MerahPutih.com - Dewa United Development dan Bhayangkara Youth sepakat menyelesaikan insiden kekerasan yang terjadi dalam ajang Elite Pro Academy U20 secara damai. Kesepakatan itu dicapai melalui mediasi yang digelar di Dewa United Arena, Rabu (23/4).
Pertemuan berlangsung kondusif dengan pendekatan kekeluargaan. Kedua pihak memilih mengedepankan sportivitas serta tanggung jawab bersama dalam pembinaan pemain usia muda, ketimbang memperpanjang konflik.
Direktur Akademi Dewa United Development, Firman Utina, menyampaikan bahwa mediasi berjalan lancar dan menjadi titik awal perbaikan.
“Alhamdulillah hari ini mediasi sudah selesai, kami sudah bersilaturahmi, sudah saling memaafkan. Kembali lagi, karena anak ini adalah tanggung jawab kita bersama-sama, ini bukan anak-anak kita, tapi anak-anak kami. Jadi anak-anak kami, itu adalah anak-anak yang kita harus lindungi bersama-sama,” ujarnya.
Baca juga:
Dalam proses tersebut, pihak-pihak yang terlibat juga telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada pemain yang terdampak.
“Alberto sebagai salah satu pelaku juga sudah minta maaf kepada Rakha, bahkan kepada teman yang lain, kepada pemain-pemain yang lain. Kami rasa ini semua sudah beres,” tuturnya.
Firman juga menyampaikan pesan dari pimpinan klub, Ardian Satya Negara, yang tidak dapat hadir namun tetap memantau situasi dan memilih pendekatan bijak.
“Penyampaian dari pimpinan kami, mohon maaf beliau tidak hadir, Pak Ardian tidak bisa hadir, tapi beliau memang ada sedikit kecewa, tapi memaafkan. Memaafkan karena ini anak-anak, dia rasa ini juga enggak ada tuntutan sampai ke hukum untuk si Beto, tapi ini lebih bagaimana cara kita melindunginya,” terangnya.
Menurut Firman, insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya pembinaan dan edukasi berkelanjutan bagi pemain muda agar kejadian serupa tidak terulang.
“Karena dia merasa bahwa kita sebagai orang tua, ya mungkin ada hal-hal yang tidak sampai secara edukasi terhadap anak yang akhirnya lepas kontrol. Nah ini jadi tanggung jawab kita sama-sama,” tegasnya.
Baca juga:

Sebagai tindak lanjut, Dewa United Development memastikan akan melakukan evaluasi internal, termasuk terhadap pemain maupun staf pelatih yang terlibat, sesuai aturan yang berlaku.
“Saya juga sebagai Direktur Akademi akan menindaklanjuti terhadap pemain-pemain kami yang terlibat, dan staf pelatih yang mungkin tidak terkontrol dengan anak-anak kami. Maka kami akan tindaklanjuti karena itu memang sudah prosedur dari pimpinan kami, Pak Ardian, jika ada sesuatu yang melanggar kode etik dan indisipliner dan membuat cemar nama Dewa United, maka itu ditindaklanjuti secepatnya,” urainya.
Di akhir pernyataannya, Firman menegaskan bahwa proses selanjutnya diserahkan kepada otoritas sepak bola nasional.
“Itu saja dari kami, permohonan maaf dari pimpinan kami, Pak Ardian, dan kami menyerahkan hal ini atau kelanjutan hari ini kepada PSSI, Komisi Disiplin, iLeague penyelenggara Liga. Mudah-mudahan ini bisa jadi bahan evaluasi kita bersama-sama,” tutupnya. (*)