bojak Hodak Naik Kelas dari Pelatih Jadi Penasihat Teknis Klub
Olahraga
AFC Tambah Jatah Indonesia di Liga Champions Asia Dua, Musim Depan Bisa 3 Tim
Konfederasi Sepak Bola Asia atau AFC resmi menambah jatah Indonesia di kompetisi antarklub kasta kedua Asia, Liga Champions Asia Dua, untuk musim 2027/2028.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
AFC Tambah Jatah Indonesia di Liga Champions Asia Dua, Musim Depan Bisa 3 Tim
Indonesia
Selisih 1 Poin, Garudayaksa FC Milik Prabowo Juara Grup Naik Kasta ke Super League
Garudayaksa FC resmi promosi ke Super League usai menang 3-1 atas Persikad. Klub milik Presiden Prabowo Subianto unggul 1 poin dari Adhyaksa FC.
Wisnu Cipto - Sabtu, 02 Mei 2026
Selisih 1 Poin, Garudayaksa FC Milik Prabowo Juara Grup Naik Kasta ke Super League
Olahraga
Mediasi Insiden Kekerasan EPA U20, Dewa United dan Bhayangkara Youth Sepakat Berdamai
Dewa United Development dan Bhayangkara Youth sepakat berdamai usai insiden kekerasan di EPA U20. Mediasi berlangsung kondusif dan fokus pada pembinaan pemain muda.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 22 April 2026
Mediasi Insiden Kekerasan EPA U20, Dewa United dan Bhayangkara Youth Sepakat Berdamai
Olahraga
Pelatih Timnas Bulgaria: Sepak Bola adalah Agama di Indonesia
Alexander Dimitrov pernah menjadi pemain Persipura Jayapura. Selain itu, asisten pelatih Persipura dan Timnas Indonesia.
Frengky Aruan - Selasa, 20 Januari 2026
Pelatih Timnas Bulgaria: Sepak Bola adalah Agama di Indonesia
Olahraga
Sepak Bola Indonesia Dirundung Duka, Legenda Sekaligus Asisten Pelatih Arema FC Meninggal Dunia di Momen 100 Tahun Stadion Gajayana
Legenda sekaligus asisten pelatih Arema FC, Kuncoro, meninggal dunia di momen 100 tahun Stadion Gajayana.
Frengky Aruan - Minggu, 18 Januari 2026
Sepak Bola Indonesia Dirundung Duka, Legenda Sekaligus Asisten Pelatih Arema FC Meninggal Dunia di Momen 100 Tahun Stadion Gajayana
Indonesia
Polemik Kasus Korupsi Asabri, Adam Damiri Merasa Putusan Hakim tak Adil
Eks Dirut PT Asabri, Adam Damiri mengaku, dirinya merasa dikorbankan dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan dana di perusahaan tersebut.
Soffi Amira - Senin, 10 November 2025
Polemik Kasus Korupsi Asabri, Adam Damiri Merasa Putusan Hakim tak Adil
Indonesia
Adam Damiri Bakal Hadiri Sidang Perdana PK Kasus Asabri di PN Jakarta Pusat
Adam Damiri akan menghadiri sidang perdana PK kasus korupsi pengelolaan dana PT Asabri (Persero) pada Kamis (6/11).
Soffi Amira - Rabu, 05 November 2025
Adam Damiri Bakal Hadiri Sidang Perdana PK Kasus Asabri di PN Jakarta Pusat
Bagikan